
suara ketukan pintu membangunkan Dea dari lamunannya setelah cukup lama ia bergelut dengan pemikiran nya akan Justin.
Dea meletakkan gelas susu hamilnya ke meja makan. ia berjalan ke ruang tamu untuk membuka pintu.
Dea mendapati Rendy yang sedang berdiri dan tersenyum ketika pintu di buka. Dea melihat ke salah satu tangan Rendy yang sebelah kiri terdapat satu renteng rantang dan satu plastik kresek putih. Dea mengira itu adalah obat obatan, tetapi milik siapa Dea masih menerka nerka dalam pemikiran nya.
"Assallmualaikum bumil". sapa Rendy yang melihat Dea terpaku menatap dirinya.
"Waalaikum salam". sahut Dea membuyarkan lamunannya.
"masuk".lanjut Dea seraya melebarkan daun pintu dan menyuruh Rendy masuk.
Rendy masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ruang makan. Ia meletakkan rantang tersebut langsung ke meja makan. ia melihat gelas susu yang belum terisi air hangat. Rendy berinisiatif melanjutkan pekerjaan Dea yang tertunda yang kemungkinan karena dirinya datang bertepatan ketika Dea yang sedang membuat susu.
Rendy langsung meminta maaf ketika memelihat Dea datang menghampirinya di ruang makan.
"maaf ya Jasmine, kalau kedatangan aku membuat kamu tertunda bikin susu nya". ujar Rendy yang sedang menampung gelas susu di bawah kran dispenser air panas.
"its ok. cuma itu aja kok. kenapa juga harus minta maaf". balas Dea seraya tersenyum.
"kamu dari restoran? ". terka Dea melihat rantang yang sering di gunakan tante Alma jika mengirimkan makanan ke siapa saja yang sakit.
Rendy menarik sudut bibirnya seraya mengaduk susu dan meletakkannya di hadapan Dea yang kini duduk di salah satu kursi dari meja makan tersebut.
"tadi aku nunggu kamu di apotik. karena ku pikir sekalian mau makan siang di Restoran". sahut Rendy.
"karna kamu ga datang datang. jadi aku berinisiatif nyusul kamu ke ruang kandungan. tetapi kamunya udah pulang. aku langsung hubungi tante Alma dan beliau ngasih tau kalau kamu lagi ga fit hari ini". lanjutnya.
"jadi aku minta sama dokternya untuk peresepan ulang atas nama kamu. supaya obatnya sekalian aku antar kemari". jelas Rendy seraya menyerahkan kresek putih tadi ke hadapan Dea.
"isssh. kenapa harus repot repot sih Ren. resepnya kan bisa aku tebus nanti". ucap Dea yang merasa tak enak hati.
"kita teman kan?". dari dulu juga begitu. aku, kamu, Retha dan juga yang lain sering kali saling tolong menolong jika salah satu dari kita butuh bantuan. masa kamu lupa? ". balas Rendy mengingat kan temannya ini.
Dea memalingkan wajahnya, ia berasa malu hati. karena ia memang tidak memiliki kenangan masa lalu bersama mereka tentang persahabatan. kenangan yang disebutkan Rendy adalah kenangan mereka ketika masih bersama Jasmine. bukan dirinya.
"habiskan susunya". titah Rendy mengalihkan pembicaraan yang menjurus memancing ke ingatan masa lalu Dea.
Dea menuruti perkataan Rendy. ia meneguk susu hangat buatan Rendy dalam sekali teguk.
__ADS_1
Rendy yang melihat susu buatannya habis di minum Dea saat itu juga jadi merasa senang. tangannya kini beralih membuka kaitan rantang serta penutupnya. ia menuangkan beberapa sendok bubur ke mangkok putih yang ia ambil dari rak piring dapur tersebut.
"nih kamu coba bubur kanji yang di buat tante Alma. ini bubur khasnya orang Aceh. kata tante kamu paling suka sama bubur ini dulunya". Rendy menyodorkan mangkok yang telah berisi bubur tersebut.
"baunya harum". ucap Dea seraya mengangkat satu sendok bubur tersebut dan memasukkan ke mulutnya.
Dea pun mencicipi bubur yang kini berada di mulutnya.
"enak dan gurih". Dea mulai berkomentar tentang rasa dari bubur tersebut.
sementara Rendy hanya menyimak komentar Dea serta memperhatikan temannya itu makan dengan lahap.
"semoga baby boy nya sehat dan pintar seperti ibunya". doa Rendy tulus di hatinya, yang juga mengetahui hasil Usg Dea ketika meminta peresepan ulang pada dokternya.
...----------------...
Justin dan keluarganya bersiap siap kembali ke Mdn dengan penjadwalan malam. setelah mereka menyantap menu terakhir di restoran itu. Astrid diikuti suami dan menantunya berpamitan pada Alma.
"jangan lupo singgah lagi kapan kapan kalau kemari".pesan Alma.
lalu mencium pipi Keyra dan berkata "main main lagi kesini ya sayang".
mereka berdua saling tersenyum.
"tante makasih banyak ya. yang selama kita disini udah ngasih kita banyak bonus makanan. "Justin juga ikut mengucapkan terimakasih nya.
"ahh itu bukan apa apa nak". sahut Alma merendah.
lalu Justin memberikan satu paperbag ke pada Alma.
"kemaren waktu jalan jalan aku lihat ini. terus aku ingat jika tante bakalan punya cucu. jadi aku beli ini untuk cucu tante nantinya. maaf ya tan. kalau menurut tante jelek atau nanti anak tante ga suka". ujar Justin.
Alma menerima paperbag tersebut dan mengintip isinya. ia melihat sepasang sepatu mungil berwarna putih.
"ya Allah nak Justin terimakasih banyak yo. cantik sekali ini. tante yakin Jasmine pasti suka".sahut Alma sumringah.
"aku ga tau bakalan calon bayinya apa tante. jadi aku pilih putih agar netral. jadi bisa di pakai oleh kedua jenis kelamin bayi nantinya". jelas Justin.
"ahh.. tidak apa apa nak. ini sudah melebihi bagus kok. terimakasih ya? ". sahut Alma.
__ADS_1
setelah saling berpesan dan berpamitan pada Alma. maka Justin dan keluarga pun meninggalkan tempat itu menuju bandara untuk kembali ke Mdn.
...----------------...
malamnya setelah pulang dari restoran Alma singgah melihat keadaan Dea. ia masuk rumah dan melihat Dea sedang membuat roti panggang dan ia juga melihat segelas susu di atas meja makan.
"kalau lapar lagi kenapo tak telpon tante. biar tante belikan makanan yang kamu inginkan ". ucap Alma yang mengerti jika selama kehamilan wanita hamil merasa selalu kelaparan.
"ga juga tante. aku cuma iseng buat cemilan aja kok. gimana restoran hari ini tante?". sahut Dea dan di akhiri dengan pertanyaan.
"baik baik saja Jasmine. seperti biasa". sahut Alma dan menarik salah kursi meja makan untuk ia duduki.
"maaf ya tan. aku ga bisa bantuin tante hari ini". sahut Dea yang merasa tak enak hati karena telah membohongi orang yang telah menolongnya selama ini.
"tidak apa apa sayang. memang sudah seharusnya kamu banyak istirahat. dan simpan tenaga agar kuat menghadapi kelahiran nantinyo". balas Alma.
lalu Alma mengambil paperbag hadiah pemberian Justin untuk bayinya Dea. ia meletakkannya di atas meja makan.
"ini tadi ada tamu hotel yang memberikan ini sebagai hadiah untuk bayi kamu Jasmine".ucap Alma seraya mendorong paperbag tersebut ke arah Dea.
Dea membuka paperbag tersebut, serta mengambil isinya. sontak netranya berbinar cerah melihat isi paperbag tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
selamat menunaikan ibadah puasa ya readers.
tetap semangat.
jangan lupa untuk
like
vote
komen
rate
favorit
__ADS_1