
# selamat menikmati episode ini
Alma kembali ke rumah sakit setelah Arjun menemui Alma di restoran setelah habis maghrib. ketika Alma membuka pintu kamar dimana Dea menginap. ia melihat Dea yang tertidur pulas dengan tangan kirinya yang berada di dalam box bayi tepat menyentuh kaki bayi tampan itu.
Alma perlahan memindahkan tangan Dea dan membawanya ke sisi tubuhnya. Dea terhenyak bangun matanya menatap tajam pada Alma lalu mengedipkan matanya setelah melihat senyum Alma yang di tujukan untuk dirinya.
"tidurlah kembali Jasmine. biar si bayi ambo yang jago". titah Alma lembut.
lalu Dea kembali tidur setelah ia merasa nyaman mendengar suara Alma.
...----------------...
lima hari berlalu semenjak Midea melahirkan. semua bergantian menemani dan membantu Dea di rumah begitupun Retha yang meminta ijin pada suaminya untuk menginap beberapa hari di rumah Jasmine.
setelah membereskan keperluan Dea barulah Alma berangkat ke Restoran seperti pagi ini. sementara Retha yang sedang belajar menjadi ibu pun turut membantu Dea dengan memandikan sang bayi setelah dua hari ini ia belajar langsung dari bidan dan juga tante Alma.
"aduuuh kamyu itu gemesin kali lah". ujar Retha seraya membelai lembut kepala sang bayi dengan air hangat.
Dea yang sedang menikmati susu menyusui dan sepotong roti dengan selai coklatnya tersenyum simpul melihat temannya Jasmine itu. Dea memperhatikan Retha yang mulai telaten mengasuh bayinya.
"kamu udah cocok jadi Dokter anak Tha". ujar Dea.
"hehehe doain aja". kekeh Retha.
"keren". sahut Dea seraya menyeruput susu putihnya.
"keren?. kamu juga keren Jasmine. bisa melahirkan anak secakep ini. di saat wanita seusia kamu tengah asyik mengejar karier. kamu sudah menjadi seorang ibu". puji Retha untuk memberi semangat pada temannya itu.
"meskipun tanpa suami". bathin Retha.
Dea bergeming. Dea memang bahagia karena bisa menjadi wanita seutuhnya tetapi mungkin kebahagiaan nya akan lengkap jika suaminya mengakui dirinya.
"nah sudah siap. udah wangi ya dek. sekarang mimik cucu dulu ya sama bunda". ujar Retha kepada sang bayi yang sudah ia balut tubuh mungilnya dengan kain berbahan katun itu.
__ADS_1
"bunda udah siap sarapannya?. dedeknya mau mik ini". tanya Retha yang ditujukan kepada Dea.
"sini Tha". pinta Dea. seraya mengulurkan kedua tangannya untuk menyambut bayi yang di impikannya selama ini.
lalu Retha pun memberikan baby boy tersebut kepada Dea untuk di susui. Retha memperhatikan sahabatnya itu dengan perasaan campur aduk, antara haru bahagia dan juga rasa sedih yang terdalam.
bagaimana pun yang ia inginkan adalah kebahagiaan dari keluarga yang sempurna untuk teman temannya. tetapi kenyataan yang ia temui malah berbanding terbalik dengan harapannya.
Dea melirik Retha yang terus menatapnya. ia pun menjadi canggung. dan ia menjadi ketakutan sendiri jika Retha mencurigai sesuatu pada dirinya.
"ada apa? ". ada yang salah di diri aku? ". tanya Dea hati hati.
"ohh. itu. aku cuma ngebayangin jika yang menyusui itu adalah aku. hehehe". kekeh Retha kikuk yang sebelumnya ia pun gelagapan dalam menjawab pertanyaan dari Dea.
"mmmm...aku mau buat makan siang. kamu mau di masakin apa hari ini?. tanya Retha yang ingin menghilangkan rasa kikuknya.
"tetapi jangan minta yang bersantan. kata tante Alma belum boleh. meskipun tak ada larangan sih dari Dokter nya". lanjut Retha menampilkan senyum imutnya.
"rebusan daun katuk dengan toge juga boleh. tapi aku mau ikannya di bakar ya Tha. dengan banyak kecap manis". pinta Dea.
"oke bunda. ummi Retha bakal masakin spesial permintaan dari bunda Jasmine. agar si jagoan ciliknya tambah montok". kekeh Retha.
"iya makasih ummi". sahut Dea dengan nada yang selembut mungkin.
lalu keduanya pun terkekeh.
sepeninggalnya Retha. Dea menghidupkan televisi untuk mengetahui berita terkini. sebenarnya melalui ponselnya ia pun bisa mengetahui berita ter update. tetapi karena ia sedang menyusui ia urungkan niatnya bermain ponsel. ia tak mau anaknya terkena radiasi dari ponselnya.
awalnya beritanya mengenai ekonomi dan even olahraga dunia serta konser musik yang sedang di gandrungi anak remaja sekarang.
hingga akhirnya Dea mendengar dari sang pewarta berita meliput tentang berita kebahagiaan terbaru dari keluarga Kehl Ardiansyah.
Dimana sang pewarta dengan wajah yang sumringah memberitakan kabar acara tujuh bulanan anak kedua dari pasangan bahagia Justin Kehl Ardiansyah dan Namira Orchidea. dan juga cucu kedua dari keluarga ternama Ardiansyah dan juga Archidean.
__ADS_1
Dea bergeming di depan televisi flat tersebut. ia menyaksikan acara tujuh bulanan tersebut yang di buat dengan sangat mewah. ia melihat raut wajah madunya yang tampak sangat bahagia dengan Justin yang selalu berada di samping nya, dari proses siraman hingga moment pengambilan foto bersama keluarga.
Dea masih saja terpaku menatap layar kaca yang di hadapannya dengan hati yang masygul. bahkan anak Justin yang pertama turut menjadi rebutan untuk menggendong nya dari seluruh keluarga yang hadir. meskipun wajah putri mereka di blur tetapi Dea tau jika itu adalah putri dari suami paksanya tersebut. karena di tandai dengan gelang putih yang sama dengan madunya pakai.
Miris hati Dea jika mengingat acara tujuh bulanannya yang sangat berbeda jauh dengan yang di selenggarakan oleh Justin untuk istrinya.
jangankan untuk memesan gaun yang mewah yang khusus ia pakai di hari spesialnya. apa lagi menggunakan perhiasan mahal yang seperti madunya pakai yang melingkar di leher putihnya.
seluruh biaya dari acara siraman yang terjadi dua bulan yang lalu untuk dirinya adalah murni milik tante Alma dan suaminya yang menganggap jika dirinya adalah Jasmine mereka. mungkin jika mereka tau kalau dirinya bukan Jasmine bisa saja mereka mendepak Dea dari rumah ini.
Dea menarik sebelah sudut bibirnya dengan netra yang masih menatap layar kaca tersebut.
"cih". decih Dea.
"Justin. Namira akan ada saatnya aku akan membuat perhitungan dengan kalian". desisnya.
"aku harus berakting sebaik mungkin. agar aku bisa seperti Jasmine yang sebenarnya. akan lebih baik jika Jasmine tidak kembali untuk selamanya". lanjutnya seraya menggenggam erat remote tv tersebut.
sementara netranya menyorot tajam ke arah tv dengan hati yang miris.
suara tangis bayi menyadarkannya lalu ia berusaha menenangkan bayinya yang menangis tersebut. seolah olah sang bayi tidak rela jika ibunya merasa Sedih.
"husssd... sssst maaf sayang maaf. bunda janji bunda ga akan sedih lagi. maafin bunda ya nak". Ucap Dea sendu seraya mendekap erat tubuh bayinya dan mengecup ngecup pipi sang bayi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
hai my readers yang paling caem...
mohon dukungan nya ya untuk novel ini dengan memberikan like, vote, rate, komen, favorit dan poin 😊
terima kasih the readers yang super duper caem... ❤❤❤❤
semoga the readers di beri kesehatan dan di mudahkan rezekinya. supaya bisa beli kuota lagi hehehe
__ADS_1