She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Dee di mata Justin 2


__ADS_3

# selamat menikmati episode ini.


selama dalam perjamuan keluarga, tak banyak yang bisa di lakukan Justin untuk menarik simpati pada Dean. semakin ia mencoba beramah tamah pada anak lelaki itu. semakin Dean tak perduli dan malah bersikap dingin padanya. Dean lebih sering menempel pada Satria.


seperti saat ini, ketika Satria dan Justin sedang membicarakan masalah event buat para mahasiswa yang di selenggarakan tiga minggu lagi di perusahaan nya. perhatian Justin selalu pada Dean yang bergelayut manja pada Satria. Justin merasa di kacangin oleh keduanya.


"akrab banget mereka berdua". bathinnya.


"abi.. buka". pinta Dean saat menyodorkan satu bungkus coklat yang Justin bawa dari Aussie untuk Keyra.


melihat Dean suka dengan Coklat. Justin pun menawari coklatnya lagi.


"ini mau lagi Dee?". tawar Justin.


"ga". tolak Dean seraya menggeleng gelengkan kepalanya.


"ambil aja Dee. Daddynya Keyra baik kok". pinta Satria pada Dean.


"ga mau abi... ". tolak Dean dengan sedikit lantang.


akhirnya Justin pun mengalah. ia meletakkan coklatnya di atas meja.


"abi". panggil Dean.


"ya sayang. ada apa? ". tanya Satria.


"kita puyang yuk". ajak Dean.


"kok cepet banget Dee. kan kita belum habisin cemilan nya. kan sayang grandmanya Kak Keyra udah capek capek buatin untuk kita". tutur Satria menjelaskan keberatan nya pada Dean.


"ayok abi. dirumah kan banyak di buatin sama bunda. kalau udah habis nanti Dean sama bunda buatin lagi kuenya". ujar Dean jujur.


"hehehe.. iya abi tau. bunda kamu memang is the best deh kalau soal masak". ujar Satria.


"apa bundanya pintar memasak? ". tanya Justin.


"iya. bundanya pernah menjadi koki di sebuah restoran di kota pdg". sahut Satria.


Justin manggut manggut seraya tersenyum simpul.


"oiya. kapan kapan abang mainlah kerumah kami. biar bisa ketemu sama bundanya Dee". ajak Satria.


"tanya sama Dee. boleh ga aku kerumahnya untuk main main" ungkap Justin pada Satria.


lalu Satria pun bertanya pada Dean yang ada di pangkuannya.


"Dee boleh Daddynya Keyra main ke rumah kita. sekalian bunda sama Dee yang masakin untuk Daddynya dan grandama".


"ga boleh. cuma grandma dan kak Keyra aja yang boleh main ke rumah abi". sahut Dean.


"loh kenapa Dee?". tanya Justin.


Dean tidak menjawab. ia hanya menatap tajam ayah biologisnya itu dengan ujung mata sebelum berbalik menatap Satria dengan binar mata yang penuh dengan permohonan.

__ADS_1


"aku ga suka abi. nanti bunda capek terus sedih ". sahut Dean sendu.


Justin dan Satria tersenyum. mereka berdua kagum pada sifat anak sekecil ini. yang memiliki rasa sayang dan empati pada kesulitan orang tuanya.


"loh nanti kita yang bantuin kalau bundanya capek" tutur Justin bernada merayu.


"ga bole". sahut Dean yang mulai jutek menatap Justin.


lalu pandangannya kini beralih ke Satria


"abi.... ga bole ". ujarnya dengan permohonan.


"iya.. iya.. ga bole. cuma grandma sama kak Keyra aja yang bole main ke rumah kita" . sahut Satria tersenyum memeluk Dee.


sementara Justin yang melihat pemandangan tersebut terselip rasa sedikit cemburu. entah kenapa perasaan nya sedikit berbeda saat pertama kali melihat Dean secara langsung.


sementara Satria hanya bisa menatap Justin seraya mengangkat kedua bahunya.


waktu berlalu tanpa terasa memasuki malam yang kian larut. Dee dan Keyra menguap bersamaan. Retha langsung memberi kode pada Satria agar berpamitan pulang pada abang sepupunya itu. tetapi baru juga Satria membuka mulutnya, Keyra langsung mengadu pada Daddynya.


"Daddy I am sleepy Daddy".


"go to bedroom right now with your grandma. Daddy will follow later". titah Justin lembut.


"no. I wanna go with you Daddy". rengek Keyra.


melihat pemandangan itu dan juga melihat Dean yang mulai sayu matanya. akhirnya Satria pun meminta ijin pulang.


"bang. besok besok aja lagi kita bahas masalah perusahaan, kasihan Keyranya tu. lagian si Dee juga udah ngantuk. aku pamit pulang dulu ya? ". Pamit Satria.


"bah. hahaha abang ini bisa aja. macem orang lain aja aku di anggapnya". kekeh Satria.


lalu mereka pun berpelukan dan Satria mengajak istrinya yang sedang memangku Dean itu pulang.


"sampai jumpa di kantormu besok ya?". ucap Justin pada Satria.


"loh memangnya besok abang mau ke pabrik? ".tanya satria seraya membalikkan tubuhnya menghadap Justin.


"rencananya gitu. setelah abang sama Andra ngantor dulu di kantor sini. memangnya besok kamu masih ada jadwal ngajar? ". tanya Justin.


"cuma sampe siang. okelah bang. besok aku tunggu di sana". sahut Satria.


"ya. hati hati ya". ujar Justin.


"pulang ya bang". pamit Retha.


"iya. udah tidur ya?". tanya Justin yang melihat Dean terkulai lemas dalam gendongan Retha.


"belum. cuma ngantuk berat". sahut Retha.


"oh. hati hati ya". sahut Justin seraya mengusap usap rambut Dean yang lembut.


tetapi tangan mungil Dean buru buru menepis pergerakan telapak tangan Justin di atas kepalanya dengan kasar. Dean benar benar tidak menyukai belaian Justin. baginya belaian Justin membuat dirinya tidak nyaman. hal ini tentu saja membuat diri Justin terkesiap menatap batita tampan tersebut.

__ADS_1


Retha dan Satria tak menyangka jika Dean menepis tangan kekar itu dengan begitu kasar.


"Dee kok gitu. ga boleh kasar kasar sayang". tegur Retha lembut di telinga Dean.


"Dee ga suka ummi". ucap Dean kesal sembari membaringkan kepalanya di pundak Retha.


"its oke Tha. ga apa. namanya juga anak anak. mungkin dia udah capek". sahut Justin yang meringis di hatinya.


"maaf ya bang". ucap Retha yang merasa tak enak hati.


"iya ga apa". sahut Justin.


lalu keduanya pun pamit pulang berjalan memasuki lift menuju parkiran.


...----------------...


selama menunggu putranya pulang. Midea menghabiskan waktu dengan membaca dan mempelajari kembali makalah makalah yang menunjang skripsi nya.


ia merilik jam di dinding kamarnya yang menunjukkan waktu sepuluh malam. ia keluar kamar untuk melihat ke luar rumah apakah pasutri itu sudah kembali apa belum.


suara mobil memasuki halaman rumah. Midea pun segera keluar dan menghampiri mobil Satria untuk menyambut putranya itu.


"udah tidur ya Tha? ". tanya Dea setengah berbisik saat mengintip ke dalam mobil yang baru saja Retha buka pintunya.


"iya. barusan aja". sahut Retha seraya menyerahkan Dean ke pelukan Dea secara perlahan.


"mmmm... bunda... ". igau Dean tiba tiba.


"husssss.... ini bunda sayang. ini bunda". Dea menenangkan putranya kembali seraya mengusap usap pelan punggungnya.


tak lama ia menenangkan putranya kembali. akhirnya Dean pun kembali tenang dan tertidur di pundaknya Dea.


"makasih ya Tha. aku masuk dulu". pamit Dea pada sahabat nya Jasmine itu.


"iya Jasmine. sampai jumpa besok pagi ya? ". balas Retha.


Jasmine pun mengangguk dan tersenyum. lalu ia pun beranjak dari hadapan Retha menuju paviliun nya.


setiba di kamarnya. Dea merebahkan putra semata wayangnya itu ke atas ranjang. dan melepaskan sepatu dan juga atribut dan accesoriesnya. agar Deannya bisa tidur dengan nyaman.


"bobo yang nyenyak ya. besok kita main main lagi". ucap Dea sembari mengelus lembut rambut Dean dan mengecup pipi yang gembul itu.


...----------------...


sementara di dalam kamar mewahnya. Justin menatap putrinya yang baru saja ia tidurkan setelah menepuk nepuk sesaat punggung kecil itu. Justin masih memikirkan tentang anak batita tadi. entah kenapa perasaannya terhadap Dean begitu lain. seperti ada sesuatu yang tersembunyi pada anak sekecil itu.


"ahh.. mungkin aku hanya baperan saja karena sikap anak itu yang sedari pertama tidak menyukai aku. mungkin yang di katakan Retha benar adanya. Dee hanya butuh waktu untuk dekat terhadap orang baru". bathinnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


the next chapter


bagaimana ya perasaan nya si Justin saat melihat Rendy dan Arjun yang di panggil papa dan ayah oleh Dean. kira kira dia bakalan kesal ga ya?.

__ADS_1


nantikan di next chapter ya Readers. dan juga aku mohon dukungannya untuk novel ini dengan memberikan like, vote, komen, favoritnya dan juga share linknya ya readers yang cakep.


terimakasih


__ADS_2