
# selamat menikmati episode kali ini ya readers....
Di beberapa tahun silam..
Retha dan teman teman nya yang lain sedang menunggu di luar ruangan lab khusus kesediaan bahan baku obat obat an. Saat mereka sedang asyik menunggu santai dengan mengobrol, memainkan ponsel mereka tiba tiba salah satu asisten dosen keluar untuk bersiap siap mengikuti ujian mitem praktikum R/ (recipe) hari ini.
Tetapi sebelum mereka di persilahkan masuk. asisten tersebut memberi peringatan kembali tentang masalah peraturan tambahan selain yamg tertera di samping pintu masuk lab tersebut.
1). kuku yang harus pendek dan harus bersih. 2). Rambut yang tak boleh di urai dan harus di ikat rapi.
3). dilarang keras merokok
4). Di larang membawa alat yang terbuat dari bahan yang bisa menyebabkan kerusakan pada zat zat material yang berada di dalam lab.
5). Dilarang keras menyontek atau mengobek!!!.
"jadi bagi yang rambutnya panjang kayak nek lampir di bungkus saja pake plastik kresek kalau ga sempat bawa Hair capnya". canda sang asisten mengandung sarat sindiran pada mahasiswi yang suka menyepelekan peraturan.
"bagi yang punya kuku kuku nya yang panjang kek setan grandong tolong secepatnya di potong sekarang juga". Titah sang asisten yang mencibir beberapa murid perempuan yang memanjang kan kuku.
"oi nek kuku kau tu potong dulu. kuku pun pake kau gambar gambar segala". Cibir Didit ke Cindy yang terlihat elegan dengan kuku panjang yang telah di hiasi dengan bunga.
"tenang Dit. Nanti juga aku beresin ni kuku". Sahut Cindy cuek dan masih asyik dengan game di ponsel terbarunya.
"oi mak. potong dulu kuku kau sini.nanti kita tak di kasih masuk. Mitem ini mitem. Jangan main main kau". Hardik Merry pelan.
"iss bawel kali lah. Kalah kan jadinya". Gerutu Cindy kesal seraya menekan layar exit dari aplikasi gamenya.
"kuku nek. Kuku". Didit mengingatkan kembali.
"iya tau". Sahut Cindy.
Lalu ia pun dengan segera melepas kuku kukunya itu dengan santai.
"hah. adaaaa.. Aja kau Cin. Fashion kau tu bisa ya kukunya di lepasin macem gitu". Celetuk Didit.
__ADS_1
"iss kau Dit. jangan nampak kali lah kau kampung nya. Bikin malu unit kita aja lah". Celetuk Merry.
"aku laki laki wajar lah. Kecuali aku benci yang ngerti kali dengan hah hal kek gituan. Kau pun aneh Mer. Ya kan Jun, Ren". Sahut Didit yang meminta pembelaan dari sesama lelaki.
"mmm....iya..". Sahut keduanya serentak.
Sementara Jasmine tampak bingung dengan kukunya yang kini panjang setengah dari kukunya Cindy. Lalu ia meminta gunting kuku pada Retha.
"ya Jasmine. Ada apa?". Tanya Retha yang bahunya di colek Jasmine barusan.
"punya gunting kuku ga?". Tanya Jasmine sembari menggerakkan jarinya ke hadapan Retha.
Rendy yang memang Sedari tadi sudah memperhatikan percakapan dua sohib itu mengeluarkan sesuatu dari kantong celana nya.
"nih. Pake aja dulu". tawar Rendy sembari memberikan gantungan kunci motornya yang berupa gunting kuku kecil.
Jasmine mengambil gantungan kunci tersebut dari tangan Rendy seraya tersenyum mengucapkan terima kasih dengan gerakan bibirnya. sembari menunggu antrian masuk lab Jasmine pun segera memotong kuku kuku di jarinya. Tetapi ia juga bingung untuk mengumpulkan sampah kukunya yang telah di potong.
"kenapa Jes?"tanya Retha yang sedang memperhatikan sohibnya itu.
Jasmine menunjukkan sampah kukunya yang belum tau untuk menyimpannya di mana. Retha menyuruhnya untuk membuang saja. Tetapi Jasmine menggeleng pelan.
"aku lagi haid". Ucap Jasmine sembari menggerakkan tangannya.
Retha tersenyum mengerti saat tau jika keyakinan sohibnya itu mengikuti penjelasan Imam al-Ghazali dan Abu Thalib al-Makky dalam kitab Ihyaa ‘Uluum ad Dien. Mereka berpendapat hukum memotong kuku dan rambut saat haid adalah makruh. Pasalnya, perempuan yang haid sedang dalam keadaan junub.
Dan juga kebanyakan perempuan yang berada di ujung sumatera meyakini hal tersebut khususnya mereka yang berguru pada alim ulama yang terdahulu.
Lalu Retha mengeluarkan satu pot obat yang di dalamnya terdapat beberapa anak timbangan dalam ukuran miligram yang biasa mereka gunakan untuk kebutuhan praktek R/ mereka masing masing.
"tempat anak timbangan punya kamu mana?". Tanya Retha.
lalu Jasmine mengeluarkan satu kotak kaleng kecil yang di dalamnya terdapat anak timbangan kecil yang dalam ukuran sama dengan Retha.
"masukin punya aku ke tempat kamu". Ucap Retha memberi solusi.
__ADS_1
Lalu Jasmine pun membuka kotak kaleng kecil miliknya dan membiarkan Retha menggabungkan timbangan mini milik Retha dengan miliknya. Lalu Jasmine menutup rapat kotak kaleng kecil tersebut.
"kukunya tadi mana?". Nih masukin ke sini". Titah Retha seraya membuka tutup pot obat tersebut.
Jasmine tersenyum seraya mengikuti saran Retha. setelah kuku kukunya Jasmine teekumpul menjadi satu dalam pot obat yang kini dalam genggaman Retha. Maka Jasmine pun tidak lupa mengucapkan terima kasih pada sohibnya itu.
"terima kasih ya Tha". Ucap Jasmine dengan bibirnya.
"ya sama sama Jasmine". Sahut Retha seraya memasukkan pot obat tersebut ke dalam saku jas lab nya.
Selang beberapa detik kemudian, giliran mereka yang harus masuk mengikuti antrian yang kini sudah berada di ruangan lab tersebut.
Sebelum memulai mitem praktikum R/ bagi mahasiswa jurusan F*****i tersebut. mereka di beri pengarahan terlebih dahulu lalu di bagikan selembar kertas soal yang berisikan masing masing perintah untuk melaksanakan praktikum R/.
satu jam lebih berlalu hingga keseluruhan mahasiswa yang ada di lab tersebut pun selesai membuat satu sample bahan yang di minta berdasarkan soal di kertas masing masing. mereka di perbolehkan keluar setelah membereskan alat alat praktek di meja masing masing.
Jasmine dan Retha keluar dari ruangan tersebut seraya membuka baju lab nya masing masing dan menyimpannya di dalam tas ransel mereka. Lalu mereka semua berkumpul di kantin terdekat untuk melepas kan penat sejenak efek kebanyakan mikir dan berjalan jalan di sekitar lab hanya untuk mengambil bahan bahan obat untuk di jadikan satu material obat yang telah di tentukan dari pengawas lab.
Hingga keduanya pun tanpa sadar melupakan tentang pot obat yang berisi kukunya Jasmine hingga Retha membawanya pulang dan meletakkannya di keranjang cucian.
Retha tersenyum mengingat kisah lalu saat itu. Kini di tangannya menggenggam erat sebuah benda kecil yang amat berharga baginya kini. Kukunya Jasmine adalah satu satunya barang peninggalan milik Jasmine yang berasal dari anggota tubuhnya yang bisa di jadikan barang bukti dan juga tes DNA nantinya.
"srmoga semuanya berjalan lancar dengan adanya ini". Gumam Retha lega karena tak lama lagi ia akan mengetahui apa Midea dan Jasmine yang sebenarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.
Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers
Di ig Hazhilka
Di NT Hazhilka279
#Hazhilka
__ADS_1
ig Hazhilka279
Terima kasih.