WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
IMPOSSIBLE LOVE


__ADS_3

DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


Pagi ini Ririen dan teteh Risye kalap di pasar Beringharjo, mereka melupakan kehadiran  Putra. Mereka sibuk memilih baju untuk anak-anak mereka dan tentunya anak mbak Wiwied. Putra dibutuhkan ketika membawa hasil belanjaan saja. Namun Putra tetap diam tanpa mengeluh, dia sangat bahagia melihat wajah ceria istrinya.


“Sudah?” tanya Putra ketika Ririen mengajaknya kembali ke kamar mereka.


“Yakin sudah mborongnya?” tanyanya lagi.


“Ha ha hha ha, maaf Dadd, kalap kalau liat dress-dress kecil cantik dengan motif batik,” lapor Ririen.


“Marah?” tanya Ririen lagi.


“Enggak marah, makanya Daddy tanya, beneran udah puas? Atau masih mau belanja lagi?” tanya Putra santai.


“Udah ah, nanti Teteh dimarahin A’ Gilar. Dia mah paling suka ngomel kalau Teteh banyak belanja,” kata teteh Risye dengan logat Sunda yang kental. Tiga menantu perempuan mama Rini memang hanya teteh Risye yang Sunda, mbak Wiwied perempuan Jawa dengan medok Jawa Timur yang kental. Sedang Ririen keturunan Jawa hanya sejak lahir di Jakarta jadi tidak terlalu medok logat Jawanya.


“Nanti bilang aja itu belanjaan Ririen, ‘kan buat mbak Wiwied dan anak-anaknya juga dari Ririen, biar A’ Gilar enggak marah,” usul Putra. Tadi juga Ririen banyak membelikan mama, Nuna serta ibu.


“Ha ha ha iya juga ya, tadi juga hampir semua belanjaan punya Teteh, Ririen yang bayar koq,” cetus teteh Risye.


“Enggak jadi takut dimarahin deh,” lanjutnya senang.


***


Enam bulan sejak transaksi tanah untuk kantor, Putra mulai bergerak di Jogja. Di Jogja  Putra mendirikan perusahaan baru, tidak lagi menggunakan bendera PT TRIPLE ‘P’ KARYA melainkan menggunakan nama PT PURIEN PURWANAGARA PERSADA.

__ADS_1


Nama triple ‘P’ dulu diambil dari Putra Pamungkas Purwanagara. Sedang purien jelas singkatan nama Putra-Ririen. Dengan nama komisaris utama yang terdaftar adalah ARIENKA DEWI PURBOWISONO.


Putra menggunakan nama Ririen sebagai komisaris utama dengan alasan itu merupakan salah satu cara agar Ririen merasa nyaman dan tidak takut diduakan. Semua harta yang ada  sudah atas nama Ririen.  Sertifikat rumah di Jogja pun atas nama Ririen.


Selama proses pembangunan rumah dan kantor, hanya Putra yang sering bolak balik mengawasi. Ririen tidak pernah ikut campur. Namun sejak kantor Jogja di buka bulan lalu Putra menjadi lebih sering menginap lama di Jogja. Selain itu supermarket bangunan yang ditangani oleh A’ Hilman juga sudah operasional empat bulan lalu.


Putra jadi sering frustasi karena tidak tahan berpisah lama-lama dengan ke enam cintanya. Ini yang membuatnya memaksa Ririen agar segera pindah ke Jogja walau rumah belum terlalu siap.


Tahun ajaran sedang nanggung bila anak-anak pindah sekolah, tentu saja Ririen enggan memenuhi permintaan suaminya. Kali ini dia ikut dengan Putra, membawa baby twins serta bu Nia, pengasuh anak-anak terbarunya, usianya sudah lebih tua darinya. Bu Nia asli Jogja, sehingga akan mempermudah Ririen mengenal lingkungan tempat tinggal barunya.


“Kita akan masak apa Bu? Alat dapur kita masih seadanya” tanya Ririen pada bu Nia.


“Saya sudah menanak nasi Ndoro, lauk sudah goreng bandeng presto dan tadi beli gudeg saat ke warung untuk beli bandeng. Ada telur, keju dan aneka sayuran untuk omelet anak-anak,” jawab bu Nia.


“Ya wis cukuplah, tambah bening aja buat sayur anak-anak ya?” perintah Ririen sambil melanjutkan memakaikan baju pada Leona .


“Belum Mom, kita kasih sarapan duo princess dulu aja baru kita sarapan. Nanti kopi akan Daddy habiskan sebelum berangkat ke supermarket, karena hari ini jadwal ketemu dengan pihak pabrik cat yang minta isi barang di supermarket.”


Putra dan Ririen menyuapi omelet sayur sebagai sarapan anak-anak bungsu mereka. Sempat terbersit pikiran buruk di batin Ririen, apakah Putra bahagia dengan kondisi saat ini, mereka hanya dengan dua anak kandungnya saja. Ditatapnya wajah bahagia suaminya yang sedang menyuapi Leona.


“Enggak usah berpikir buruk Mom. Jangan pikir Daddy sangat bahagia hanya dengan dua anak kandungku ini aja, karena bagiku tiga anak yang lain semua anak kandungku,” bisik Putra ditelinga Ririen seakan bisa membaca pikiran istrinya saat ini. Dikecupnya pelipis istrinya lalu dia lanjut menyuapi.


***


Hari ini Ririen mengadakan tumpengan selametan rumah baru, sudah tiga minggu keluarganya menetap di Jogja, minggu depan anak-anak juga mulai sekolah di sini. Semua keluarga besarnya hadir termasuk kakek sebagai sesepuh Purwanagara. Nuna yang sudah bertunangan dengan Tetuko pun datang dan memakai batik sarimbit ( pasangan ).


Ririen tidak sadar mengapa Putra minta selametan rumahnya hari ini, bukan di week end. Dia menerima alasan Putra kalau week end pesawat penuh sehingga pada kesulitan datang. Saat ini semua sudah hadir di ruang keluarganya. Mereka berdoa bersama agar rumah yang mereka tempati akan membawa kedamaian, keberkahan dan rizky bagi para penghuninya.

__ADS_1


Selesai berdoa Putra memberikan bungkusan kado bagi istrinya “Selamat ulang tahun pemilik hatiku!” ucapnya sambil memeluk dan mencium kening istrinya.


Ririen malah kaget, karena dia melupakan hari ulang tahunnya. Dia menangis mendapat kejutan manis dari suami tercintanya. “Thank you so much Honey,” bisiknya sambil erat memeluk suaminya.


Setelah makan tumpeng, semua memberi kado pada Ririen dan mereka sepakat membukanya bersama. Ririen bahagia dengan kado dari anaknya berupa hasil karya mereka. Yang paling membuatnya speechless adalah kado dari suami tercintanya. Suaminya menyerahkan 5 sertifikat tanah.


Sertifikat pertama adalah tanahnya yang di Cilangkap, yang dia minta jual, ternyata berganti pemilik menjadi atas nama Alesha Putri Purwanagara  padahal ketika itu dia sudah menerima uang penjualan tanah tersebut.


Lalu sertifikat ke dua adalah sertifikat rumah mereka di Duren Sawit yang berubah menjadi nama Fajar Setyawan  Mahendra. Sertifikat ke tiga adalah sertifikat tanah kantor di Duren Sawit yang berganti menjadi nama Fajri Ramadhan Mahendra. Sertifikat keempat adalah sertifikat rumah yang sekarang mereka tempati, atas nama dirinya sendiri. Dan sertifikat kelima tanah kantor Jogja juga atas namanya.


Inikah hadiah yang Allah berikan atas kesabarannya menghadapi nasib buruknya menjadi istri Ricky? Dia benar-benar mendapat hadiah berupa cinta anak kecil yang sering dia mentahkan lamarannya dengan menyebutnya sebagai  IMPOSSIBLE LOVE


***


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  TELL LAURA I LOVE HER  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2