
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Ricky sedang duduk santai diteras rumah kecil milik istrinya. Alhamdulillah istrinya pandai mengelola uang warisan papa kandungnya. Ricky benar-benar sudah tak mau lagi mengejar segel baru. Dia merasa takut karena punya putri lagi dari Shintia.
Riani Putri Mahendra putri Ricky dan Shintia sekarang sudah berusia enam bulan. Dan Ricky memang sampai saat ini sudah tak pernah berniat lirik jidat licin. Dia takut Akesha dan Riani terkena karma karena perbuatan buruknya.
Semua uang gaji dia serahkan pada Shintia tanpa dipotong sama sekali. Untuk rokok dan bensin Ricky menggunakan uang makan yang diterima setiap hari Sabtu. Karyawan gudang memang wajib kerja enam hari. Bukan lima hari dalam satu minggu.
“Memang sejak kapan dia mulai makan?” tanya Ricky.
“Papa, umur anak sendiri enggak tahu. Jadi enggak tahu kapan dia boleh dikasih MPASI. Bahkan Papa enggak pernah tahu jadwal periksa rutin Riani. Apalagi tahu jadwal imunisasinya,” bukan menjawab apa yang Ricky tanya, Shintia malah ngomel dulu.
DEG
Ricky tertikam sembilu. Ucapan Shintia istrinya sangat benar. Dia bahkan sejak hamil saja tak pernah menemani Shintia periksa bila tak dipaksa. Selama kehamilan hanya dua kali dia menemani istri ke empatnya itu.
Ricky TERBAYANG MASA LALU. Lima belas tahun lalu, sat awal pernikahan dengan Ririen dan istrinya mulai hamil Fajar.
“Pa, tiap bulan WAJIB antar periksa kandungan. Kalau sampai Papa enggak temani aku ke dokter makan Papa harus pisah tidur di kamar tamu,” Ririen mengancam suaminya.
__ADS_1
Maka Ricky dengan patuh akan menemani setiaap Ririen periksa kehamilan. Dan dokter pasti akan memberi nasehat agar dia memperhatikan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan istrinya saat hamil.
Setelah Fajar lahir maka Ririen memberi aturan baru. “Pa, tiap pagi dan malam WAJIB cium dan peluk Fajar. Agar dia tahu kamu mencintainya.”
Ricky ingat semua itu. Lalu dia mulai bermain mata hingga akhirnya Ririen minta cerai saat sedang hamil anak mereka yang ketiga.
Ricky tahu Ririen hamil ketika mereka bertemu saat pembagian uang penjualan rumah mereka. Saat itu Ririen sedang hamil enam bulan.
“Ma, aku mau kita rujuk. Kasihan baby kalau enggak ada Papa,” akhirnya seminggu kemudian Ricky berupaya minta rujuk pada Ririen.
“Apa peranmu berpengaruh baik untuk anak-anakku? Bahkan Fajar dan Fajri saja tidak pernah kamu sentuh kalau aku tidak merengek dan mengancammu agar kamu touch mereka. Terlebih bayi ini yang tidak pernah tahu siapa kamu. Dia tidak pernah butuh lelaki breng-sek sepertimu,” itu jawaban yang Ricky terima saat dia pertama kali minta rujuk setelah mereka bercerai loma bulan.
Berikutnya Ricky kembali minta rujuk saat Alesha berumur empat puluh hari. Dia melihat Ririen sedang kontrol Alesha sedang Ricky sendiri ke rumah sakit untuk mengantar perempuan yang sedang dekat dengaannya untuk diberi suntikan pencegah kehamilan agar dia tak dituntut menghamili perempuan.
“KESATU, jangan panggil aku dengan sebutan MAMA, karena aku bukan ibumu. Dan KEDUA anak ini bukan bayimu. Tak perlu melihatnya,” Ririen menolak permintaan Ricky.
“Kalau begitu beri Papa kesempatan kedua. Kita rujuk demi anak-anak,” pinta Ricky. Karena hanya dengan Ririen, Ricky merasa memiliki ‘rumah’ untuk jiwanya pulang. Wlau burungnya senang cari sarang lain. Tapi jiwanya hanya butuh Ririen.
“Ha ha ha, kamu alasan demi anak-anak? Otak kamu waras?” pancing Ririen.
“Papa sangat mencintai mereka Ma,” jawab Ricky dengan taanpa dosa.
“Kamu bilang cinta? Apa kamu ingat punya kewajiban memberi nafkah dua anakmu sampai mereka dewasa? Mana bukti cintamu? Apa kamu pernah berikan? Cinta seperti apa yang kamu maksud?”
__ADS_1
“Apa kamu pernah memandikan mereka? Menuntun mereka saat belajar jalan. Mendekap mereka saat mereka menangis dan menyuapi mereka saat mereka mulai belajar makan? Ini terakhir kali aku mendengar kamu ngegombal minta rujuk apalagi dengan alasan untuk anak-anak.”
“Kamu sudah berapa kali aku beri kesempatan? Bahkan mamamu sampai memohon agar kamu bisa dapat kesempatan itu. Tapi apa kamu berobah?” Ririen langsung mengajak asisten rumah tangganya pergi dari rumah sakit setelah obat untuk Alesha mereka terima.
“Apa yang kamu lamunin?” tanya Shintia keras. Membuat Ricky KEMBALI KEMASA KINI.
‘Benar, aku bahkan tak pernah menyuapi semua anak-anakku. Tak pernah bicara dengan mereka sejak kecil walau Ririen minta aku wajib melakukan hal itu sejak mereka lahir,’ Ricky ingat cara bicara tiga anaknya dengan Ririen yang sangat akrab dan terlihat cerdas.
‘Apa selain cinta dan bimbingan Ririen. Ketiganya mendapat cinta dan bimbingan ayah baru mereka yang mereka panggil daddy?’ Ricky terus memikirkaan ketiga anaknya.
‘Kami tidak butuh harta anda. Saya yakin anak anda lebih butuh dari kami!’ kata-kata Fajar jelas sangat menghina dirinya.
‘Mereka bahkan sudah bisa menghasilkan uang sendiri. Dan kemarin papa bilang tabungan Fajri cukup untuk beli mobil sport dan rumah mewah. Padahal anak itu baru berusia sepuluh tahun,’ Ricky makin sadar dia sangat salah terhadap ketiga anaknya.
‘Aku akan berubah. Aku akan menjadi papa yang baik untuk Riani,’ Ricky membulatkan tekadnya. Akan belajar menjadi papa bagi Riani dan adik-adiknya kelak
\===========================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
__ADS_1
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta