
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Putra melihat rona bahagia diwajah istrinya saat impiannya mulai dikerjakan. Sebagai arsitek tentu sangat mudah untuk Putra membangun nursery sesuai konsep yang Ririen inginkan.
“Berapa lama pembangunan ini Mom?” tanya Alesha. Gadis kecil ini sangat senang akan melihat banyak koleksi tanaman bertambah di kebun milik mommy nya.
“Daddy bilang dalam dua minggu bangunan sudah siap. Jadi Mommy pesan media, obat-obatan, pupuk dan pot, juga mintanya datang sesudah dua minggu agar enggak acak aduk pekerjaan tukangnya. Sekarang yang perlu kita belanjain keperluan kantor nusery, alat tembak harga, bikin kartu nama, spanduk, banner dan semua hal yang menyangkut administrasi nursery lah,” sahut Ririen sambil memarkirkan mobilnya di sebuah toko buku terlengkap di daerah Gejayan, Jogja.
Memang Ririen lebih suka belanja dengan Alesha daripada si kembar yang selalu berantem saat memilih sesuatu. “Kita langsung jemput adek-adek Mom?” tanya Alesha sesudah mereka beli ATK ( alat tulis kantor ).
“Iya, nanti dari sekolah baru kita makan siang bareng,” balas Ririen sambil memasukkan belanjaan mereka ke bagasi. Karena nanti kedua putri kecilnya akan duduk di jok belakang.
***
Hari ini pot lebih dulu datang di nursery yang sejak dua hari lalu sudah selesai pembangunannya. Ririen sudah menerima dua orang pekerja. Keduanya tidak mau tinggal d kamar yang disediakan karena rumah mereka tak terlalu jauh. Mereka datang sesuai jam kerja saja.
“Kalian bantu turunkan dulu. Nanti diatur sesuai jenis dan size ya. Dan jangan lupa saat membuka kalian catat jumlah, jenis serta kondisinya. Bila ada yang cacat kalian catat dan pisahkan.”
***
__ADS_1
“Mau tambah ini?” tanya Ririen pada kedua gadis kembarnya. Walau sibuk dengan usaha barunya, tetap prioritas utama adalah anak-anak dan suami.
“Adek enggak mau itu, mau tambah tumis tauge aja,” jawab Leoni.
“Aku tambah semur daging aja,” jawab Leona. Tadi Ririen memang mengambilkan nasi dan sayur bening labu siam untuk kedua anaknya. Dia menawarkan ikan goreng. Tapi keduanya menolak.
“Adek tambah tempe ya? Kamu belum ada lauknya,” Ririen memaksa Leoni untuk tambah lauk dan sikecil hanya menjawab dengan anggukkan.
“Aku makin enggak suka ama Lukas, rasanya aku pengen tendang dia lagi,” Leona yang galak bercerita kejadian di kelasnya. Sejak awal Putra dan Ririen memang tidak mau Leoni dan Leona satu kelas.
“Kenapa?” tanya Ririen. Jam makan siang memang waktu anak-anaknya bercerita.
“Dia usilin Serena samapi Serena menangis. Tadi Lukas aku tendang kakinya biar menjauh dari Serena,” jawab Leona dengan gemas.
“Dia marah tapi enggak balas dan enggak nangis Mom. Aku kasihan sama Serena, dia sudah enggak punya ibu, sering dinakali Lukas sampai menangis,” Leona memberi alasan mengapa dia tidak suka pada Lukas.
“Seharusnya kamu jangan balas ke Lukas. Kamu bilang sama bu Guru agar Lukas dapat teguran bu guru,” Ririen menasehati Leona. Gadis kecilnya ini sudah lumayan ilmu bela diri karatenya karena Fajar yang langsung menjadi pelatihnya.
“Kamu tadi nangis di kelas?” tanya Ririen pada Leoni. Si bungsu dari lima bersaudara ini paling halus perasaannya dan paling cengeng.
“Enggak. Aku tadi melawan waktu kotak makanku mau diambil Lucia. Kata Abang dan Mas, kita enggak boleh ngalah terus. Jadi harus dilawan. Kita harus pertahanin milik kita,” jawab Leoni.
Biasanya Leoni hanya menangis saat bukunya direbut, makanannya diambil atau entah mengapa bajunya disiram atau dicoret. Leoni sudah lelah terus dibully, dia sekarang mulai melawan.
__ADS_1
“Nah gitu dong. Kamu sama Kakak kan jago karate. Kalau buat bela diri, ilmu itu boleh kita gunakan. Tapi enggak boleh nyerang orang duluan,” Ririen senang akhirnya Leoni mulai berubah.
“Habis ini kalian langsung bobo siang, biar nanti pas waktunya bikin PR enggak ngantuk,” Ririen meminta keduanya langsung tidur karena dia akan kembali ke depan untuk melihat pekerjaan para pegawainya.
***
“Bagaimana hari ini Mom?” tanya Putra saat mereka sedang berdua didepan televisi. Anak-anak dikamar masing-masing. Belum jam tidur, biasanya setelah mereka selesai belajar, mereka akan ikut ngobrol dengan kedua orang tuanya.
“Tadi media datang Dadd. Kemarin ‘kan sudah pot. Mungkin besok obat-obatan dan pupuk. Memang Mommy sengaja bedakan hari kedatangan agar Priyo dan Nandar enggak bingung kerjanya. Mereka ‘kan baru mulai kerja, belum terbiasa kalau menghadapi barang datang bersamaan,” Ririen memberitahu progress usahanya.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL TELL LAURA I LOVE HER YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL TELL LAURA I LOVE HER ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
__ADS_1
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta