
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
Siang ini Ririen sengaja membawa Fajri menemaninya mencari flat shoes karena Putra beberapa kali menasehatinya untuk mengganti sepatunya yang walau hanya lima cm tapi tetap membahayakan saat sedang hamil seperti sekarang.
Fajar sedang les karate sehingga tidak ikut. Dan Fajri minta buku musik untuk dia latihan gitar. Ririen mendahulukan mencari buku musik, selain tentang belajar gitar, dia juga membelikan buku untuk belajar piano dan suling bagi Fajri, dia tahu anaknya ini sangat suka segala hal tentang seni. Setelah banyak membeli buku baru mereka menuju toko sepatu.
Saat sedang memilih jenis sepatu Ririen dikagetkan teguran seseorang yang menyapanya sarkas “Wah udah hamil lagi aja nih!”
Ririen melihat tajam laki-laki itu dengan ji_jik, tapi dia tidak mau bertindak bodoh karena ada Fajri disisinya.
“Alhamdulillah saya bisa hamil lagi dengan suami resmi saya, bukan hasil zina dan enggak gonta ganti pasangan mesum!” jawab Ririen dengan jelas karena ini sudah ke tiga kali dia melihat Ricky dengan perempuan yang berbeda.
“Mommy, who’s this guy?” tanya Fajri sinis.
Ricky yang melihat anak usia empat tahun fasih berbicara bahasa Inggris tentu saja terkejut, tapi dia segera menyadari kalau itu adalah Fajri anaknya yang nomor dua. Sebelum Ririen menjawab, dia langsung menekuk kakinya dan berkata “Hallo Fajri, saya ayahmu.”
“I don’t know you, my daddy is working in his office and it’s not you,” jawab Fajri lugas. Ricky terpaku mendengar jawaban anak kecil yang belum berusia lima tahun itu.
“Dengar sendiri kan? Kamu bukan siapa-siapanya, dan kamu enggak ada artinya buat dia,” tukas Ririen sambil menggandeng Fajri meninggalkan toko itu. Meninggalkan mantan suaminya yang hanya bisa bengong memandangi punggung Fajri.
Ririen menjauh dari toko itu, dia mencoba focus mencari sepatu untuknya.
***
RICKY POV
Dia memang perempuan special. Bagus dalam karier dan berhasil mendidik anak-anak dengan sangat baik. Bahkan anak seusia Fajri sangat fasih berbahasa asing. Dan sedihnya sampai saat ini hanya dia yang aku cinta.
Perempuaan lain hanya untuk kepuasanku terhadap rasa sensasi perselingkuhan saja. Padahal dulu dengan Ririen aku juga puas. Hanya aku suka petualangan dengan sosok selain istri saja.
__ADS_1
Dengan perempuan lain aku hanya untuk kepuasan mendapatkan keperawanan tanpa harus menikah lebih dulu. Tak ada dari semua perempuan itu yang memang ingin aku nikahi. Tak ada. Hanya Ririen yang sejak dulu ingin aku nikahi.
Setelah bercerai dengan Okta dan melepas Tini setelah aku berhasil mendapatkan sari madunya, hari ini aku ingin merengkuh kembali Ririen mantan istriku itu.
Bahkan Diah yang saat ini jalan denganku dan aku anggap paling cantik dari semua selingkuhanku, aku anggap tak ada apa-apanya setelah tadi aku kembali melihat Ririen yang sedang hamil.
‘Aku akan berupaya mengejar Ririen kembali.’
“Siapa sih dia. Ayank sampai segitunya ngeliatin dia,” Diah kekasihku saat ini merajuk.
Sari madu Diah baru akan aku ambil hari ini sepulang mengajaknya belanja. Aku tentu tak ingin momen pertemuanku dengan Ririen menggagalkan niatku kali ini. Diah sudah sering aku buat make out dan dia tak pernah menolak walau awalnya malu-malu. Hari ini gawangnya harus berhasil aku bobol.
“Dia teman sekolah adikku,” jawabku jujur.
“Ayok kamu mau beli apa? Katanya habis itu mau main ke kontrakanku?” tanyaku pada Diah. Kontrakanku dengan Okta memang masih aku tempati. Bahkan aku melakukan pembobolan gawang Tini juga di kontrakan itu. Sehabis aku berhasil membobol gawang Diah aku akan pindah tempat. Tak enak berganti-ganti membawa perempuan di rumah yang sama. Kebetulan kontrakanku akan habis satu bulan lagi.
***
“Daddy, tadi Abang dibeliin Mommy buku-buku ini, nanti Daddy ajalin Abang ya?” pinta Fajri pada Putra.
“Wah banyak amat Bang, Abang mau pelajari yang mana?” tanya Putra.
“Semua!! Abang pengen bisa semua alat musik, tapi yang akan Abang jadikan pliolitas itu dlum,” jawab Fajri yang masih saja belum jelas huruf R nya.
“Wah hebaaaaat banget anak Daddy, ok kita akan belajar bersama ya, karena beberapa alat musik Daddy juga enggak bisa, nanti Daddy akan carikan sekolah musik yang dekat sini biar kamu bisa kuasai semua alat musik itu,” tentu saja Putra akan mendukung kemauan anaknya itu.
“Dad, tadi di mall ada olang yang bilang dia Ayah Abang, apa itu benel?” tanya Fajri lirih.
“Benar sayang, dia Ayahnya Abang, tapi Daddy tetap milik Abang! Dan Daddy sayang ama Abang,” Putra memeluk Fajri memberinya rasa nyaman. Dia ingat kejadian Fajar, dia tidak ingin Fajri juga ketakutan seperti Fajar.
***
__ADS_1
“Tadi ketemu ayahnya anak-anak Mom?” tanya Putra di tempat tidur, sekarang sudah tidak ada lagi pillow talk menjelang mereka tidur. Yang ada hanya Putra bertanya atau Putra bercerita.
Putra selalu berupaya menceritakan kegiatannya seharian agar Ririen tidak dapat info yang salah. Bahkan sering Putra memberitahu dia sedang dengan siapa dan di mana pada Ririen lewat pesan, sehingga bila Ririen atau siapa pun melihatnya, Ririen bisa tahu sebelum salah sangka.
“Hmm” jawab Ririen sambil tetap memejamkan matanya, kepalanya sudah ditarik Putra agar tidur didadanya.
Dikecupnya puncak kepala Ririen dengan lembut. “Cerita aja biar enggak kram perutnya. Jangan dipendam sendiri ya, Daddy kangen Mommy yang dulu. Diusapnya lembut perut Ririen yang semakin membuncit. “Kalian sehat terus ya, Daddy and Mommy love you all” bisiknya.
Putra mengangkat dagu Ririen agar memandangnya, dikecupnya bibir Ririen lembut. Dia merubah posisi tubuhnya menjadi tidur telungkup disisi Ririen, diciuminya perut Ririen, sambil terus berbisik.
“Maafin Daddy, Daddy enggak pernah punya niat bohong apalagi nge duain Mommy kalian. Buat dapetin Mommy aja udah susah banget, masa begitu dapet terus Daddy berubah. Bilangin Mommy, Daddy beneran sayang kalian semua. Kalian sehat terus ya di dalam. Daddy akan jaga kalian terus,” tak terasa air matanya jatuh ke perut Ririen.
ARIENKA DEWI PURBOWISONO POV
Aku sudah mati rasa, sering kulihat suamiku sangat lelah, kadang aku ingin menghiburnya, memanjakannya, memeluknya seperti sebelum aku mendengar perempuan masa lalunya mendatanginya dan mengatakan tak akan melupakan kenangan indah mereka.
Aku sadar diri, aku hanya perempuan biasa, lebih tua dari Putra dan punya tiga anak, tak akan sebanding dengan perempuan single yang seumuran bahkan mungkin lebih muda dari Putra dan mereka pernah melewati masa-masa manis sebelumnya.
Kembali aku harus terjatuh dalam penjara yang bernama rumah tangga! Kalau nanti aku memilih kembali bercerai bagaimana dengan anak-anakku yang sudah nyaman dengan kehadiran daddynya. Biarkan aku memilih bertahan seperti sekarang. Bertahan dengan hanya aku yang terluka, sementara anak-anakku dan orang tuaku aman.
\===============================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA : HARYANI, DENGAN JUDUL NOVEL MY CRAZZY LOVE YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
__ADS_1
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta