
HAIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII
BEBERAPA BAB KEDEPAN MASIH BANYA FLASH BACK SAAT AWAL PERCERAIAN ARIENKA DENGAN RICKY YAAA
SELAMAT MEMBACA
Meeting kali ini adalah meeting petinggi yang biasanya diadakan di kantor pusat, entah mengapa pak Insa pemilik perusahan meminta diadakan di kantor cabang Jakarta. Kantor cabang Jakarta yang dipimpin Ririen membawahi 5 anak cabang yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Utara.
Beberapa Branch Manager ( BM ) dari beberapa daerah sudah datang. Bali, Jawa tengah, Jogja, Jawa Timur, Medan, serta Sulut. Selain tentu saja Manager Personalia, Manager Keuangan, Manager Produksi serta Marketing Manager.
Diantara semuanya memang hanya Ririen perempuan satu-satunya yang menjabat Branch Manager. Ririen adalah Branch Manager Jakarta dan Jawa barat.
Inti meeting kali ini adalah peluncuran produk baru yaitu berupa pengadaan laboratorium bahasa di sekolah atau lembaga pengajaran. Tentu saja produk ini berbeda dengan program yang sudah lama berjalan, karena itu divisi produksi akan ditambah dengan orang-orang teknik khusus laboratoriumnya. Dan karena harga per unit adalah sangat mahal, maka peran Branch Manager lah yang harus langsung turun untuk menjadi ujung tombak pemasaran produk baru ini.
Pukul 16.00 rapat terpaksa di putus, karena tidak akan selesai sore ini dan nanggung bila hari ini di berikan product knowledge program baru ini. Materi akan diberikan besok mulai pukul 09.00 pagi.
Setelah meeting ditutup tentu saja semua tidak akan langsung pulang, sampai hampir maghrib baru masing-masing pulang, sudah lewat waktu kerja, tapi semua happy. Ririen sangat lelah dan dia mulai mual, karena sesudah meeting teman-teman sejawatnya yang merokok mulai ngelepus di depannya.
***
Ririen benar-benar lelah, tapi senang karena sebagai tuan rumah meeting dia tidak mengecewakan. Ririen juga lumayan paham tentang product knowledge nya. Besok dia istirahat meeting. Lusa akan langsung menurunkan ilmunya pada ke 5 Team Manager di bawahnya. Dia sudah menjadwalkan meeting akan sekalian makan siang di RumahPojok.
“Mbak, ini rujak bebegnya ( rujak bebeG pakai akhiran huruf G bukan K, merupakan rujak yang ditumbuk, dalam bahasa Betawi di bebeg ) belum ke makan lho,”
__ADS_1
Tuti mengingatkan Ririen saat Ririen sedang bersiap untuk pulang. Rujak itu tadi dia minta office boy membelikannya dan karena sedang meeting maka Tuti menyimpannya di kulkas dapur kantor.
“Hehehe, malah lupa Mbak, sini saya makan dulu sebelum pulang,” Ririen menerima rujak yang sudah dingin itu dengan sangat senang, tentu saja makin segar karena sudah dingin.
Setelah menghabiskan rujak bebegnya, Ririen segera pulang. Dalam mobil terdengar lagu lawas yang dia sukai. Terbawa suasana lagu lawas, Ririen mengingat penyebab dia nekat menggugat cerai mantan suaminya.
***
Semua kenangan melintas sebagai flash back di otaknya. Dulu saat pertama kali Ririen mengetahui Ricky mulai selingkuh adalah ketika Ricky masih kerja di perusahaan temannya yang bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja ( BLK ).
Maya teman Ricky membuka program pengajaran computer di BLK, dan Ricky adalah pengajar di sana, awalnya Ricky di tempatkan di BLK Bekasi. Namun karena cabang Karawang kosong maka Ricky dipindah tugaskan kesana. Akan sangat buang waktu dan buang ongkos bila tiap hari pulang pergi Karawang - Kranggan ( Bekasi ) maka Maya menyewakan rumah kost di sana untuk Handy dan Ricky, dua pengajar yang dia tempatkan di sana.
Saat itu mereka belum memiliki mobil. Hanya ada motor milik Ricky saja. Ririen mengajar tak menggunakan kendaraan sendiri. Dia naik angkot ( angkutan kota ) yang memang melewati depan rumahnya hingga ke SMA tempatnya mengajar saat itu.
Insting seorang istri tentu curiga melihat perubahan itu, karena beberapa kali temannya juga ada yang melihat Ricky nonton bioskop di Karawang. Tapi Ririen tak pernah mau menegur bila belum ada bukti. Itu akan membuat suaminya makin hati-hati. Dia tak mau seperti itu.
Ririen mencari info akurat dan menyiapkan amunisi sebelum berperang. Dia bukan perempuan yang mudah meledak-ledak.
Akhirnya setelah banyak memiliki amunisi Ririen mengajak adik iparnya untuk menemaninya ke Karawang di hari Jum’at, saat itu dia belum memiliki mobil, Ririen minta ditemani adik iparnya karena dia mulai hamil anak kedua usia kehamilan 2 bulan, dia takut bila terjadi sesuatu di jalan, dan juga sebagai saksi dari keluarga Ricky. Yoppie adalah suami Indira Mahendra, adik kandung Ricky.
Sampai di Karawang pas Ricky baru saja keluar dari kelas mengajarnya. Dari jauh Ririen melihat Ricky langsung berjalan pulang ke kost annya yang letaknya di belakang BLK. Sambil memperhatikan, sejak tadi Yoppie sang adik ipar mengorek keterangan ibu penjaga warung tempat mereka duduk dan minum teh.
Dari penjaga warung mereka mengetahui Ricky adalah incaran para gadis di sana, dan sekarang sedang pacaran dengan Nina gadis cantik anak pak Lurah desa sebelah yang memang ikut kelas pelatihan di sana.
Khabarnya pak Lurah menyetujui hubungan mereka dan sangat senang karena Nina akan dapat orang kota yang terpelajar. Sejak tiba di Karawang, Yoppie yang pegawai PLN telah menghubungi keponakannya yang tinggal di Karawang untuk meminjamkan motor agar dia bisa leluasa bergerak di sana.
__ADS_1
Tadi sore keponakan Yoppie datang dengan temannya sehingga ada 2 motor, Yoppie akan goncengan dengan Ririen sedang Amin, keponakan Yoppie akan boncengan dengan temannya.
Pukul 18.00 terlihat Ricky keluar kamar kostnya dan menguncinya. Dia tidak membawa ransel pakaiannya, artinya saat itu dia tidak akan pulang ke Kranggan rumahnya dengan Ririen. Ricky menaiki becak dari depan gang kamar kost nya menuju ke arah Barat.
‘Mungkin di sana rumah Nina,’ pikir Ririen saat itu.
Yoppie dan Amin mengikuti becak dari jarak jauh. Becak berhenti di depan sebuah rumah yang cukup besar dan megah. Ricky membuka pagar tanpa ragu dan memasuki halamannya dengan pasti tanpa keraguan. Di teras dia disambut oleh gadis cantik yang langsung memeluk lengannya dan mengajaknya masuk.
Ririen menunggu beberapa saat, dia merapikan penampilannya, melapis lipstiknya tipis, menyisir rambutnya yang sedikit berantakan tersapu angin saat naik motor barusan, lalu memasuki pagar rumah itu langsung ke pintu ruang tamu yang terbuka. Di sana dia melihat Ricky sedang berbincang dengan seorang laki-laki berpeci yang sangat wibawa, tak terlihat gadis tadi.
“Assalamu’alaykum,” Ririen langsung berdiri di pintu yang terbuka.
“Wa’alaykum salam,” jawab pemilik rumah dan berdiri untuk menghampirinya. “Teteh cari siapa?”
“Saya mau ketemu Nina boleh?” sahut Ririen santai.
====================================================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
__ADS_1