WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
NYIDANG UYUN


__ADS_3

DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


“Jadi gini Ma, Mama inget ‘kan waktu pak Ibrahim dateng kesini, ‘kan bik Uyun juga dateng trus dia bilang A’a mending cari yang lebih muda aja, jangan sama Ririen, di situ Ririen masih diem.”


“Besoknya kami ketemu di sekolahan Fajar, bik Uyun njeplak kalau A’a matanya ke tutup, udah lebih tua, si Ririen udah punya anak gede-gede. A’a udah tegur bi Uyun buat enggak bikin ribut di sekolahan.”


“Tapi ternyata peringatan A’a enggak digubris, tiap hari Ririen diejek ama semua ibu-ibu di sekolah katanya Ririen main pelet sehingga A’a mau ama dia. Seminggu Ririen enggak mau terima telepon dari A’a.”


“Pas A’a kemaren ke rumahnya dia udah mau bikin surat buat terima pekerjaan yang di Bali, dia minta A’a putusin dia karena dia enggak sanggup tiap hari diejek di sekolahan,” begitu Putra menjelaskan persoalannya pada mamanya.


“Tadi habis salat Subuh A’a telepon A’ Hilman, minta pendapatnya tentang mulut perempuan yang enggak ada terima kasihnya ke keluarga kita itu. Dia enggak inget mang Jali juga nikahin dia saat dia sudah beranak dua dan usia mang Jali satu tahun dibawah usianya.” Putra terus menceritakan masalah Uyun.


“A’ Hilman setuju kita stop bantuan bulanan ke dia karena katanya enggak mendidik. Bi Uyun jadi santai karena merasa tiap bulan dapat gaji walau enggak kerja dan ternyata bi Uyun juga suka nyinyirin teh Risye, A’ Gilar enggak lapor ke A’ Hilman, tapi teh Risye cerita ke teh Wiwied. Jadi A’ Hilman tau dari istrinya.” Putra menjelaskan semuanya dari awal.


“Ya udah Mama setuju aja, kurang ajar si Uyun ama menantu-menantu Mama, kayak dia yang paling bener aja. Semua menantu Mama enggak ada yang nadah ama suami, enggak kayak dia, pantes dia di tinggal ama laki pertamanya, mungkin karena begitu kelakuannya,” bu Rini jadi keqi saat mendengar cerita Putra.


Memang semua menantu Rini perempuan karier. Wiwied istri Hilman bekerja di sebuah retail barang kebutuhan pokok. Risye istri Gilar seorang notaris. Dan Ririen calon menantunya seorang branch manager. Semua bukan seperti Uyun yang bermulut besar.


“Tunggu Mama ganti baju, Mama juga pengen ngomong ke kakekmu,” katanya sambil masuk kamar untuk berganti baju, dia tidak menunggu jawaban Putra boleh ikut atau enggak. Rini juga dulu bekerja menjaga toko milik orang tuanya. Tapi dia berlaku sebagai pegawai. Jadi benar-benar bekerja. Itu sebabnya saat suaminya membuka usaha, dia yang mengatur pembukuan toko.

__ADS_1


Saat anak-anak butuh perhatian penuh dia berhenti dan toko sudah berjalan lancar. Dia hanya sesekali mengawasi saja.


Rini tak bisa membayangkan kalau Putra belum bisa meredam kemarahan Ririen. Atau surat tugas Ririen sudah turun. Bagaimana kembali terpuruknya putra terkecilnya itu. Memang sejak kecil Putra sangat mudah tersentuh oleh hal-hal yang bagi orang lain ‘sepele’.


***


Putra melajukan mobilnya saat menerima telepon dari Hilman kalau kakak sulungnya sudah meluncur menuju rumah kakek mereka.


Putra dan Hilman memberitahu maksud kedatangan mereka. Mereka tak ingin melangkahi sang jenderal dalam keluarga Purwanagara.


“Kakek mah setuju banget, karena Kakek juga ji-jik ama ‘tu perempuan. Dia malah sekarang sering ke sini sendirian enggak bawa anak-anaknya, mancing-mancing Kakek. Kayaknya dia pengen banget hidup enak, kalau dia bisa jadi istri Kakek ‘kan dia pikir semua bisa dia kuasai.”


“Dia enggak tau Kakek udah enggak punya apa-apa sama sekali, karena semua yang Kakek punya ‘kan sudah dipegang Hilman.” komentar kakek Alamsyah Purwanagara.


“Atau dia malah ngedeketin A Galih karena Ayah enggak mau sama dia,” bu Rini malah menduga sasaran Uyun berikutnya adalah Galih suaminya, bila ayah mertuanya tak bisa perempuan itu dapatkan.


“Ayah sih terserah kalian, yang penting jangan sampe anak cucu Ayah jadi korban dia, apalagi cucu mantu ayah semua dia jelek-jelekin. Kalo Dewi enggak cerita ke Putra, dia langsung pergi aja, kita enggak bakal tau kalau si Risye juga udah disakitin ama dia. Mungkin dia mau geser Dewi biar bisa dapetin Putra, bisa aja ‘kan?” si kakek jadi makin sebel sama istri mantan pegawainya itu.


“Utha, telepon papamu, suruh panggil Uyun siang ini juga. Jam satu kita kumpul di rumah kalian aja, Kakek nanti malam ada kondangan. Kakek enggak mau persoalan sepele ini makin dibiarkan berlarut, enggak kebayang Dewi tiap hari diejek begitu. Biar nanti Kakek yang bicara!” perintah kakek.


Kakek tak bisa membayangkan bila cucu kesayangannya kembali depresi dan kabur dari sisinya seperti kejadian enam tahun lalu saat Putra patah hati, bila sekarang Putra ditinggal Ririen. Terlebih saat ini cinta Putra bukan hanya ke Ririen semata, tapi juga ada tiga anak yang dia cintai dan mencintainya pula.

__ADS_1


Diantara semua cucunya memang Putra paling dekat dengan dirinya. Kakek sangat sedih saat Putra terpuruk dan bertekad sudah tidak akan mencintai seorang wanita apalagi menikah. Kakek juga tahu sepak terjang Putra main perempuan sejak dia terluka, bahkan khabar selama Putra di London pun kakek tahu semua, dari orang suruhannya


Mereka makan siang di rumah kakek, dan meluncur sesudah makan siang. Sampai di Ujung Aspal sudah ada pak Galih dengan istri ke dua nya juga Uyun.


“Langsung aja ke dalem, ngumpul semua Ayah enggak bisa lama-lama, mau langsung pulang karena mau kondangan ke Rawa Lumbu Bekasi,” kata kakek memintanya semua langsung kumpul di ruang keluarga.


“Saya mau bicara sebagai seorang kakek, sebagai seorang ayah, sebagai laki-laki  dan sebagai seorang majikan. Dengerin semua, jangan ada yang motong. Sebagai seorang kakek, saya enggak suka cucu dan cucu mantu saya diganggu, siapa pun yang melukai cucu atau cucu mantu saya, itu nantangin saya!”


“Sebagai seorang ayah, saya enggak mau anak atau menantu saya sedih karena anak mereka terluka. Sebagai seorang laki-laki saya enggak suka ada perempuan yang pengen numpang hidup ama saya. Itu semua jelas ya,” kakek menarik nafas, dia jeda dulu agar semua mengerti kata-katanya.


“Jali emang udah kerja ama saya udah lama, dia yatim piatu yang saya pungut dari jalanan saat kelaperan pas belum selesai SMP, saya pelihara dia, kasih dia makan, kasih dia idup tapi dia ogah sekolah. Jadi saat itu dia bukan enggak dikasih kerjaan, tapi emang enggak punya keahlian, jadi dia kerja di rumah atau disuruh-suruh ama pegawai lainnya buat bantu angkat barang atau nganter barang.”


\======================================================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL UNREQUITED LOVE  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2