WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
DADDY BELAJAR GENDONG ALESHA


__ADS_3

DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


 Ririen melihat putri kecilnya yang baru terbangun, usianya saat ini sudah 2 bulan lebih, pipinya mulai chubby, diangkatnya dan digendongnya. Sejak usia dua bulan Alesha tak suka digendong dengan posisi tiduran seperti bayi pada umumnya, dia lebih suka digendong dengan posisi punggungnya disandarkan didada yang menggendong. Jadi seperti dia duduk bersandar.


Ririen duduk di depan TV sambil memangku Alesha, diperhatikannya Fajar yang sedang asyik mewarnai, dan Fajri yang selalu mengganggunya dengan menanyakan warna crayon yang digunakan kakaknya.


Lelaki gagah yang baru selesai mandi ikut duduk di ruangan itu. Bau maskulin sabun dan shampo yang dia gunakan membawa sensasi rasa tersendiri bagi Ririen. Setiap datang sore pulang kerja memang lelaki ini akan mandi disini, dia membawa baju ganti di mobilnya, dan baju kotor pun akan dibawanya ke rumahnya. Tidak ditinggal di rumah Ririen.


“Mom, boleh belajar gendong Alesha enggak?” pinta lelaki itu sore ini.


Tanpa menjawab Ririen menyerahkan Alesha dan mengatur posisi tangan daddynya Fajar dan Fajri agar Alesha merasa nyaman. Ririen segera masuk ke kamarnya untuk mengambil kain alas, dia takut Alesha ngompol dan mengenai pakaian pria yang sedang mencoba menggendongnya, diaturnya alas kain tersebut dibokong Alesha.


Namun rupanya Alesha merasa tidak nyaman digendongan orang yang masih kaku menggendong dirinya. Mungkin karena merasa yang ngegendongnya kaku dan seperti ketakutan, bayi mungil itu mulai berontak sambil merengek.


“Sssttt … ssttt  jangan nangis ya princessnya Daddy,” bujuk lelaki itu sambil sedikit mengayun badannya, tapi Alesha malah menangis keras.


“Sini sayang, enggak nyaman ya gendongannya, Alesha enggak suka ya?” Ririen mengambil Alesha dan membujuknya agar diam. Digendongnya Alesha di bahu kirinya dan dia tepuk lembut punggung bayi perempuan kecil itu.


Sang pria tampan memeluk Ririen dan Alesha dari belakang. Wajahnya tepat di atas bahu kiri Ririen , dia menggoda Alesha yang sedang digendong Ririen.


“Modus godain Alesha,” desis Ririen pelan agar Fajar dan Fajri tidak mendengarnya perkataannya.


“Daddy cuma mau cium princess aja koq, tapi ya ngasih bonus kiss juga sih buat Mommynya,” sahut lelaki tampan itu sambil mencium pelipis kiri Ririen.


“Cukup belajarnya Kak, bereskan lalu cuci tangan dan ma’em ya,” perintah Ririen pada Fajar.


“Dad, habis ma’em bacain buku yang dari kantor Mommy ya?” pinta Fajar. Di usianya yang baru akan 5 tahun Fajar sudah lumayan lancar membaca, tapi dia belum bisa membaca cerita dalam bahasa Inggris.

__ADS_1


Yang Fajar maksud buku dari kantor mommy adalah buku cerita bahasa Inggris serial sesame street.


“Ya, Daddy bacakan asal kalian makannya cepat dan enggak berantakan,” jawab pria itu dengan cepat. “Kemarin Daddy beli buku juga, masih di mobil lupa diturunin, kalian makan dulu aja ya, Daddy tunggu di sini.”


Bergegas lelaki itu mengambil beberapa buku yang memang dia belikan untuk anak-anaknya. Kemarin dia mencari buku untuk kuliah adiknya dan dia langsung ke rak buku anak.


Sehabis makan dan sikat gigi Fajar menagih janji daddynya yang sedang menerima telepon di teras. “Sudah Dadd,” ucapnya sambil memegang tangan kiri ayahnya.


Sang ayah mengangguk, sambil menunjuk ponselnya, mengisyaratkan dia selesaikan dulu pembicaraannya, baru nanti akan bercerita. Diusapnya puncak kepala Fajar penuh sayang, dan semua itu diperhatikan oleh Ririen yang hendak mengajak lelaki itu untuk makan malam.


“Kak, sebentar, kalau orang sedang bicara enggak boleh di ganggu ya, Kakak harus sabar,” Ririen memberitahu adab pada putra sulungnya.


“Kakak tau, tadi Daddy udah ngangguk koq,” jawab Fajar sambil duduk di ruang tamu.


“Ayo kita baca cerita, Daddy udah selesai koq. Mana Kak Fajri?” tanya pria tampan itu pada putra sulungnya. Dia tak ingin jagoan kecilnya menunggu terlalu lama.


Sang pria dewasa itu membacakan buku cerita dengan intonasi yang berbeda-beda untuk tiap tokoh, dia juga langsung menterjemahkan setiap kalimat yang dibacanya. Air mata Ririen jatuh, dia meragukan akankah Ricky mampu melakukan hal itu untuk anak kandungnya?


Dia sangat tahu rasa sayang yang pria itu berikan untuk anak-anak memang tulus, bahkan tadi dia sempat mengajak makan malam terlebih dahulu, lelaki itu menolaknya.


“Nanti dulu, aku takut Fajar terlalu lama menunggu sehingga bosan dan tidur lebih dulu,” sahut pria itu dan memilih mendahulukan kepentingan anak-anak dari pada makan malamnya.


“Ok, sudah selesai untuk malam ini, sekarang kalian pipis lalu bobo, biar besok libur sekolah kalian tetap harus bangun pagi,” perintah Ririen.


“Besok pagi Daddy jemput, kita lari pagi ke taman mini ya,” usul Putra pada Fajar dan Fajri.


“Put, jangan memberi harapan palsu gitu ah,” tukas Ririen yang tak ingin anaknya berharap pada sesuatu yang tidak pasti. Sampai saat ini Ririe masih memanggil Putra dengan nama aslinya walau Putra memanggilnya mom, mommy, honey, sweety atau entah kata apalagi yang asal ucap dari mulutnya.


Yaa. Memang Putra lah sosok yang memposisikan dirinya sebagai DADDY untuk Fajar dan Fajri. Lelaki itu mendekati kedua anak lelaki Ririen dengan penuh cinta sehingga kedua bocah polos itu langsung takluk dan sangat mencintai tokoh pria kharismatik itu.

__ADS_1


Putra bisa menghandle Fajar dan Fajri dengan mudah. Kedua lelaki keci itu sangat patuh dan hormat pada daddynya. Bahkan dengan senang hati mereka mengubah panggilan mama pada Airenka menjadi mommy sesuai arahan sang daddy.


“Enggak bohong Mom, besok pagi Daddy kesini jemput anak-anak buat main ke TMII, atau Daddy nginep aja biar Mommy percaya?” goda Putra sambil mengangkat-angkat alisnya.


“Modus …,” jawab Ririen sambil berjalan ke ruang makan.


“Besok anak-anak kemdur mau ngumpul jam berapa?” tanya Putra saat mereka makan.


“Masa kamu enggak ikutan ngerumpi sih ama anak-anak Kemdur? Aneh aja kepala suku enggak tau,” kilah Ririen.


“Daddy tau mereka pada mau main kesini, mereka juga bahas akan saling jemput bla bla bla, tapi Daddy enggak nyimak. Kerjaan minggu ini padat banget makanya satu minggu ini juga kan enggak bisa kesini. Belum lagi tugas kuliah numpuk,” keluh Putra yang mulai menjalani kuliah S2 nya.


“Enggak ada yang mengharuskan kamu kesini ‘kan?” Ririen menatap wajah Putra sambil menyuap nasi ke mulutnya.


“Please Mom, jangan bicara gitu ya? Daddy cuma tanya rencananya anak-anak Kemdur akan datang jam berapa? Just it.” Putra balik menatap Ririen, dia makin bingung mengapa Ririen semakin menjaga jarak berkomunikasi dengan dirinya. Apa yang salah pada dirinya?


\=================================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL  TELL LAURA I LOVE HER  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2