WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
BITIN UTULAN JALI


__ADS_3

DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


Putra meletakkan Alesha di atas kakinya yang diselonjorkan dengan memberinya bantal di ujung kakinya. “Daddy urut telapak kakimu dulu ya, kamu begah ya, enggak bisa bobo?” tanyanya seakan Alesha sudah bisa menjawab. Dia urut betis dan telapak kaki Alesha dengan parutan bawang merah yang ditambahi minyak telon. Sehabis itu dia juga mengoles perut dan punggung Alesha dengan lembut.


Ririen yang baru keluar dari toilet menghampiri mereka dan selalu saja attensi Putra pada anak-anak akan membuatnya tanpa sadar membandingkannya dengan Ricky. Saat Fajar rewel, Ricky si ayah kandung tidak pernah peduli, apalagi menangani seperti yang di lakukan Putra saat ini, bertanya pun dia tidak melakukannya.


“Udah enggak terlalu ngerengek ya Dadd?” tanya Ririen lirih, karena melihat Alesha bisa tidur.


“Udah mau lelap tapi enggak mau dilepas dari tangan. Mommy makan duluan gih, nanti kita gantian, karena Alesha enggak mau disambi,” perintah Putra. Tanpa membantah Ririen langsung berdiri ke meja makan dan mengambil makan dengan porsi yang agak banyak lalu dia kembali ke ruang keluarga.


“Aaa, buka mulutmu Dadd,” perintah Ririen menyuapi Putra. Dia juga makan untuk dirinya sendiri dengan piring dan sendok yang sama. “Nambah enggak Dadd, belum kenyang ‘kan?” tanya Ririen.


“Iya nambah, tapi jangan banyak sayurnya dong?” pinta Putra, yang langsung dijawab gelengan oleh Ririen sambil senyum-senyum. Ririen paling tahu Putra tidak suka sayuran. Apalagi hari ini dia masak sayuran yang tidak umum yaitu kembang genjer. “Enggak maem sayur enggak boleh bobo ama Mommy,” ancam Ririen dengan tegas.


“Tegaaaaaaaa,” keluh Putra lirih karena tidak bisa bicara keras sebab masih memangku Alesha. Jadi saat ini dengan terpaksa dia makan apa yang disuapi Ririen dari pada enggak bisa tidur memeluk Ririen.


***


“Mommy, tadi atu disuluh bitin lintalan jali tanan, coba pinjam cincin mommy buat utul,” pinta Andre. ( Mommy, tadi aku disuruh bikin lingkaran jari tangan, coba pinjam cincin mommy buat ukur )


“Koq tangan Mommy? Bukan tanganmu aja Kak?” tanya Ririen, bingung mengapa Fajri hendak membuat ukuran jarinya.


“Enua (semua)” kata Fajri.


Fajri menerangkan cara membuat ukuran jarinya dan kakak Fajar menggunakan sedotan dulu, baru sesudah sedotan jadi, cincin digambar lingkarannya di kertas.


“Mommy, Daddy ndak puang, dimana atu mau bitin utulan jali daddy?” rengek Fajri. ( Mommy, Daddy tidak pulang, bagaimana aku mau bikin ukuran jari daddy? )


“Kak Fajar coba ambil HP Mommy, kamu telepon Daddy tanya Daddy pulang enggak,” Ririen mencoba mencari solusi untuk PR Fajri.

__ADS_1


“Daddy, atu ada PR mau bitin utul jali daddy,” pinta Fajri. ( Daddy, aku ada PR mau bikin ukur jari daddy ).


“Daddy enggak bisa pulang cepet sayang, kamu bobo dulu aja, yang ukuran Daddy besok pagi kita bikin dadakan ya. Ni Daddy baru mau pulang hujan deras dan macet. Kasih HP nya ke Mommy, biar Daddy bilang ke Mommy ya,” bujuk Putra.


“Ya Mas,” kata Ririen lembut.


“Aku masih kena macet di Bekasi, enggak gerak karena hujan deras jadi orang yang naik motor pada enggak berani jalan minggir takut lobang. PR Fajri besok pagi-pagi bangun tidur yang ukuranku dikerjainnya ya. Mommy tunggu Daddy atau Daddy pulang ke Ujung Aspal aja?” tanya Putra.


“Kamu pulang ke Ujung Aspal aja lah, besok pagi-pagi ke sininya. Hujan deres, dingin, bahaya kalau maksa ke sini,” goda Ririen.


“Kamu tu ya, senengnya nolak terus, awas aja kalau udah halal enggak bakal Daddy kasih libur!” ancam Putra.


“Ya udah hati-hati ya Mas, I love you,” Ririen pun menutup teleponnya.


***


“Kenapa Mas?” tanya Ririen siang ini saat dia mau keluar makan dan Putra menghubunginya.


“Aku berharap Mas bawa mereka Jum’atan, bukan sehabis Jum’atan baru Mas mau jemput mereka. Kalau enggak salah mereka anak-anakmu kan, kenapa minta izin mau bawa mereka keluar?” tanya Ririen.


“Maaf Mas enggak peka, mulai minggu besok Mas akan upayakan bawa mereka Jum’atan,” janji Putra, dia menyadari kesalahannya.


“Soal anak, iya mereka anak-anakku, aku enggak minta izin kamu koq, cuma ngabarin aja biar Mommy enggak cariin mereka,” kilah Putra tak mau kalah.


“Hati-hati ya Dad, Mommy mau makan dulu,” dan Ririen pun langsung menutup teleponnya.


***


Putra baru saja mengunci mobilnya hendak masuk ke mall, dia menggandeng kedua anaknya saat dia melihat mantan suami Ririen sedang berjalan bergandengan dengan seorang perempuan, diperhatikannya Fajar, apakah dia mengenali ayahnya. Namun tak ada perubahan diraut wajah Fajar saat mereka berpapasan..


Hari ini Putra membeli beberapa kaos kembaran antara dirinya dengan dua anak lelakinya, antara dirinya dengan Ririen.

__ADS_1


Lalu juga antara dirinya, Ririen serta ketiga anaknya, hanya satu yang ada ukuran untuk Alesha.


Yang pasti tujuan mereka pergi kali ini adalah membeli cincin untuk melamar Ririen. Putra mengingatkan kedua anaknya agar tidak membocorkan rahasia yang mereka miliki. Dia juga membelikan celana jeans untuk Fajar dan Fajri yang kembaran dengan dirinya.


Sesudah belanja Putra sengaja mengajak anak-anak makan di McD, dia tahu tujuan anak-anak adalah ice cream nya. Karena sudah biasa dia menjanjikan mereka ice cream asalkan makanannya telah habis dan mereka juga harus makan soup jagungnya, itu kewajiban dari Ririen bila makan di luar. Harus tetap konsumsi sayuran!


“Dad, apa Daddy enggak akan bohong, pasti belikan kita ice cream?” tanya Fajar ragu.


“Apa Mommy dan Daddy pernah membohongi kalian?” Putra balik bertanya.


Fajar menjawabnya dengan gelengan. Putra mengusap kepalanya, “Kalau Kakak enggak habis makannya, Daddy enggak akan belikan ice cream, apa Daddy bohong? Karena tadi Daddy bilang akan dibelikan bila makanannya sudah habis,” jelas Putra lagi.


Kembali dilihatnya anaknya menggeleng. Fajar dan Fajri sudah habis makannya, Putra bersiap membelikan mereka ice cream setelah memberi jeda cukup lama, dia tidak ingin anak-anak terlalu kekenyangan.


“Kak Fajar tunggu sini, biar Daddy dan Fajri yang beli ice cream, sekalian Daddy mau beli ayam dan kentang untuk di rumah nanti ya. Kakak perhatikan tas-tas belanjaan kita ya Kak” perintah Putra pada Fajar.


Putra mulai memesan dua cone ice serta ayam paket family dan kentang goreng. Fajri yang sudah memegang dua cone ice cream segera menuju meja ingin memberikan ice pada kakaknya, saat itu Putra sedang menunggu uang kembalian.


Tiba-tiba didengarnya teriakan Fajri, dia menoleh dan dilihatnya Fajri menabrak seorang laki-laki, ice creamnya jatuh. Putra bergegas menghampirinya.


\=========================================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL CINTA KECILNYA MAZ  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2