
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
‘Dia terlalu ganteng untuk jadi ayah lima orang anak yang bahkan sudah ABG,’ batin Ririen melihat penampilan suaminya.
Putra mencium kening Ririen, lalu segera berangkat ke sekolah Alesha. Dia tak ingin putrinya menunggu lama. Lebih baik dia yang menunggu. Agar putrinya aman.
“Daddy …,” Alesha tak menyangka Putra yang hari ini menjemputnya.
“Hallo cantik,” sapa Putra sambil mencium kening Alesha ketika putrinya selesai salim pada dirinya.
“Dadd, bisa ke toko buku enggak? Ada prakarya. Dan bahan-bahannya aku enggak ada,” pinta Alesha pada Putra.
“Siyaaaaaaap Princess,” sahut Irhan. Dia tak keberatan mampir ketoko buku. Dia juga akan membeli beberapa buku cerita untuk twins.
***
“Lho, koq sudah pulang Bang? Tahu gitu tadi minta jemput Daddy. Sekarang kan Daddy lagi jemput Alesha,” Ririen yang sedang di nursery kaget karena Fajri tiba dari sekolah. Biasanya putranya sampai rumah jam dua siang lalu jam tiga akan berangkat lagi mengikuti ekstra kurikuler yang dia ikuti.
“Gurunya takziah, jadi dipulangkan mendadak,” sahut Fajri sambil salim pada ibunda tercinta lalu bergegas berjalan menuju rumahnya. Dia ingin segera ganti pakaian seragamnya.
***
__ADS_1
“Cari buku apa cantik?” tanya Sarah pada Alesha. Dia lupa Alesha pernah melihatnya dikantor Putra. Sayang Alesha bukan Leona yang bermulut cabe rawit. Alesha masih bisa menahan emosinya.
“Mau cari buku panduan prakarya dan bahannya Oma,” sahut Alesha.
“Panggilnya kakak atau mama dong. Jangan oma,” sahut Sarah manis. Dia sebenarnya jengkel mendapat jawaban itu dari anak kecil yang dia perkirakan baru berusia sekitar delapan hingga sebelas tahun.
“Ya baiklah, saya akan panggil anda dengan sebutan nenek saja. Karena wajah anda bahkan lebih tua dari nenek saya,” balas Alesha cueq.
‘Fuck!’ Sarah mengumpat dalam hatinya. Dia sangat kesal pada anak Putra. Dia makin bertekad membuat ibu anak-anak ini terluka. Dia masih menunggu semua foto yang dia butuhkan lengkap untuk diedit sebaik mungkin.
“Sudah Mbak?” tanya Putra, dia tadi meninggalkan putrinya karena melihat-lihat buku interior. Jadi dia tak tahu saat Sarah menghampiri Alesha.
“Masih mau cari yang lain Dadd, sebentar lagi ya,” jawab Alesha. Di tas plastik tempat menampung buku yang akan dibeli sudah banyak buku yang dia ambil. Karena dia banyak membeli buku tentang tanaman juga.
***
“Hunting buku petunjuk bikin prakarya Mom. Tadi tu dijelasin tapi kurang ngerti. Jadi pengen baca lebih dalam biar bikinnya enggak salah,” balas Alesha sambil mencium tangan Ririen.
“Ya sudah, langsung ganti baju dan makan sendiri ya, adik-adikmu sedang tidur karena kamu kelamaan,” Ririen melanjutkan repotting.
***
Ririen sudah tidur. Dia tak mendengar ada notifikasi masuk ke ponselnya. Dia lelap tidur karena lelah. Putra mengajaknya olah raga malam ini. Dan suaminya itu memang selalu tak cukup satu kali. Semakin tua Putra semakin hot.
Tak ada firasat buruk bagi Ririen. Seperti biasa sehabis salat berjamaah dengan anak-anak dan suaminya, dia langsung memperhatikan pakaian serta sarapan suami dan anak-anak.
__ADS_1
“See you Mom, I love you, assalamu’alaykum,” demikian semua memberi salam pada Ririen kecuali Fajar karena hari ini dia kuliah jam sepuluh sehingga jam sembilan baru akan berangkat.
Setelah semua berangkat, Ririen bersiap berangkat ke nursery yang terletak di tanah sebelah rumahnya. Dia mengambil ponsel yang setiap malam dia charge. Dia lihat beberapa notifikasi. Ada satu dari nomor tak dikenal karena tidak tersimpan di phone book miliknya.
‘Dia milikku. Kami bersama di kamar hotel kemarin menghabiskan malam panas. Bahkan kami ke Semarang bersama.’ Ririen membaca keterangan foto yang masuk. Dilihatnya Putra yang akan masuk kamar hotel. Lalu Putra menerima minum. Putra yang telanjang dada dikamar hotel. Serta sebuah foto saat kemarin Putra di Semarang hanya silhuet perempuannya agak jauh dari mobil Putra.
Ririen kembali teringat pengkhianatan yang pernah dia terima dari Ricky Dan dia ingat salah paham yang terjadi saat dia dan Putra belum menikah. Dia melihat Putra berdua dengan seorang perempuan di cafe. Ririen berupaya meredam emosinya. Dia harus mencari tahu dulu. Dia coba telepon nomor itu tidak aktiv.
‘Kalau dia tidak selingkuh, buat apa dia telanjang dada di kamar hotel? Bukankah harusnya hari itu dia sedang rapat dengan teman-temannya?’ semua tanya itu melintas dibenak Ririen.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL CINTA KECILNYA MAZ YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL CINTA KECILNYA MAZ ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta
__ADS_1