WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
YOU’RE GONNA HURT ME, IF YOU CRY


__ADS_3

DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


 Perlahan didekatinya bibir tipis Ririen, dia memiringkan wajahnya dan mencium lembut bibir Ririen. Dia merasa Ririen tidak menolak ciumannya, malah ada sedikit balasan dari Ririen. Putra melanjutkan ******* bibir Ririen, dia sudah lama menginginkan ini.


Ririen menarik wajahnya, dia mengusap wajah Putra dengan pelan dan lembut, air matanya mengalir, dan ujung ibu jarinya mengusap bibir Putra yang baru saja ******* bibirnya.


“Please don’t cry. You’re gonna hurt me, if you cry,” ucap Putra “Mom, brenti dong nangisnya,” pinta Putra sambil memeluk Ririen dengan erat.


“Daddy janji akan menuruti semua kemauan Mommy, Daddy akan menjauh satu bulan ini, semua Daddy lakukan karena Daddy sangat mencintai Mommy. Jadi please berhenti menangis, sekarang Mommy istirahat ya,” kembali dikecupnya kening Ririen.


Putra turun untuk membukakan pintu bagi Ririen, sebelum Ririen masuk rumah, kembali dipeluknya erat.


“Jangan ngebut ya Dad, aku enggak mau kamu celaka,” Ririen meminta pada Putra sambil memegang lengannya dan akhirnya dia memberikan ciuman di pipi Putra.


“Kamu jahat Mom,” keluh Putra saat memasuki mobilnya.


“Kamu manggil aku Dad dan mencium pipiku saat kamu minta aku menjauh,” kata Putra sambil menutup pintu mobilnya. Dia bicara sendiri, tidak terasa dia menangis. Andai Ririen tidak memintanya jangan ngebut, rasanya tengah malam gini enaknya ngebut.


***


Satu minggu sudah Putra merasa dunia sangat sepi dan berwarna abu-abu. Dia focus di pekerjaan kantornya, dia berupaya tidak cepat terbawa emosi, tapi bila di rumah dia selalu uring-uringan. Bu Rini yang merasa ada yang tidak beres dengan anak ketiganya menghampirinya untuk mencari kejelasan.


“A’a enggak pengen cerita ke Mama?” tanya bu Rini saat Putra sedang duduk di kamarnya memegang gitar tanpa memainkannya. Putranya hanya diam menatap keluar melalui jendela kamarnya.


“Cerita apa Ma, A’a enggak apa-apa koq,” Putra berkelit dari mamanya.


“Mama tau ada yang enggak beres, Mama yang ngelahirin kamu, Mama hafal sifat semua anak Mama,” tukas bu Rini lagi.


“Ririen Ma, dia minta A’a pergi dari sisinya,” keluh Putra.

__ADS_1


“Bukannya kamu deketnya ama Dewi, kenapa yang bikin kamu patah hati si Ririen?” tanya mamanya bingung. Memang yang dia tahu putranya naksir mantan guru SMAnya yang bernama Dewi.


“Nama aslinya Arienka Dewi Ma, dipanggilnya Dewi kalau orang yang enggak kenal akrab. Tapi di keluarganya dia dipanggil Ririen. Dan kalau ama orang tua atau kakaknya dia dipanggil ADE,” jelas Putra pada mamanya.


“Kenapa dia minta seperti itu A’?  Apa A’a ada salah?” tanya bu Rini prihatin. Anak lelaki terkecilnya bukan anak yang lemah. Kalau dia sampai seperti ini berarti ini sangat serius.


“Dia enggak percaya ama A’a, dia enggak percaya ama semua laki-laki Ma, dia enggak pengen sakit lagi katanya,” keluh Putra.


“Kayaknya kalau cuma karena pernah disakiti sama mantan suaminya, dia enggak bakal seperti itu A’, pasti ada sebab dari A’a yang bikin dia ketakutan banget ama A’a. Jadi A’a harus cari tau, apa yang bikin dia takut banget dia sakit lagi kalau dia jadi istri A’a,” jelas bu Rini. Dia seorang perempuan, maka dia bisa mengira-ira apa yang dirasa Ririen


“A’a udah cerita nakalnya A’a sebelum ama dia, dan dia udah ngertiin, dia bilang kalau dia cemburu ama masa lalu A’a sama aja bohong, karena dia juga ‘kan bukan gadis lagi. Jadi kayaknya bukan karena A’a Ma,” bantah Putra.


“Diinget-inget dulu A’, Mama yakin ada alasan yang dia tutupin dari A’a,” desak mamanya lagi. Di tinggalkannya anaknya yang masih belum menemukan alasan mengapa Ririen minta dia menjauh.


Saat ini minggu ke dua Putra sendirian, badannya terlihat sedikit kurus. Dia masih tetap rajin bekerja, kadang dia ingin menghubungi Ririen menanyakan khabarnya, menanyakan kesehatannya, tapi dia takut Ririen malah marah pada dirinya. Kadang dia juga ingin datang ke PRJ melihat Ririen dari jauh, tapi dia kembali takut, bila ketahuan akan lebih parah, pasti tidak akan dimaafkan.


Hari ini Nuna minta berangkat bareng ke kampus. “A’a kayaknya lesu banget sih, bukannya semangat mau ke kampus, liat yang seger-seger,” goda Nuna.


“Teh Dewi gimana khabarnya?” tanya Nuna.


“Tau ah, susah banget dapetin hatinya. Dia walau jelas janda anak tiga dan enggak tajir, di kejar A’a yang masih bujangan dan punya duit aja nolak terus! Itu baru perempuan yang bener.” Putra mengeluhkan betapa sulitnya dia mendapatkan hati Ririen.


“Sekarang aja A’a enggak boleh nemuin dia sama sekali. Padahal A’a enggak tau salah A’a apa,” Putra menerangkan pada Nuna dengan membanggakan Ririen yang memegang prinsip. Kalau perempuan lain dengan kondisi seperti Ririen di kejar bujangan mapan pasti langsung tekuk lutut.


“Na’ mah liat muka Teteh berubah pas tau papa punya istri dua, waktu lagi ngatur meja makan di rumah” jelas Nuna.


“Kapan, dan gimana ceritanya?” tanya Putra heran.


“Waktu teteh Wiwied tanya ke mama koq papa enggak ada, trus A’ Hilman bilang papa di rumah si bibi ( istri kedua papanya Putra ),” jelas Nuna.


FLASH BACK ON

__ADS_1


“Masak apa Ma?” tanya Wiwied pada mertuanya saat dia baru saja datang.“Mama cuma bikin bakso, biar aja pada ngeracik sendiri-sendiri, tapi ini ada pepes ikan mas, Dewi yang bikin. Kenalin nih calonnya Putra,” bu Rini memperkenalkan Dewi pada Wiwied yang baru datang.


“Hai, saya teman mas Agus di kantor” kata Ririen saat itu, “Saya datang ke resepsinya Teteh Wiwied waktu itu.”


“Owh ya, wah waktu itu belum kenal sih ya. Dari kemaren istri saya kepengen pepes, koq malah pas banget ada pepes, bawaan bayi kayaknya,” A’ Hilman yang tiba-tiba hadir memeluk istrinya dari belakang sambil mengusap-usap perut istrinya yang masih rata.


“Papa kemana Ma?” tanya Wiwied karena belum melihat papa mertuanya sejak dia masuk ke rumah ini .


“Paling juga di rumah bininya, dia kalau enggak dikasih tau mana inget ulang taun satu persatu anaknya,” sahut A’ Hilman santai.


Nuna yang saat itu berada persis di depan Ririen memandang wajah Ririen yang tiba-tiba pias mendengar papa mereka punya istri dua.


“Mama enggak kasih tau papa?” tanya Risye.


“Lupa Ris, biar aja enggk apa-apa, kayaknya kemaren bibi bilang Nenden sakit. Bibi ‘kan kemaren ke sini nganterin dodol,” jawab bu Rini dengan santai.


FLASH BACK OFF


\============================================================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL TELL LAURA I LOVE HER  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2