
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Apa maksud kalian saya tidak bisa masuk rumah?” jerit Fitri saat baru tiba dari sekolah putrinya. Carol baru duduk di kelas satu SD. Usianya enam tahun.
“Kami tidak tahu Bu. Tadi Bapak telepon seperti itu. Bapak juga meminta Ibu mengembalikan kunci mobil. Kalau tidak dikembalikan, Bapak akan melaporkan Ibu sebagai pencuri mobilnya,” seorang satpam dan tukang kebun lelaki menghadang Fitri masuk kedalam istana yang selama ini dia tinggali.
Sementara dua asisten rumah tangga memeluk Carol. Seorang secara sembunyi menggunting rambut Carol dan memasukkannya kedalam plastik klip yang sudah dia persiapkan.
“Itu semua pakaian Ibu dan Carol sudah kami masukkan kedalam koper dan kardus. Tak ada yang tersisa termasuk mainan dan buku serta sepatu Carol.”
Fitri tak terima, dia segera ingin menghubungi Anro untuk bertanya. Sebelum dia menghubungi Anro, masuk panggilan dari ayahnya.
“Iya Pa, ada apa?” tanya Fitri. Dia paling takut bila sang papa menghubunginya. Karena lelaki itu sangat marah ketika dulu dia lapor hamil anak Anro dan meminta izin untuk menikah.
Buat papanya merebut suami orang itu perbuatan nista. Sejak kejadian sembilan tahun lalu, sang papa jarang bicara dengannya. Bahkan saat lebaran pun lelaki itu tak mau menerima uluran tangannya.
__ADS_1
“Ini Mama. Papamu pingsan setelah menerima foto-foto menjijikan yang dikirim seseorang,” jawab sang mama.
“Foto apa Ma? Siapa yang kirim?” tanya Fitri bingung.
“Foto me-summu dengan banyak lelaki, bukan hanya dengan seorang lelaki saja. Amplop yang digunakan amplop kantor suamimu,” balas sang mama.
Fitri lemas. Dia sekarang tahu mengapa Anro mengusir dirinya dan Carol. Dia tak bisa masuk rumah artinya tak bisa mengambil surat-surat berharga juga perhiasan miliknya. Sekarang mobil pun harus dia serahkan pada Anro. Lalu dia harus bagaimana? Harus kemana?
“Kalau begitu tunggu Ma. Aku segera meluncur kesana,” sahut Fitri.
“Mama meneleponmu untuk memberitahu. Kamu tak perlu lagi datang kerumah ini karena bagi kami, kamu bukan anak kami lagi. Kami malu memiliki anak sekelas sampah sepertimu,” sebelum Fitri menjawab telepon sudah diputus oleh sang ibu.
Sejak tadi dia duduk diteras rumah Anro tanpa bisa masuk. Untungnya asisten rumah tangga memberi dirinya minum layaknya seorang tamu.
Dibantu satpam, Fitri memesan mobil bak karena kardus tempat baju, buku dan sepatu serta mainan sangat banyak. Rupanya Anro meminta semua barang miliknya dan Carol tak boleh bersisa dirumah itu.
“Mampir ke ATM ya Pak,” pinta Fitri pada driver mobil bak. Uang cash di dompetnya hanya sedikit. Hanya cukup untuk membayar mobil dan sewa kamar kost selama tiga bulan. Dia harus ambil uang untuk biaya makan dan transportasi.
“Siaal, semua rekeningku diblokir kecuali rekening milik Carol,” tak sadar Fitri mengumpat ketika didalam ruang ATM dia tak bisa mengambil uang dari rekeningnya. Fitri sengaja membuat rekening atas nama Carol agar tak ketahuan oleh Anro bila dia mentransfer para pemuas nafsunya. Dia ambil cash dulu dari rekeningnya. Lalu dia setor ke rekening Carol. Kalau dia langsung setor ke rekening Carol tentu Anro bisa melacaknya.
__ADS_1
Fitri bersyukur, bila dia hemat, untuk makan satu bulan masih cukup. Entah untuk selanjutnya. Dia juga bingung bagaimana nanti biaya sekolah Carol. Sedang dia menyekolahkan putrinya disekolah super mahal.
***
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL TELL LAURA I LOVE HER YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL TELL LAURA I LOVE HER ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta
__ADS_1