WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
LIBURAN KE RUMAH KAKEK


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI. JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Shintia melakukan hal itu agar mudah mengawasi pengeluaran uang masuk usaha. Shintia akan membuat pembukuan yang rapi untuk uang keluar masuk usahanya. Tak boleh dicampur dengan pengeluaran rumah tangganya.


Shintia akan mempekerjakan dua pegawai. Saat ini peralatan salon sudah dia beli hanya belum dikirim karena bangunan salon belum siap.


Akhirnya Dira membeli sebuah rumah BTN di lain lokasi karena papa dan mamanya benar-benar tak mau menampungnya. Dira tak punya keahlian selain melukis. Untuk membuka sanggar, dia sudah tak punya dana,karena sudah habis untuk berfoya-foya. Akhirnya dia membuka warung sembako kecil di teras rumahnya. Penampilannya sangat lusuh dan anaknya pun tak terurus.


“Aku tak akan pernah menceraikanmu Ma,” seru Ricky. Mereka masih di kamar Shintia di rumah pak Burhan. Memang sejak rumah pak Fuad di jual, Shintia kembali ke rumah orang tuanya dan Ricky ikut tinggal di sana. Ricky tak pernah tahu kalau Shintia sudah mempunyai rumah BTN yang sedang direnovasi.


“Sayangnya, aku sudah tak ingin bersama kamu. Silakan kamu angkat barangmu dan keluar dari sini. Terbang bebaslah kamu dengan para pela-curmu, atau perempuan bodoh yang mau kamu kibuli dengan kata-kata gombalanmu bahwa kamu sangat memujanya seperti yang pernah kamu lakukan padaku untuk mengambil keperawananku,” dengan santai Shinta menjawab keengganan Ricky untuk menanda tangani surat permohonan cerainya.


“Serius Ma, sejak kamu menegur Dessy dan bukan melabraknya, Papa jadi sadar, kamulah yang terbaik untuk Papa.” jelas Ricky.


“Kamu ingat ‘kan sejak saat itu uang gaji Papa utuh Papa serahin semua. Enggak Papa ambil sedikit pun. Papa beli bensin pakai uang makan harian,” jelas Ricky. Tentu saja sebagai mantan pegawai di kantor yang sama Shintia tahu besar gaji Ricky dan uang makan harian yang didapat setiap minggu.


“Please Ma, kasih Papa kesempatan kedua. Papa serius udah enggak mau lagi mencari perempuan lain Ma. Anak kita perempuan. Dan Papa juga punya Alesha. Papa enggak ingin karma menimpa anak-anak Papa. Papa insyaf Ma,” kali ini Ricky memegang tangan Shintia dengan sepenuh hati.


Ada rasa ragu di dada Shintia, tapi dia tak pernah melihat Ricky seperti sekarang. Saat dia melabrak penjual pulsa Ricky malah berang karena Shintia bertindak anarkis.


Ricky malah tidak menyesali Shintia yang hampir kehilangan bayi mereka. Sesudah itu pun Ricky masih saja jajan diluar. Tapi Shintia memang menyadari sejak beberapa bulan ini Ricky tak pernah keluar malam atau pulang malam.


Shintia pikir karena mereka tinggal di rumah orang tuanya. Walau Ricky belum memberi perhatian pada kehamilan atau anak mereka seperti seorang suami atau ayah pada umumnya, tapi memang Rickymulai berubah.


‘Apa karena dia melihat kehidupan mbak Ririen yang sangat berhasil mendidik anak-anaknya ya?’ pikir Shintia.


***


Fajar dan Fajri bahagia minggu depan mereka bisa ujian. Fajar ujian SMA dan Fajri ujian SD. Padahal selisih usia mereka tiga tahun, tapi Fajar memang melejit terlebih dahulu.

__ADS_1


Mereka berharap mendapat hasil terbaik sesuai usaha mereka. Karena itu yang selalu orang tua mereka tekankan. Mendapat hasil terbaik dari usaha mereka. Bukan karena hal negatif misal menyontek atau membully orang.


“Kamu mau nerusin ke mana Mas. Jadi ambil beasiswa yang fakultas hukum atau fakultas ekonomi?” tanya Putra seperti biasa saat mengantar anak-anak sekolah.


“Atau mau ikut ujian masuk buat daftar fakultas kedokteran?”


“Aku ambil yang pasti aja lah Dadd, di fakultas hukum. Enggak perlu ikut ujian masuk lagi. Buat ngurangin angka persaingan. Kalau Mas ikut ujian, berarti kan satu kursi akan Mas ambil buat bersaing? Lebih baik itu diberikan pada yang belum punya beasiswa,” jawab Fajar dengan bijaknya.


“Atau Mommy dan Daddy mau Mas ndaftar untuk masuk di fakultas kedokteran atau di fakultas tekhnik?” Fajar menduga ada keinginan kedua orang tuanya yang mungkin belum disampaikan.


“Sejak kapan Mommy dan Daddy meminta kalian untuk mengambil suatu pilihan berdasarkan keinginan kami?” Putra balik bertanya pada anak sulungnya.


“Iya sih, enggak pernah,” jawab Fajar.  Dia bersiap turun karena mereka sudah sampai di gerbang sekolahnya. Fajar salim pada sang hero.


Fajar dan Fajri memang sangat tahu cinta Putra pada mereka bukan karena Putra adalah suami ibu mereka, tapi karena Putra ayah mereka.


Cinta kasih orang tua yang terjadi antar mereka tanpa peduli hubungan darah. Berbanding terbalik dengan Ricky yang punya hubungan darah. Ricky malah tidak peduli. Bahkan setelah tahu keadaan mereka saat ini.


***


Mereka akan menginap di rumah orang tua Putra lalu ke rumah orang tua Ririen dan selanjutnya mereka akan liburan ke Bandung baru kembali ke Jogja lagi.


Keluarga Purwanagara menyambut dua jagoan Putra dengan sangat special. Dari tiga anak lelaki pak Galih Purwanagara, memang hanya Putra yang memiliki dua anak lelaki. Cucu lelaki lainnya mereka dapat dari Laluna Purwanagara. Tapi tidak membawa nama Purwanagara


“Kakeeeeeeeeeeeeeeeeek,” pekik lima anak Putra ketika mobil yang mereka tumpangi berhenti di halaman rumah induk keluarga Purwanagara. PakGalih Purwanagara menerima salim dan peluk dari semua cucunya dengan bahagia. Ada titik air di sudut matanya. Dia tak menyangka garuda kecilnya bisa bahagia dengan keluarganya.


Selalu dan selalu pak Galih Purwanagara tak bisa membuang kenangan ketika Putra terpuruk dan tak pernah berniat menikah atau terikat dengan seorang perempuan. Pesona dan cinta kasih Ririen lah yang bisa mengembalikan Putra. Itu sebabnya keluarga besarnya terutama istrinya dan almarhum ayahnya sangat menyayangi Ririen.


“Kita langsung makan yok,” bu Rini mengajak Ririen setelah menantunya membersihkan tubuh dan berganti baju santai.


“Ayok Ma, aku kangen masakan Mama. Kali ini Mama masak apa?” tanggap Ririen dengan santai.

__ADS_1


“Oncom dengan leunca serta goreng ikan mas untukmu dan pepes ikan mas untuk Utha,” bu Rini tahu Ririen suka ikan mas goreng yang tidak terlalu kering.


“Woooow, Mama bikin aku tambah lapar,” Ririen langsung mengajak anak-anak makan.


“Mau tambah apa Dadd?” Ririen sudah mengambilkan Putra nasi dengan tumis oncom dan pepes ikan mas kesukaan Putra.


“Cukup Mom, nanti kalau kurang Daddy ambil sendiri,” Putra menjawab sambil menerima piring nasi yang sudah diambilkan oleh istrinya.


“Dede sayurnya jangan dipinggirin gitu. Kakak ini maemnya,” Ririen menyiapkan makan kedua gadis kembarnya.


“Mbak pintar, bisa ambil sendiri. Capcaynya yang banyak ya sayang,” kali ini Ririen menanggapi perbuatan Alesha.


“Abang mau seperti Daddy? Pakai pepes dan tumis oncom? Mas pakai semur ayam atau ikan mas goreng?” semua sudah selesai dia perhatikan, Ririen baru mengambil nasi untuk dirinya sendiri.  Begitulah Ririen, selalu menomor satukan keluarganya lebih dahulu dimana pun.


***


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL   THE BLESSING OF PICKPOCKETING  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL   THE BLESSING OF PICKPOCKETING ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2