WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
AKRABNYA BESAN


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


Akhirnya hari Wisuda Fajar telah mereka lalui. Ririen mengirim foto wisuda Fajar pada mantan mertuanya. Dia ingin menunjukkan anak atau cucu yang mereka buang telah berhasil dia didik dengan sangat baik.


Tentu saja pak Fuad Setyawan Mahendra merasa tertikam. Dia akui Ririen memang permata yang tertutup lumpur dan Ricky Putrawan Mahendra tak menyadari hal itu.


Dua hari kemudian pak Fuad Setyawan Mahendra kembali menerima kiriman foto. Kali ini foto kelulusan Fajri dari SMA saat usia belum genap lima belas tahun dan bukti penerimaan mahasiswa baru melalui jalur beasiswa karena prestasi akademiknya di UGM.


Fuad sadar. Sebagus apa pun bibitnya, kalau penanganannya tidak tepat. Tak akan pernah menghasilkan buah yang bagus. Fajar dan Fajri bibitnya bagus. Lalu dirawat dengan baik dan benar oleh Ririen dan Putra. Jadilah mereka seperti sekarang.


***


“Ini Kak, aku sudah ambilin,” Leoni menyerahkan juice pada kakaknya. Semua sedang berkumpul di rumah keluarga Purwanagara termasuk keluarga besar pak Kusumo Purbowisono ayah Ririen.


Kali ini syukuran kelulusan Fajar dan Fajri memang pak Galih Purwanagara yang bikin. Dia bangga kedua cucu lelakinya berprestasi.


Jangan pernah mengira bila dia memiliki cucu kandung laki-laki lalu Fajar dan Fajri akan disisihkan. Bahkan Alesha pun cucu perempuan yang bukan asli Purwanagara saja merupakan cucu kebanggaan dari sang kakek dan nenek.

__ADS_1


Galih dan istrinya tahu buat Putra, Alesha adalah princessnya. Melebihi kedua anak kandungnya.


Saat ini Alesha sudah SMP, dan twins sedang dikelas akhir SD. Wajah manis Alesha selalu bikin Putra was-was bila gadis kecilnya mulai ada yang melirik.


Untuk Alesha, Putra menjadi over protektif. Putra dan Fajar sangat menjaga ketat Alesha. Fajar cemas bila hukum karma dari Ricky berlaku. Itu sebabnya dia sangat ketat menjaga Alesha. Ibarat guci porselen yang mudah pecah.


“Eyang, ini enak lho,” Fajri mengambilkan sepotong kue lapis legit untuk eyangnya.


“Iya, tadi Eyang sudah makan itu,” jawab bu Purbowati, ibunda Ririen.


“Kue lumpurnya juga enak Bang,” pak Kusumo ikut berpendapat.


Walau syukuran yang buat pak Galih mertuanya, tetap saja kue dan banyak makanan, Ririen yang mempersiapkan walau bukan semua dia yang masak.


“Kenapa kamu enggak undang keluarga Mahendra De?” tanya mbak Ariesta pada adiknya.


“Maunya aku gitu Mbak. Tapi saat aku bilang ke mas Putra, dia menyarankan jangan. Karena anak-anak akan marah. Nanti malah suasana enggak enjoy lagi. Jadi bukan aku enggak mau, tapi aku mempertimbangkan perasaan anak-anak,” sahut Ririen.


“Iya bener, kita yang penting ‘kan mood anak-anak,” mbak Amildya ikut berkomentar.

__ADS_1


“Enggak nyangka ya, anak-anak cepet gede,” sahut mbak Anielda.


“Lha kita aja udah pada punya cucu, sahut mbak Ariesta . Dia dan mbak Amildya masing-masing memang sudah punya seorang cucu dan mbak Anielda menantunya sedang hamil.


***


Pak Kusumo dan Galih akrab berbincang. Tak bisa hal itu dia lakukan dengan pak Fuad dulu. Terlebih dengan istrinya, mamanya Ricky. Selalu seperti ada jurang yang memisahkan mereka. Itu yang pak Kusumo dan Purbowati rasakan.


“Ayok kita mulai makan siang,” Ajak bu Rini pada besannya.


Suasananya sangat rame karena semua kakaknya Putra juga hadir dengan istri dan anak-anak mereka. Ada adiknya yang juga sekarang telah memiliki tiga anak.


Semua kakak Ririen juga hadir dengan para suami dan anak serta menantu dan cucu.


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2