WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
FAJRI APPEARS IN CLASSIC GUITAR AND DRUM COMPETITION


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Thanks buat hari ini Mom. I love you,” Putra berbisik pada istrinya menjelang mereka tidur.


“I love you too. Makasih telah menjadi sandaran hidupku,” sahut Ririen. Bertambah tahun usia pernikahan mereka, Ririen dan Putra selalu berupaya membuat rumah tangganya selalu hangat. Rutinitas tanpa perubahan akan membuat rumah tangga membosankan dan salah satu bisa mencari sesuatu diluaran sana. Itu yang selalu mereka hindari.


Hari ini Putra menemani Fajri yang akan lomba memainkan gitar klasik. Saat Fajri naik keatas panggung untuk dinilai semua penonton dan juri standing aplaus karena saat itu Fajri masih berusia tiga belas tahun. Sedang peserta lainnya semua mahasiswa. “Selamat siang menjelang sore, nama saya Fajri Ramadhan Purwanagara usia tiga belas tahun dan nomor peserta 079,” Fajri memperkenalkan diri dengan percaya diri.


“Saya akan membawakan lagu wajib El Testament De Amelia karya Miguel Llobet dan lagu pilihan BUBUY BULAN dari daerah Jawa Barat,” lanjut Fajri. Dia lalu duduk di kursi yang disediakan. Dengan santai tanpa beban dia mainkan kedua lagu itu.


“Itu serius adikmu?” Fajar yang baru masuk ke lokasi lomba mendapat pertanyaan dari temannya. Dia baru selesai kuliah.


“Bener, baru tiga belas, baru selesai ujian SMP,” sahut Fajar bangga. Fajar masuk ruangan ketika Fajri baru mulai memainkan lagu pilihan, yaitu lagu daerah.


“Gila ya nyokap bokap lo. Anak-anaknya semua ikut akselerasi aja udah luar biasa. Ini masih berprestasi di bidang lain. Super gokil!” teman Fajar lainnya ikut nimbrung percakapan itu.


“Kami enggak pernah dipaksa, kami hanya mengerjakan semua yang kami sukai sehingga bisa mendapat hasil maksimal,” jawab Fajar. Dia bertepuk keras ketika Fajri selesai memainkan lagu Bubuy Bulan, daerah asal daddy mereka.


Fajar langsung menghampiri adiknya dan mereka berhigh five.

__ADS_1


“Daddy proud of you Son,” Putra memeluk anaknya dengan erat. Putra tak hanya mendukung dengan materi, dia juga selalu ada disamping anaknya setiap mereka lomba. Baginya support keluarga sangat besar artinya.


“Mas juga bangga padamu,” Fajar ikut memeluk Fajri. Bagi orang lain mungkin malu menunjukkan sikap ‘lebay’ seperti itu. Tapi dikeluarga Putra mereka memang sangat dekat dan saling memberi dukungan.


Putra sengaja mengosongkan jadwal kerjanya hari ini dan besok demi memberi support pada anaknya. Sayang di lomba karate Fajar tak mau ikut turun karena diperebutkan oleh dojo dan kampusnya.


Hari ini Ririen tak bisa ikut hadir di lomba Fajri karena Alesha sedang ikut lomba pidato anak di sekolahnya.


“Thanks Dadd, without you i'm nothing,” jawab Fajri membalas pelukan Putra dengan sangat erat.


“Thanks Mas,” Fajri pun membalas pelukan kakaknya dengan erat.


***


“Nama saya Alesha Putri Purwanagara . Nomor undian 023. Sebelum masuk ke materi lomba, bisa saya bertanya?” Alesha memperkenalkan dirinya dan nomor peserta.


“Silakan Nak,” sahut Kepala Sekolah yang duduk di kursi kehormatan.


“Bisa saya menggunakan bahasa inggris?” tanya Alesha.


Para juri berdiskusi sebentar. “Silakan sayang,” kembali ibu Kepala Sekolah yang bukan juri memutuskan Alesha boleh menggunakan bahasa yang dia inginkan. Dan para juri hanya diam menerima keputusan ibu Kepala sekolah.


“Thanks Mam,” Alesha menunduk dan menangkup kedua telapak tangannya di dada serta sedikit membungkuk pada ibu kepala sekolah.

__ADS_1


“Oke. I repeat my introduction. My name is Alesha Putri Purwanagara .  My race participant number is 023.” Lalu Alesha memberikan pidato ajakan untuk semua siswa berperan aktiv dalam kesehatan lingkungan sekolah.


“Mengapa kamu memilih menggunakan bahasa inggris? Kamu tahu tidak semua siswa lancar menggunakannya. Sehingga mungkin ajakanmu tidak akan sampai pada audience yang kamu tuju,” ketua juri bertanya pada Alesha saat Purwanagara kecil itu selesai berpidato.


“Saya lebih bisa menjiwai bila menggunakan bahasa Inggris. Soal kemungkinan banyak yang tidak mengerti apa yang saya sampaikan, itu memang tujuan saya. Saya ingin membuat yang tidak mengerti agar tertantang mempelajari bahasa lain selain bahasa Indonesia. Kita harus pintar agar tidak dibodohi oleh orang lain,” jawab Alesha dengan percaya diri.


Selanjutnya juri lain bertanya tentang materi yang Alesha sampaikan untuk diberi penilaian.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL  UNCOMPLETED STORY  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL UNCOMPLETED STORY ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2