
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
Lelah menangis Ririen tertidur sambil memeluk Alesha. “Mom buka dong pintunya, udah malam kamu belum makan,” Putra mencoba membujuknya. Dia tidak ingin Ririen sakit karena perut kosong padahal sedang menyusui.
Ririen yang mendengar suara Putra jadi terbangun, dilihatnya jam dinding sudah jam delapan malam. Dia memang sangat lapar, dibukanya pintu lalu dia langsung keluar kamar, tapi tangannya digenggam Putra serta ditarik masuk kamar kembali.
“Kita clear kan dulu permasalahan tadi ya? Jangan membuat semua makin bertumpuk,” pinta Putra sambil memeluk dan menciumi kening Ririen.
Dituntunnya Ririen ke sofa di kamar itu, dipandanginya mata Ririen yang bengkak karena menangis lama, dia ciumi mata sembab itu dengan lembut. “Ngapain nangisin yang enggak perlu? Tadi yang telepon duluan siapa? Yang bilang kangen duluan siapa? Kenapa Daddy yang jadi sasaran marahmu?” tanya Putra lembut.
“Bener dia yang telepon duluan, bener juga dia yang bilang kangen duluan, tapi kalau enggak dispeakerin, kalau enggak depan aku, ‘kan bisa aja kamu tanggapin rayuannya” bantah Ririen ketus. Perempuan ini memang belum bisa membuang traumanya dikhianati. Dia sangat sulit percaya pada laki-laki.
“Pondasi cinta itu kepercayaan Mom, kalau Daddy enggak bisa dipercaya ya sepanjang hidup nanti Mommy akan sakit hati terus. Enggak semua laki-laki mudah berpaling, Mommy harus mulai sedikit-sedikit merubah pandangan Mommy bahwa semua laki-laki hobby nyeleweng.”
“Please belajar ya, Daddy enggak minta perubahan yang frontal, tapi berubahlah sedikit-sedikit. Kemarin Mommy bilang harus ajari Mommy kuat berjalan disisi Daddy, tapi nyatanya baru gitu aja Mommy udah nyiksa diri sendiri.
”Mommy sampai nyesek gitu, sampai bengkak ni mata, mana sudah malam gini Mommy belum makan. Saat ini Mommy lagi enggak sendirian, walau sekarang Alesha udah mulai makan, tapi tetap dia masih minum ASI, Mommy harus inget itu.”
“Dan kalau Mommy sakit, kasihan kak Fajar dan kak Fajri ‘kan?” rupanya Putra lebih dewasa dari Ricky saat menyampaikan pendapatnya. Usia bukan patokan dasar seseorang bisa dianggap dewasa. Buktinya Putra yang enam tahun lebih muda dari Ririen bisa lebih dewasa daripada Ricky yang tiga tahun lebih tua dari Ririen.
Putra memandang mata Ririen, kembali dikecupnya dua kelopak mata itu. Kemudian di ciumnya puncak hidung Ririen. “Daddy enggak mau nyium bibir Mommy, takut kebablasan, sekarang makan dulu ya,” ucapnya.
Pemuda itu sadar, bila dia sudah ******* bibir kekasihnya, maka tak bisa sebentar. Sedang saat ini Ririen belum makan malam.
Ririen mengangguk. “Maafin aku ya Mas, aku masih belum bisa menghapus lukaku.”
Putra senang karena akhirnya Ririen mau terbuka.
__ADS_1
“Gara-gara kamu ngambek, tadi pacarmu dateng mau ngajakin makan kerang jadi pulang lagi deh,” goda Putra, dilanjut dengan teriakannya mengaduh karena kembali perutnya menjadi sasaran cubitan Ririen.
“Enggak apa-apa Mommy enggak jadi pacaran, yang penting niat Daddy buat ngelonin pacar Daddy semaleman bisa tetep terlaksana ya? Mommy mah cukup bahagia kalau Daddy bahagia,” tukas Ririen sambil keluar kamar.
“Bener Mom, Daddy tetep boleh ngelonin pacar Daddy semaleman?” bisik Putra yang di jawab dengan anggukan oleh Ririen.
Tentu saja jawaban itu membuat Putra sangat bahagia. Mereka pun makan malam walau sudah sangat terlambat. Saat itu sudah hampir jam setengah sepuluh malam.
***
“Mas, boleh enggak aku main ke kantormu?” tanya Ririen yang sedang dalam pelukan Putra di kamarnya.
“Memang ada yang ngelarang? Ya boleh lah, tapi kantor Mas ‘kan cuma ada enam orang doang, enggak seperti kantormu yang rame! Di kantor jarang ada yang ngobrol, anak-anak paling nyetel musik saat mereka kerja.”
Putra sadar karakter tak mau kalah dari pujaan hatinya itu. Mendengar Zaskia dua kali ke kantornya maka Ririen pun ingin ke kantornya.
Tadi juga mereka membahas kalau Zaskia menyebut dia sudah meninggalkan nomor telepon tapi tidak Putra save. Dan Zaskia juga bilang berkali-kali menelepon tak pernah diangkat! Dari situ jelas Putra memang tidak meladeni Zaskia sama sekali.
“Patokannya apa kantormu itu?” tanya Ririen. Lalu Putra menjelaskan ancer-ancer kantornya dengan jelas.
“Kapan-kapan pas ada jalur dekat sana aku mampir ya,” kata Ririen sambil membelai dada Putra yang memang tidak pakai kaos. Tidak kuat terhadap usapan itu Putra langsung menangkap jemari Ririen dan menggenggamnya erat. Kebiasaan Putra memang bila tidur selalu tak menggunakan baju atau kaos. Dia tidur shirtless.
Putra menjatuhkan kepala Ririen ke bantal yang tadinya berbantal lengannya, sekarang wajahnya tepat di atas wajah Ririen. Dikecupinya mata, hidung dan bibir Ririen dengan gemas.
“Kamu jahat Mom, tanganmu bikin dunia jungkir balik,” desis Putra. Kemudian tanpa ampun dia ******* bibir kekasihnya, dia mainkan lidahnya dalam mulut Ririen. Seperti biasa Ririen membalas ciuman ganas Putra.
Ririen tahu Putra bisa menjaga hasratnya hanya sampai batas ciuman saja, walau sesekali jemarinya main ke pangkal pahanya, tapi bila Ririen menepisnya Putra akan patuh.
“Mom, pengeeeen banget,” bisik Putra frustasi.
__ADS_1
“Ya tinggal kerjain, gampang kan? Habis itu kita bubaran tanpa maaf!” ancam Ririen tegas.
“Sekali ini aja ya, besok-besok enggak lagi deh,” rengek Putra tak mau kalah.
“Enggak tahan nih Mom, jahat banget sih.”
“Ya silakan, ‘kan Mommy sudah kasih, asal Daddy tau konsekwensinya aja,” jawab Ririen santai sambil menyisir rambut Putra dengan tangannya.
“Koq diem, koq enggak jadi?” tanya Ririen serius.
Karena Putra diam saja Ririen kembali ngomong “Kalau kita bilang ah enggak apa-apa sekali ini aja, apa kita yakin besok enggak pengen lagi? Kalau tau enggak kuat ya jangan bobo bareng, atau malah jangan nginep sini walau beda kamar, karena pasti kamu akan datang ke kamar ini lagi saat kepengen. Sudah Mommy akui Mommy sayang Daddy, tapi Mommy cuma ingin ML dengan suami Mommy. Daddy bisa ngerti enggak sih?”
“Jadi apa keputusanmu? Enggak nginep rumah ini atau enggak bobo bareng atau malah milih ML saat ini lalu kita bubaran? Mommy akan setujui apa pun keputusan yang Daddy buat,” tantang Ririen.
“Pengennya tu bobo bareng trus ML terus. Tapi karena cuma harus milih satu ‘kan Daddy malas milihnya,” kilah Putra sambil kembali memeluk erat kekasihnya.
“Mommy pasti tau jawabannya, sekarang kita bobo yok,” ajak Putra. Dia tak akan mau bubaran dengan Ririen. Untuk membuat Ririen mau membuka hati saja sudah sangat sulit dan butuh perjuangan berat. Mana mungkin dia mau bubar begitu saja. Ibaratnya dia sampai berdarah-darah untuk mendapatkan Ririen.
***
\====================================================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL UNREQUITED LOVE YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta