
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Akhirnya mereka sampai Jogja. Tak ada yang ingin membongkar koper. Mereka semua langsung masuk kamar masing-masing dan merebahkan tubuh mereka di kasur yang mereka rindukan. Memeluk erat guling kesayangan yang sudah mereka tinggal selama tujuh hari.
Hanya Ririen yang segera mandi karena dia merasa mendapat tamu bulanan. Sesudah fresh Ririen langsung membawa koper baju kotor ke belakang. Kemarin semua baju kotor dia gabung menjadi dua koper agar tak tercampur bau dengan baju bersih. Dan lagi memudahkan dia untuk memisahkan dua koper itu tanpa perlu membuka semua koper untuk mengambil baju kotor milik masing-masing orang.
***
Kembali ke rumah adalah kembali ke rutinitas. Hari ini hari Sabtu dan semua masih libur. Anak-anak masih libur satu minggu lagi, sedang kantor Putra hari Sabtu dan Minggu memang libur. Setelah mereka tiba di rumah kemarin. Hari ini baru mereka akan membuka koper milik mereka.
Sementara Ririen menunggu barang dari ekspedisi internasional. Kemarin di Bangkok dia banyak belanja tanaman dan dia kirim door to door dengan ekspedisi yang bisa mengirim tanaman yang sudah memiliki surat karantina tanaman.
__ADS_1
Pegawai ekspedisi mengambil barang di lobby hotel dan akan mengirimkan ke alamat Ririen. Ada juga pilihan port to port, tapi Ririen memilih door to door walau lebih mahal.
Ririen kedepan sebentar, ke nursery miliknya. Dia memesan pot dan media ke agen lang-ganannya agar saat tanaman yang baru datang dari Thailand, stok pot dan media di nursery tidak kosong karena habis dia pakai sendiri. Jadi tak apa sekarang dia pakai barang yang ada, tapi sudah pesan untuk penggantinya.
“Tolong ini rendam dengan B1 serta fungisida dan bakterisida ya,” Ririen memerintah seorang pegawai untuk merendam media yang sudah dia pisahkan dengan anti jamur dan anti bakteri serta vitamin penyubur akar. Sehingga saat tanaman datang media sudah siap.
Ririen keliling nursery, dia kangen dengan aneka tanaman miliknya. ‘Aku tak menyangka hobby ku bisa menjadi lahan mencari nafkah bagi para pegawaiku,’ batin Ririen. Dia bersyukur Putra mendukung hobby dan memberi support penuh.
Ririen memperhatikan area penyemaian aneka bibit. Dia paling senang bila melihat titik tumbuh mulai pecah, lalu akar pertama keluar menampakkan diri di bumi disusul dengan lembaga.
“Ini tolong kosongkan areanya. Pindah tanaman disini karena sudah cukup lama tidak di reposisi kan?” Ririen meminta daerah untuk adaptasi di kosongkan.
“Yang jenis ini pisah ya, saya akan perbanyak,” Ririen memisahkan contoh yang akan dia perbanyak.
“Ini tambah media yang sudah dicampur dengan pupuk slow release ( lambat urai ) biar tak kekurangan unsur hara ( zat makanan bagi tumbuhan ).
__ADS_1
“Tolong jenis Nephy ( nephentes ) diperhatikan kebutuhannya. Kalian tak lupa kasih air hujan kan?” Ririen memang menampung air hujan untuk menyiram tanamannya. Tentu dalam wadah tertutup agar tak digunakan untuk berkembang biak nyamuk.
Cukup puas melihat koleksinya Ririen kembali kerumah. Kembali melihat semua orang tercinta dalam hidupnya. Suami dan kelima anak-anaknya. Mereka belahan jiwanya. Mereka kekuatan Ririen dalam menghadapi semua cobaan hidup.
***
Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.
__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.