WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
CINTA KALIAN BENER-BENER IMPOSSIBLE LOVE


__ADS_3

DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


Putra yang mendengar itu membenarkan dalam hati, istrinya memang memiliki inner beauty yang membuat semua orang ingin selalu menyayanginya. Itu sebabnya dia sangat ketakutan. Karena pasti banyak laki-lain yang akan mendekati istrinya. Sedang Ririen hanya bersyukur karena dia tau Kasih menyukainya sebagai saudara.


“Abang dan Kasih itu kekasih sejak dia kelas 3 SMP dan Abang di kelas 3 SMA. Saat itu enggak nampak dia anak kecil yang manja. Dia dewasa diusia belianya dan Abang nyaman dengan dia.” Ilham mulai membuka masa lalunya.


“Saat Abang lulus S1 dan dia baru semester dua, Abang coba melamarnya karena Abang harus ambil S2 di German. Sayang eyangnya enggak kasih izin. Mereka maunya Kasih berjodoh dengan sesama suku Jawa karena dia keturunan ningrat keraton,” akhirnya Ilham makin dalam bercerita hubungannya dengan Kasih.


“Abang pergi dengan luka, tapi cinta kami enggak pernah putus. Saat Kasih lulus S1 kembali Abang memberanikan diri melamarnya. Dulu Abang masih anak bau kencur di bisnis saat melamarnya pertama kali. Abang pikir setelah mapan dan selesai S2, Abang bisa merubah pandangan eyangnya, tapi sayang prinsip mereka tidak goyah,” Ilham menarik napas berat seperti sedih mengingat kejadian dulu itu.


“Satu tahun lalu Abang dijodohkan dengan sepupu, sesuai adat Batak, dan Abang terpaksa menjalaninya karena saat itu mama Abang meminta sebagai permintaan terakhir. Dua bulan setelah Abang menikah, mama meninggal.” ilham menarik napas berat mengingat kejadian itu.


“Untung mama enggak tau. Bulan berikutnya Abang  tau ternyata istri Abang sudah mengandung empat bulan dipernikahan kami yang baru berjalan hampir tiga bulan. Padahal Abang baru ketemu dia saat menikah dan kami melakukan hubungan suami istri sepuluh  hari setelah pernikahan!” Ilham melanjutkan kisahnya.


“Enggak kebayang betapa kecewanya mama bila tau, menantu yang dia cari ternyata perempuan busuk. Abang enggak mau nunggu sampai anak itu lahir. Dua bulan setelah Abang lapor ke mertua, kami cerai. Saat Abang menikah tentu Kasih terluka. Namun dia pasrah, dia sempat sakit tiga bulan. Dan saat dia sakit eyang putrinya berjanji bila Kasih sembuh dia boleh menikah dengan siapa pun!”


“Dan dua bulan lalu eyang putrinya meninggal. Namun berpesan agar Kasih mengejar cintanya. Saat eyang putri sakit hingga meninggal Abang selalu menemani Kasih.Disitulah eyang kakungnya luruh dan mengizinkan kami kembali menjalin hubungan lagi.”


“Namun sekarang Kasih yang masih memberi pagar. Rupanya dia kecewa karena Abang pernah melakukan hubungan badan dengan mantan istri,” saat berkata soal ini Ilham terdengar sangat menyesal.


“Abang aja enggak akan tau ditipu kalau enggak ngantar mantan istri ke dokter kandungan. Saat itu Abang kaget saat dokter bilang usia kandungan sudah empat bulan dan detak jantung terdengar jelas serta bayi sudah terbentuk kecil. Padahal kami baru berhubungan sejak dua bulan dari saat periksa.”


“Abang sampai mempertegas ke dokter dan meminta dia menuliskan usia kandungan bayi di kertas resep kosong miliknya. Saat itu Abang minta itu sebagai bukti ke mertua Abang. Kalau Abang enggak pernah menyentuhnya, akan lebih jelas itu bukan bayi Abang!”


“Awal menikah Abang sama sekali tak ingin menyentuh mantan istri. Dia berupaya terus agar Abang mau menggaulinya. Rupanya dia berbuat seperti itu karena sudah tahu hamil dari kekasihnya. Sampai hari ke sepuluh barulah Abang menggauli mantan istri Abang.”

__ADS_1


“Sekarang Abang sering bolak balik Bandung~Jogja, untuk memperjuangkan cinta Abang,” Ilham mengisahkan sepotong cerita hidupnya pada perempuan muda yang oleh calon istrinya dianggap adik kecilnya.


“Abang harus fight, Ririen akan bantu sebisa Ririen deh,” tanpa sadar Ririen menyebut dirinya Ririen bukan Dewi atau aku. Itu karena dia merasa nyaman dengan sosok Ilham sebagai abangnya.


“Abang harus jadi pejuang tangguh Bang, masa kalah ama aku?” ledek Putra.


“Mas, ih malu tau,” Ririem mencegah Putra bercerita lebih lanjut.


“Hei, apa ceritamu Put?” tanya Ilham penasaran. Mana bisa dia diam setelah Putra berkata seperti itu.


“Ha ha ha ha, adikmu ini mantan guruku yang nolak aku ber kali-kali Bang! Sampai tertatih aku ngejar cintanya. Jatuh bangun dan kembali jatuh, susah bangeeet,”  Putra berkata sambil memeluk bahu Ririen dan mencium pelipis istrinya.


“Oh my God, amazing, serius???” Ilham tidak percaya akan bualan  Putra.


“Anak kecil pemilik usaha, ganteng, ngejar janda miskin anak tiga. Siapa yang mau terima Bang? Dikira aku cuma mau hartanya doang dan aku melet dia. Sakit ‘kan Bang? Lebih baik aku enggak nerima anak songong ini,” Ririen menjelaskan alibinya.


“Gilaaaaaa, cinta kalian bener-bener impossible love!” seru Ilham.


“Kamu jangan pamer gitu Put, bikin pengen lari ke Jogja aja!” Ilham memprotes kelakuan  Putra yang dibalas tawa oleh Ririen dan  Putra.


“Abang tadi dengar enggak kalau Ririen bilang aku ganteng?” tanya Putra pada Ilham. Membuatt dia habis dicubiti Ririen dengan gemas.


***


“Mom, hari ini jadwal kontrol dede twins ‘kan?”  Putra menanyakan kepastian jadwal yang di catatnya.


“Iya, Mommy enggak ngantor koq. Jadi sore Mommy ke kantormu atau Daddy jemput Mommy di rumah?” tanya Ririen sambil menyiapkan baju Putra untuk kerja.

__ADS_1


“Mommy enggak kerja? Ya udah Daddy juga di rumah aja, main ama Alesha,” jawab Putra ringan.


“Lha ini Mommy sudah siapkan baju. Kirain mau berangkat kerja,” protes Ririen.


“Ya enggak apa-apa ‘kan. Antar anak-anak ‘kan pakai baju itu.”  Putra bersiap mandi. Memang baju kerja  Putra bukan seperti baju orang kantoran pada umumnya, dia selalu pakai kaos dilapis kemeja yang tangannya digulung hingga lengan dan celana jeans.


Ririen pun bersiap, dia ingin ikut mengantarkan dua jagoannya ke sekolah lalu pergi belanja mumpung Putra enggak ngantor.


Sekarang mereka sedang menuju mall untuk membeli aneka kebutuhan baby born. “Mom, Daddy boleh request enggak?”


“Boleh aja, tapi soal disetujui atau tidak, itu yang enggak bisa Mommy janjikan,” jawab Ririen cerdas, dia tidak mau meng iya kan permintaan yang bertentangan dengan nuraninya.


“Habis melahirkan Mommy resign kerja ya? Itu dua baby lho! Akan sulit yang bantu nanganin bila enggak ada Mommy!” Putra hati-hati menyatakan pendapatnya.


“Kepikiran sih ama Mommy gimana repot dan ramenya rumah kita kelak. Tapi kalau buat resign belum terpikir Dad. Enggak nutup mata nantinya bakal akan ke arah itu. Tapi enggak janji segera. Kita lihat sikon ya? Boleh kan?” Ririen mencoba negosiasi dengan Putra.


Putra tak akan memaksa istrinya, karena dia tau, istrinya kerja bukan hanya sekedar mencari uang seperti saat mereka belum bertemu. Melainkan lebih  pada memenuhi kepuasan batinnya, mengembangkan talentanya.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA :  EL BANIARII, DENGAN JUDUL NOVEL  TIRAI KEHIDUPAN SANG CEO YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya 


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2