WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
ME TIME YANG GAGAL


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Bukan tanpa alasan Icha bertanya mengenai siapa yang harus belanja. Itu karena Fajar dan Fajri sangat ketat mengawasi Alesha.



Sejak 'kecolongan' oleh kelakuan Rezky yang terlihat sangat santun dan agamis serta dari keturunan pengurus pondok pesantren pula, Fajar  dan Fajri semakin menjaga ketat Alesha. 



Dan mereka makin menyadari, jangan pernah meremehkan pemikiran Mommy. Karena feellingnya tak bisa tertukar. 



Sejak awal Alesha yang bersikeras tetap mempertahankan Rezky saat Ririen menolaknya. Sekarang Alesha harus merasakan akibat membangkang penilaian ibunya.



Sekarang siapa pun yang dekat dengan Alesha di screening ketat oleh Fajar dan Fajri. Mereka bertindak sudah seperti mafia



Data dirinya dicari lalu ditelusuri sejarah pergaulannya sejak SMP hingga saat ini. 



Siapa mantan pacarnya, siapa sahabatnya juga dimana kerjanya.



Tak ada yang Fajar dan Fajri lewatkan. 



Garo Himawan dan Rama mantan Alesha ketika awal kuliah yang sekarang kembali mendekati Alesha juga sudah dipantau oleh keduanya.


\*\*\* 



"Mom, besok sehabis kasih ASI Jingga, Mbak titip Jingga sebentar ya," malam ini saat makan malam Alesha sudah minta izin pada Ririen.



"Mbak mau kemana?" Tanya Ririen lembut. Dia tahu ibu yang baru melahirkan dua bulan masih rentan kena syndrome baby blues.



"Mau beli alat buat simpan ASI. Kemarin kak Icha sudah kasih data jenis barangnya," sahut Alesha.



"Iya, pergi aja. Asal kamu tahu kapan harus kembali. Karena di rumah belum ada ASIP. Bila sudah ada ASIP tentu enggak problem," sahut Ririen. Dia tak mempermasalahkan soal izin keluar yang diminta Alesha.

__ADS_1



"Apa akan ditemani Garo?" Putra sekedar bertanya.



"Enggak Dadd. Mbak pengen me time. Pengen sendirian aja.



"Kalau gitu biar enggak terlalu lama nyari tokonya, sekarang kamu search di google dimana penjual alat-alat itu yang lengkap. Jadi kamu enggak kelamaaan muter nyari toko. Kalau muter cari barang yang sesuai itu lain alasan" sahut Ririen.



"Kemarin kak Icha sudah kasih tau dimana toko yang lengkap. Jadi Mbak enggak bakal mumet buat cari toko Mom.



"Nanti kalau udah ada stock ASIP, kita bisa jalan berdua. Jingga biar Yankkung yang jagain," cetus Ririen. 



Ririen dan Putra sudah memutuskan menggunakan panggilan YANKTIE Dan YANKKUNG yang merupakan singkatan dari  EYANG PUTRI dan EYANG KAKUNG. 



"Yankkung mah biasa. Dulu juga jagain Princess dan si kembar kalau Mommy sibuk kerja," Putra tersenyum manis. Memang dia terbiasa memberikan ASIP pada ketiga putrinya. Bukan hanya sekedar omong kosong.


\*\*\*




Sehabis ini Jingga akan tidur. Nanti pas bangun akan dia beri ASI baru Alesha pergi. 



Kalau pergi sekarang, tokonya belum pada buka. 


\*\*\*



Alesha tak percaya. Di rumah dia ingin sekali keluar rumah dan melihat dunia bebas. Baru sampai toko peralatan bayi dia sudah kangen pada Jingga dan ingin segera pulang mendekap bayi mungil itu.



Selain peralatan ASI, Alesha juga membeli baju Jingga, apron menyusui yang satu set dengan gendongan bayi dan bantal menyusuinya. Dan banyak lagi pernak pernik kebutuhan Jingga.



Lalu Alesha bergegas pulang. Tak terpikir untuk me time seperti niatnya semula. Bahkan ingin jajan saja dia tak ingin membuang waktu. Lebih baik jajanan nanti dia titip ada kedua adiknya.


\*\*\*



"Ha ha ha, itulah jiwa seorsng ibu. Gayanya sih pengen me time. Baru keluar rumah sudah ingin pulang."

__ADS_1



"Nanti ada lagi sudah yakin mau dinas luar kota, baru aja mau naik pesawat udah nangis enggak tega ninggalin anak-anak," Ririen terkekeh geli ketika Alesha cerita pengalaman pertamanya keluar rumah.



"Tapi ada juga sih yang enggak gitu. Banyak malah. Lihat aja berita ibu buang bayi atau ibu yang memukul anak atau bahkan ibu yang jual anaknya. Semua tergantung manusianya," Ririen mengembalikan ada sifat personalnya. 



Ririen sendiri sering bingung lihat perempuan yang bisa makan sendirian di mall. Dia kalau mau makan sendirian mikir mending segera pulang dan makan bersama anak-anak. Jadi dia memilih beli di bungkus.


\*\*\*



Freezer kecil yang Alesha beli datang bersamaan Kedatangan Garo. Lelaki itu bingung buat apa Alesha beli freezer, sedang sudah ada kulkas di rumahnya. 



"Apa kulkasmu enggak cukup Bun. Koq beli freezer?" Garo memang terbiasa menyebut Alesha BUN kependekan dari BUNDA, atau YANK kependekan dari SAYANK, walau perempuan itu tak menganggapnya ada.



Lebih tepatnya BELUM MENGANGGAP ADA.



"Mau buat simpan ASI. Bulan depan kan aku mulai kerja," jawab Alesha.



"Kenapa enggak full di nursery aja?" Pertanyaan yang sama dengan pertanyaan Icha.



"Supermarket belum ada yang pegang kalau aku mundur. Nunggu ada pengganti baru aku mundur."



"Pertanggung jawabanku ke dewan komisaris kan enggak semudah membalik telapak tangan walau ini perusahaan keluarga," Alesha memang mempertanggung jawabkan kerjanya ada Hilman dan Galih serta Putra dengan audit dari kantor pengacara uwak Risye.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.



![](contribute/fiction/5867678/markdown/10636434/1674365244129.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE itu ya.


__ADS_2