
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Fajri melihat pesan dari sosok yang tak pernah dia kenal. Sosok yang tak pernah menyentuh kalbunya hingga di permintaan terakirnya : *bisa peluk*?
Ada getar teramat dalam saat dia mendengar kalimat itu. Kalimat yang tidak lelaki itu pinta pada Fajar kakak sulungnya. Tapi hanya dipinta padanya.
Setelah membaca pesan yang Ricky -papa biologisnya- tulis di ponselnya, baru Fajar tahu. Ricky merasa sangat bersalah padanya sejak dia belum lahir, saat Ricky mulai selingkuh.
Lalu saat kelahiran dirinya Ricky malah sedang selingkuh lagi. Dan bahkan saat dia berusia satu tahun Ricky menjadikannya tameng untuk membuat Ririen pasrah disetu-buhinya.
Ricky juga cemburu pada Putra yang mendapat peluk hangat darinya ketika di konser tunggal perdananya. Sehingga Ricky ingin merasakan pelukan yang sama. Bahkan disisa napasnya!
Ironis. Pria yang membuang dirinya sejak dia dalam kandungan malah ingin bersamanya diakhir hidupnya.
Tak ada rasa kehilangan dalam diri Fajri. Jangan salahkan dirinya. Karena dia memang tak kenal sosok itu.
Walau mau dibilang apa pun kalau ada orang yang tak kita kenal meninggal, masa kita harus sedih dan meraung-raung?
Hanya karena kebetulan sosok itu ayah kandungnya.
Fajri mengambil notesnya, menuliskan kunci nada, lalu dia mainkan gitar ditangannya. Dia tulis lirik untuk nada-nada itu.
__ADS_1
Fajri menulis judul lagu itu *SEMUSIM*!
\*\*\*
Putra mendengar semua keterangan yang Fajar katakan. Bahkan tentang nama Shintia, nama dirinya dan nama Ririen istrinya di ponsel Ricky.
Apa mau kita salahkan? Kita aja enggak tahu nama kita disimpan dengan nama spesial apa di ponsel pasangan kita. Apalagi ponsel orang lain
"Bisa Daddy tahu isi pesan papamu ke Alesha? Dia jadi uring-uringan tak bisa kerja."
"Mommy mu juga banyak melamun. Tapi Daddy masih kasih toleransi lah. Karena papamu kan lelaki pertama buat mommy. Jadi seharian dia hanya diam dan melamun saja."
"Bahkan pada Jingga mommy juga tak terlalu perhatian. Jingga seharian sama Garo dan mbak Dwi aja."
\*\*\*
Satu minggu berlalu dari kisah sedih kematian Ricky. Keluarga Putra mulai kembali normal.
Sekarang mereka bersiap untuk berangkat dua minggu lagi ke Jakarta.
Karena Icha hamil maka Fajar memilih menggunakan jasa transportasi kereta.
Akhirnya semua menggunakan kereta. Tanpa terkecuali.
Karena belum resmi Alesha tak mengajak Garo. Dia masih sangat takut akan pengkhianatan.
__ADS_1
Bahkan pada Garo dia sering acuh. Saat sadar baru dia ramah kembali.
Walau begitu Garo tetap terlibat dalam persiapan. Lelaki itu tak kecil hati. Dia banyak mendengar bagaimana jatuh bangunnya Putra mengejar cinta ibu gurunya yang lebih tua enam tahun dan mempunyai tiga anak.
Perjuangan panjang yang bebuah manis.
"Tiap hari kirimin foto Jingga ya. Biar Ayah enggak kangen," pinta Garo.
"Cuma Jingga aja kan?" Goda Alesha.
"Ama Bundanya mah gampang. Kalau kangen tinggal telepon sambil mandangin fotonya. Beres," jawab Garo.
Ha ha ha, saat itu belum ada video call. Sabar yaaa. Ini aja udah masuk ke WA koq. Awalnya masih BBM an.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.
__ADS_1