
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Iya benar, Daddy ada di sini, Kakak mau bicara dengan Daddy?” tanya Ririen lembut.
“Iya” jawab Fajar untuk mengecek kebenaran yang daddynya katakan kemarin bahwa Putra akan menjemput mommy mereka.
“Sebentar ya, Daddy sedang di toilet, nanti begitu keluar Mommy minta Daddy bicara dengan Kakak. Mana Abang?” tanya Ririen.
Fajar dan Fajri lama ngobrol dengan Ririen walau sejak tadi Putra sudah selesai dari kamar mandi.
“Dadd, ni Abang dan Kakak ingin ngomong ama Daddy,” Ririen memberitahu Putra yang sedang membaca pesan di ponselnya. Sesudah itu Ririen langsung rebahan karena lelah.
***
Esoknya dengan malas Ririen bersiap untuk sarapan, dia tidak peduli dengan Putra yang masih di kamar mandi. Dia menuju ruang makan hotel bagi semua yang menginap di hotel. Dengan diam dia mengambil makanan yang dia inginkan lalu dia ambil tempat di meja pojok. Dia makan dengan diam, sampai Putra datang menyusulnya sambil membawa kopi dan nasi goreng.
“Hari ini kita mau jalan kemana Mom?” tanya Putra dengan lembut dan sabar.
“Enggak mau kemana-mana, mau tidur aja” jawab Ririen ketus.
“Kita kan tiga hari di sini, anggap aja kita honeymoon ya. Mommy kasih tau aja kita mau kemana,” bujuk Putra tak mau terpancing emosinya. Putra bertekad membuat Ririen bisa baik kembali.
Ririen tidak menjawab dia langsung minta kunci kamar, tapi Putra tidak memberikannya. “Kalau kita enggak mau kemana-mana, kita bicara ya, biar clear semua permasalahan ini. Kita enggak bisa kan begini terus, sebentar ya Daddy habisin ini sedikit dulu, habis itu kita bicara,” pinta Putra.
“Bicara aja di sini, kalau enggak ya langsung pulang aja ke Jakarta,” Ririen masih ketus menjawab kata-kata Putra.
“Ok, kita bicara sekarang di sini. Daddy minta maaf kalau Daddy punya salah, tapi Mommy harus tau, Daddy enggak punya hubungan apa pun dengan Jane. Dia itu mantan pacar teman Daddy saat di London, lalu dia putus dengan teman Daddy dan pacaran dengan saudara sepupunya mantan pacarnya. Saat ini dia sedang hamil dan mencari pria yang membuatnya hamil. Itu aja. Daddy sendiri sudah lebih dari empat tahun enggak ketemu dia,” cerita Putra, menjelaskan siapa Jane sebenarnya.
__ADS_1
Namun sayang hati dan pikiran Ririen sudah beku, dia jelas-jelas mendengar Jane sangat bahagia pernah menjadi bagian hidup Putra dan tidak akan melupakan kisah manis antara mereka. Apakah yang seperti itu disebut teman?
Bahkan Jane dengan santainya minta Putra segera menghubunginya secepat mungkin. Tidak! Ririen tak akan menerima penjelasan apa pun, dia kembali teringat lukanya.
‘Laki-laki memang selalu menipu, enggak bisa dipercaya,’ pikirnya.
Karena Ririen tetap terdiam Putra meraih tangan Ririen, menatap matanya dan mencoba kembali meyakinkan Ririen lewat tindakannya. Dia menciumi jemari Ririen dan mengatakan “Itu semua yang sebenarnya Mom, Daddy enggak bohong. Please bicara, Daddy lebih baik kamu maki-maki daripada kamu diam gini ke Daddy,” keluhnya.
“Udah selesai? Ayo balik ke kamar,” pinta Ririen tak peduli.
“Kita jalan yok, cari baju batik anak-anak?” bujuk Putra.
“Saya malas,” jawab Ririen, dan Putra merasakan sakit saat Ririen menyebut dirinya dengan kata saya. Dia tahu Ririen sudah sangat terluka dan telah mendirikan benteng tinggi dan kokoh.
“Daddy harus melakukan apa agar Mommy bisa memaafkan Daddy. Bahkan kemarin sebelum Daddy nyusul ke Jogja, Daddy sudah kasih ultimatum Jane untuk tidak menghubungi Daddy lagi dan meminta dia menyelesaikan persoalannya sendiri tanpa minta bantuan Daddy,” Putra kembali menjelaskan kondisinya dengan Jane, tapi sekali lagi Ririen sudah tidak mau mendengar penjelasan apa pun.
Ririen berdiri hendak keluar tempat makan tersebut menuju kamarnya. “Kita jalan-jalan sebentar ya?” Putra kembali membujuknya sambil memeluk pinggangnya, dan mengarahkan Ririen untuk menuju ke lobby hotel. Ririen tidak memberontak, tentu dia tidak mau jadi bahan tontonan bila ribut di muka umum.
Di atas becak Ririen tetap diam, Putra mencoba meluluhkan hati istrinya dengan sangat sabar, belum pernah Ririen marah sampai tidak mau bicara sama sekali seperti ini, dipeluknya bahu Ririen, kadang diusapnya puncak kepala Ririen, dikecupnya kening Ririen. Namun Ririen tetap diam tanpa reaksi.
“Mom, kasihan ‘kan Dedenya kalau Mommy marah terus gitu, maafin Daddy dong?” rengek Putra sambil dia membantu Ririe turun dari becak.
“Kita masuk ya?” tanya Putra.
‘Udah sampe sini lalu dia tanya, kita masuk ya? Ngapain juga coba tadi kesini?’ tanya Ririen dalam hatinya.
“Dewi … kamu Dewi ‘kan?” sapa seorang laki-laki gagah pada Ririen. “Lupa enggak ama aku?” tanya orang itu.
“Serius saya lupa,” jawab Ririen ramah dengan wajah ragu.
__ADS_1
“Serius kamu lupain aku? Aku bunuh diri nih dilupain kamu,” jawab laki-laki itu memegang erat tangan Ririen dan melakukan cium pipi kanan kiri tanpa bisa Ririen cegah.
“Aahhhhhh … Doddy … ” akhirnya Ririen mengingat teman dekatnya saat SMA dulu. “Kamu ama siapa ke sini dan ngapain?” tanya Ririen kaget. Tak percaya bisa bertemu dengan mantannya ketika SMA dulu.
“Lagi pengen cari inspirasi aja. Lama enggak pulang, jadi kangen Indonesia. Kemaren Anton teman kita juga ngajak ketemuan di sini ama Bambang dan Steve. Jadi ya aku nyangkut deh di sini, besok balik lagi ke Italia. Khabarmu gimana dan sekarang tinggal di mana, trus ke sini ama siapa?” cecar Doddy tanpa rem. Memang begitu cara bicaranya sejak dulu.
Doddy Lukito dan Ririen pernah pacaran tiga bulanan saat kelas tiga SMA dulu sebelum ujian. Sehabis kelulusan Doddy langsung berangkat ke Italia. Orang tua Doddy yang pengusaha garmen meminta Doddy mempelajari semua tentang mode agar bisa meneruskan usaha mereka.
“Kenalin ini suamiku,” Ririen menarik Putra untuk berkenalan dengan Doddy, aku habis pertemuan bisnis, lalu suamiku nyusul buat refreshing,” jelas Ririen.
“Doddy.”
“Putra.”
“Dew, aku bisa minta nomor HP-mu, kapan-kapan aku hubungi kamu ya, sekarang aku mau ketemu ama pembatik kraton dulu,” kata Doddy.
“Ok, save ya, 0818 …” Ririen memberi nomor ponselnya pada Doddy.
“Seneng bisa liat kamu lagi, serius ya nanti kita ngobrol lagi,” Doddy pamit pada Ririen dan Putra, meninggalkan mereka . Beberapa langkah kemudian dia membalikkan tubuhnya untuk melihat Ririen kembali seakan tidak percaya bisa ketemu lagi dengan cinta masa SMA nya.
\===============================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA : MORATA, DENGAN JUDUL NOVEL CONTRACT WEDDING 30 DAYS WITH CEO YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta