
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Fajri memarkirkan mobilnya di tempat percetakan undangan untuk melihat design yang dia pesan ada kesalahan atau tidak.
"Mas, ini warnanya bukan sesuai pesanan saya coba lihat draft yang saya berikan."
"Ini mengapa terlalu ke kiri?"
"Tolong perhatikan detail ini Mas. Sepertinya sepele, tapi nanti hasilnya sangat beda," Fajri minta konsep yang dia berikan lebih diperhatikan.
Ketika awal pesan Fajri sudah berpesan bila dia belum ACC atau setuju dia tak mau pesanannya di cetak. Bila dicetak sebelum dia setujui dia tak mau membayar. Karena buat orang seni seperti dirinya kesempurnaan adalah keharusan.
Cukup lama Fajri diskusi dengan orang itu. Dia lihat Riani tak ada wajah takut atau kesal. Pergi pertama malah harus nemani ke tukang cetak.
\*\*\*
Di rumah Ririen, tak ada orang tuanya, Leona dan Leoni seperti anak ayam kehilangan induk. Padahal mereka sudah mahasiswi.
"Mbak, aku tidur rumahmu ya?" Pinta Leona.
"Eh …, rumah ku kan sak uprit. Ngapain mau tidur sini?" Tentu saja Alesha merasa aneh terhadap permintaan adiknya itu.
__ADS_1
"Dunia sepi Mbak enggak ada mommy dan daddy," Leona memberi alasan yang aneh.
"Biasanya ada daddy dan mommy kan kalian juga nggak tidur dengan mereka. Kenapa sekarang mereka ke rumah nenek kamu rewel? Mau minta bacain cerita snow white?" Goda Alesha.
Saat itu terdengar ketukan di pintu depan.
"Siapa Mbak?" Tanya Alesha pada pembantu rumah tangga yang membukakan pintu depan. Kebetulan si pembantu belum pulang.
"Mbak Leoni. Dia bilang mau nginep sini!" Sahut sang asisten yang membantu membawa masuk barang-barang si bungsu.
"Astagfirullah. Ini yang satu lagi ngerengek minta nginep sini lewat telepon. Yang satu malah udah nyelonong tanpa izin!" Alesha bingung sendiri akan kelakuan dua adiknya.
Leona yang mendengar adik kembarnya telah berada di rumah Alesha pun memutus sambungan teleponnya.
Leona juga membawa laptop dan buku-bukunya serta cemilan dan sussu coklat panas miliknya.
"Kalian ngapain sih? Bikin rumah Mbak seperti barak pengungsian!" Alesha melihat dua gadis kembar menggelar kasur di lantai di kamar Jingga.
Bila malam Jingga tidur bersama Alesha. Bila siang dan Alesha oergi kerja atau dia ke kebun memang Jingga tidur di kamarnya sendiri dan kamar Alesha dikunci.
Di kamar Jingga sekarang bertebaran cemilan dan buku. Dua gadis itu tak peduli pada pemilik rumah.
__ADS_1
Mereka berdua hanya ingin "merasa ada teman' disisinya tanpa butuh ditemani.
\*\*\*
Setelah memberi sedikit refisi maka Fajri bergegas masuk kembali ke mobil untuk mengantar Riani. Kebetulan memang dia searah kalau menuju Sedayu rumah daddynya.
"Maaf ya agak lama," Fajri minta pengertian Riani.
"Enggak apa-apa Bang. Santai aja." Riani tak merasa keberatan sama sekali.
Tak lama mereka sampai didepan rumah joglo besar milik keluarga Riani.
Fajri kagum. Dia yang berbasic pendidikan arsitektur tentu tahu kualitas bangunan jati kuno itu. Terlebih sejak kecil memang Fajri sangat menyukai bangunan kuno yang menurutnya sangat tinggi nilai seninya.
“Sudah malam, saya tidak mampir ya. Sampaikan salam hormat saya pada Romo kamu. Suatu saat saya ingin mengenal beliau,” Fajri langsung pamit pada Riani. Perempuan jawa keturunan ningrat keraton Jogja.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING itu ya.