
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Kalian itu udah punya tiga anak, bukan belum ada anak Rien, jangan berpikir seperti itu, Mama udah bersyukur Utha dapat kamu. Enggak usah dipikirin soal tambahan anak lagi. Kalau dikasih ya Alhamdulillah, kalau enggak dikasih tambahan ya enggak apa-apa,” bu Rini menguatkan batin Ririen.
“Iya Ma, makasih banget Mama dan Mas Putra punya pandangan gitu. Maafin Ririen kalau sampai enggak dikasih tambahan ya Ma. Serius Ririen enggak pakai pencegah apa pun,” Ririen masih tetap mencoba meyakinkan mama mertuanya.
“Udah ah, enggak usah dibahas lagi, nanti malah kamu nangis lalu Utha lihat, dikiranya Mama marahin kamu,” bujuk bu Rini.
***
Siang sedang cetar, Ririen yang sedang bersiap untuk keluar makan siang tiba-tiba tanya jadwal ke mbak Tuti. “Sehabis makan siang saya ada jadwal apa Mbak?”
“Enggak ada pertemuan atau janji dengan siapa pun Mbak” jawab Tuti melihat buku catatan miliknya.
“Kalau gitu saya makan di luar lalu mau coba prospek orderan saya, dan saya enggak balik kantor ya,” Ririen memberitahukan tujuannya keluar kantor. Ririen membeli ayam dan kentang McD, untuk dia makan dengan Putra, dibelinya satu nasi, dua porsi jumbo kentang dan lima potong ayam crispy. Biar deh sekali-sekali memanjakan suaminya tidak makan sayuran.
“Yes Honey,” jawab Putra menjawab panggilan telepon istrinya.
“Dad, aku on the way kantormu, aku bawain makan siang buatmu. Kamu ada di kantor kan?” tanya Ririen manja.
“Kamu aneh, udah on the way ke kantorku baru nanya aku ada di kantor apa enggak,” ledek Putra pada istrinya.
“Ih Mas sih gitu, ya udah aku enggak jadi ke kantormu nih, aku balik kantorku lagi aja,” rajuk Ririen.
“He he hee, kalau deket, pas ngambeg gitu pasti udah Mas cium tu bibirmu, Mas tunggu ya cintaku, hati-hati ya?” balas Putra.
Sesampai di kantor Putra, Ririen berulah minta suaminya menjemputnya di mobil. “Mas jemput aku, aku enggak mau masuk kantormu kalau kamu enggak jemput aku di parkiran,” rengeknya. Putra sampai bingung, ada apa dengan sikap istrinya yang jadi aneh seperti itu?
Putra menghampiri Ririen yang tidak mau keluar dari mobilnya sebelum dia menjemputnya. Di ketuknya jendela mobil Ririen agar mau membuka pintu mobilnya. Dilihatnya istrinya tersenyum manis saat keluar dari mobil sambil membawakan kotak makan dari McD.
__ADS_1
‘Tumben nih enggak bawain makanan berserat,’ batin Putra. Dipeluknya istrinya erat-erat dan diciumnya kening istrinya. Dia membimbing istrinya masuk ke kantornya, Ririen basa basi memberi salam bagi yang dia lihat di kantor itu dan langsung naik ke tangga menuju ruangan Putra di lantai atas.
“Mas, aku enggak bawa sayuran, buat seratnya bisa minta belikan juice enggak?” pinta Ririen.
“Bisa lah, di depan ‘kan ada yang jual es buah dan juice,” jawab Putra meyakinkan istrinya.
“Belikan es buah satu, juice alpokat satu dan juice jambu atau mangga satu ya Mas,” pinta Ririen, Putra langsung meneruskan pesan itu ke Yono, office boy di kantor itu.
Ririen langsung membuka paket makannya, disiapkannya nasi dan ayam untuk Putra, sedang dia makan kentang dan ayam. Kembali Putra bingung dengan porsi makan Ririen kali ini.
Ririen makan tiga potong ayam dan kentang padahal biasanya hanya satu ayam aja kentangnya tidak akan habis. Sehabis makan agak lama baru Ririen mulai meminum es buah dan juice jambunya.
“Mas aku pulang ya, udah ngantuk karena kekenyangan,” pamit Ririen dengan manjanya.
“Kalau ngantuk ya jangan bawa mobil lah, bareng Daddy aja ya, biar mobil dibawain anak kantor aja, atau biar di sini aja, besok sebelum berangkat kerja Mommy mampir sini,” cegah Putra. Ia tak mau istrinya celaka karena mengemudi sambil mengantuk. Walau jarak rumah mereka tak jauh dari kantornya.
“Rumah kita deket Dadd, bukan seperti dulu di Cilangkap,” bantah Ririen.
Sesampainya di rumah Ririen benar-benar langsung tidur tanpa sempat memperhatikan anak-anak.
‘Padahal semalam dia tidak kurang tidur,’ pikir Putra. Putra menyapa sebentar anak-anaknya, lalu dia minta pegawainya di kantor menjemputnya menggunakan motor karena masih ada kerjaan yang harus dia selesaikan hari itu.
Sejak ngobrol dengan bu Rini mertuanya, memang Ririen sudah tidak terbebani dengan permasalahan anak dari Putra, dapat syukur tidak dapat ya sudah. Maka dia juga sudah tidak pernah memperhatikan kapan dia mens lagi.
Bangun tidur Ririen kembali lapar. Sehabis memandikan Alesha, dia pun bergegas mandi, dan memperhatikanFajar dan Fajri membuat PR nya. Saat itu terdengar tukang siomay lewat. Ririen meminta mbak Yuni memanggilnya. Dia memerintahkan pesan untuk masing-masing. Dia juga membelikan Putra satu porsi dan satu piring porsi dobel untuk dia nanti, sedang yang saat ini Ririen langsung makan dua porsi.
Putra sampai rumah sudah hampir maghrib disambut pelukan manja oleh Ririen dan juga ciuman manis di pipinya. “Cape ya Dadd, harus anter Mommy pulang dulu?” tanya Ririen merasa bersalah.
“Ya ampun, cuma nyetir dari kantor ke rumah koq cape? Enggak apa-apa koq,” jawab Putra sambil mencium kening istrinya.
“Ya udah Mas mandi dulu, aku udah siapin baju gantinya seperti biasa, mau langsung ma’em atau ngeteh dulu?” tanya Ririen.
__ADS_1
“Serba tanggung ya Mom, mau makan kecepetan, mau ngeteh juga malas. Mau main ama anak-anak aja deh,” jawab Putra.
“Tadi Mommy jajan siomay, Daddy mau? Sambil ngobrol ama anak-anak,” usul Ririen.
“Yah, tambah malas makan kalau udah makan siomay, enggak lah, Daddy masih malas,” Putra langsung masuk ke kamar mandi
.***
Jam dua tengah malam Ririen terbangun, dia merasa sangat kelaparan, dia ingat punya siomay porsi jumbo miliknya. Dia pun keluar kamar dan memanaskan siomaynya sebentar di micro wave lalu melahapnya. Putra yang tidak menemui Ririen dipelukannya mencoba mencari Ririen di kamar Lesha, tapi tidak ditemuinya istrinya di sana. Kamar Lesha berada di sebelah kamar mereka dan terhubung dengan pintu di dalam, tak perlu keluar kamar.
Putra pun keluar kamarnya, mencari Ririen, dilihatnya istrinya baru saja mengeluarkan siomay dari micro wave serta menuangkan bumbunya lalu dengan lahap memakannya. “Kamu kenapa Mom? Tadi kita makan malam kan kamu juga makan banyak, koq tumben malam-malam gini kamu kelaperan?”
“Kenapa? Aku enggak boleh makan?” tanya Ririen tersinggung.
“Bukan gitu, ‘kan tadi sudah makan, dan kamu tumben nambah makannya, koq sekarang makan lagi? Bukan enggak boleh makan!” sahut Putra dengan raut wajah bingung.
Ririen langsung menyudahi makannya, dia segera minum air putih, lalu masuk kembali ke kamarnya. Putra menghampiri istrinya di tempat tidur, dilihatnya bahu istrinya terguncang. “Kamu kenapa Cinta, koq nangis?” tanya Putra bingung.
\===================================================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA : DESY PUSPITA, DENGAN JUDUL NOVEL HASRAT KAKAK TIRI YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
__ADS_1