
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Assalamu'alaykum. Ada apa pak Fuad?" Tanya Putra yang hari ini dihubungi Fuad. Konser baru selesai dua hari lalu. Putra pikir Fuad mau pamit untuk kembali ke Jakarta.
"Maaf mengganggu. Kami baru sampai Jakarta tadi malam. Tapi saat di taksi Ricky kena serangan jantung dan siang ini dia bergumam nama Fajri dan kata maaf berulang kali."
"Kalau berkenan, bisakah Fajri datang dan memaafkannya agar dia bisa berpulang dengan damai?"
"Sepertinya itu keinginan dia yang terakhir," suara Fuad tercekat.
"Saya tak berani menjanjikan sesuatu. Tapi saya akan berupaya mengatakañya padanya segera. Semoga Fajri bisa datang," sahut Putra pelan.
Semua terdiam mendengar kata-kata yang Putra . Mereka menduga-duga siapa yang telepon dan apa yang dikatakan.
"Opa Fuad telepon. Papa Ricky kritis sepulang dari Jogja." Putra menjeda kalimat nya.
"Saat koma ini dia hanya bergumam maaf, maaf, Fajri!"
"Opa minta kamu datang dan memberinya maaf agar dia bisa meninggal dengan tenang. Sepertinya itu permintaan terakhirnya," ucap Putra lirih.
"Seperti kalian dengar. Daddy tak menjanjikan kamu datang Bang. Daddy hanya bilang akan mengatakannya segera. Maka Daddy menyampaikan ini tak menunda sampai rumah karena saat seperti ini waktu sangat berharga."
"Semua Daddy serahkan padamu. Tapi yang pasti daddy dan mommy akan berangkat."
__ADS_1
"Mas berangkat. Nanti Icha biar di rumah mama papa selama Mas tinggal," Fajar sebagai anak sulung memutuskan berangkat.
"Pesan tiket sekarang. Abang pasti berangkat walau kalian tidak. Karena dia cari Abang," sahut Fajri.
"Kamu mau berangkat? Mau Mas temani?" Garo tahu Ricky ayah biologis Alesha.
"Kasihan Jingga. Dengan siapa dia saat aku di rumah sakit? Aku bukan tak mau. Tapi rumah sakit bukan tempat yang bagus untuk Jingga. Nanti biar aku bisikan aja bila abang atau mas sedang ada disisinya," jawab Alesha.
Akhirnya semua segera masuk mobil. Garo minta dia yangiris bi tiket pesawat. Semua dia minta kirim data sesuai KTP.
Garo tahu semua sedang panik.
Liani merasakan kalau keluarga Fajri itu memang sangat memperhatikan satu sama lain. Liani belum tahu siapa yang akan mereka jenguk dan mengapa meminta maaf pada Fajri sedemikian rupa.
\*\*\*
"Ma, Pa, Bu, Yah. Tolong kami ya. Temani Alesa, Leona dan Leoni. Kami akan berangkat ke Jakarta malam ini. Ricky kritis di ICU," Putra meminta kedua orang tua dan mertuanya menemani ketiga putrinya.
Ririen langsung berkemas.
"Icha akan di rumah mama papanya. Alesha enggak bisa berangkat karena tak mungkin membawa Jingga di rumah sakit," lanjut Putra.
Garo mengirim barcode tiket mereka.
__ADS_1
"Iya Dadd?" Garo mengangkat telepon Putra.
"Kirim nomor rekeningmu sekarang juga bila masih ingin jadi calon suami anakku," tanpa basa basi Putra langsung menutup pembicaraan. Garo hanya nyengir mendengar ancaman itu.
"Kenapa Mas?" Alesha bingung melihat Garo nyengir-nyengir tak karuan.
"Diancam daddy," sahut Garo.
"Kamu salah pesan tiket? Atau bagaimana?" Alesha takut bila rombongan tertunda keberangkatannya.
"Engga. Cuma suruh kasih nomor rekening sekarang juga buat ganti uang tiket," jawab Garo.
"Apa ancamannya?" Alesha jadi curiga. Putra pernah cerita sedang beli durian, tiba-tiba Garo datang ikut beli dan dia yang bayar semua.
"Nanti tanya daddy langsung aja. Mas enggak enak kasih taunya," Garo menghampiri Jingga yang terdengar merengek.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.
__ADS_1