WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
NIAT FAJAR ...


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


Hari ini hari pertama Fajri kuliah setelah melalui masa orientasi mahasiswa baru. Dia kuliah jurusan teknik.


Mengikuti jejak Putra sang panutan. Semua hal tentang Putra selalu Fajri tiru.


Itu sebabnya Putra sengaja memberitahu keburukannya agar Fajri tidak kecewa bila mendengar dari orang lain yang kadang sudah diberi bumbu penyedap.


Putra tak ingin anak-anaknya kecewa.


Walau sudah kuliah Fajri belum boleh membawa motor sendiri. Karena dia belum punya SIM. Ririen sangat ketat dalam hal ini.


Ririen tahu banyak anak SMP sudah diperbolehkan membawa motor. Tapi Ririen selalu berkilah, biarkan saja mereka seperti itu, mereka itu bukan anaknya jadi Ririen tak peduli. Tapi dia tak akan mengajari anaknya untuk tak patuh hukum. Tidak akan!


Maksudnya tidak akan membiarkan putra dan putrinya menyalahi hukum!


Dan semua anaknya kagum pada keputusan sang mommy. Saat banyak orang tak peduli, mommy mereka tak gentar dipandang ‘aneh’ oleh para orang tua lain.

__ADS_1


“Hari ini Mommy yang antar kalian, karena Mommy mau ke pabrik gula, ada seminar disana,” Ririen memberitahu ketiga putrinya.


“Abang sama Daddy ya. Mas agak siang,” Fajar yang sejak semalam sudah memberitahu jadwalnya pada Fajri dan Putra kali ini mempertegas lagi.


Memang semua harus diberitahu sejak malam agar pagi-pagi taka da yang saling menyalahkan.


“Iya Mas, kan semalam sudah dikasih tahu,” jawab Fajri sambil memakan sarapannya.


“Apa nanti kami juga akan dijemput Mommy?” tanya Alesha. Dia senang bila Putra atau Ririen yang mengantarkannya.


“Kalau di jadwal sih Mommy bisa jemput kalian. Tapi kalau di lapangan kan kita enggak tahu?” jawab Ririen bijak.


Seminar kali ini adalah pengolahan sampah gula untuk pembuatan pupuk. Karena selama ini ampas tebu hanya untuk pakan ternak saja.


Sementara Fajri tak keberatan tiap berangkat pagi bareng Fajar atau diantar Putra atau sopir. Tergantung dia masuk kuliah jam berapa. Dan pulangnya dia naik angkutan umum. Tak ada gengsi atau malu. Padahal untuk bawa mobil pun dia sudah mampu.


Kadang bila pergi bersama Putra atau Ririen, kedua nya membolehkan Fajri menyetir bila sudah dekat rumah. Untuk memperlancar kemampuan.


Semua masih dalam koridor pengawasan orang tua.Tapi bila pergi sendiri masih tak diizinkan.

__ADS_1


“Kamu bawa sampai arah Godean,” Putra memberikan kunci mobilnya pada Fajri.


Mereka memang lewat jalan pintas. Dan seperti biasa Putra mengizinkan Fajri yang mengendarai mobil.


Tak ada belajar nyetir ngumpet-ngumpet di keluarga Putra. Dia membolehkan kapan saja anaknya akan memulai belajar. Yang tak diizinkan adalah mengendari di jalan umum tanpa pengawasan.


Ririen dan ketiga bidadari kecil Putra sudah berangkat lebih dulu. Tersisa hanya Fajar yang sedang melamun. Dia ingin mencari waktu bicara dengan kedua orang tuanya.


'Aku tak perlu takut. Usiaku sudah cukup dewasa. Modalku cukup. Aku yakin mommy dan daddy enggak akan keberatan dengan niat baikku. Bukankan niat baik harus disegerakan?’


‘Tapi …, apa benar dimata daddy dan mommy aku sudah dianggap dewasa untuk mandiri?’


Ini yang membuat Fajar ragu mengatakan niat baiknya. Akankah mungkin Ririen dan Putra melepaskan putra mereka yang masih sangat muda memikul beban tanggung jawab yang besar?


Selama ini belum pernah satu kali pun Fajar ragu bicara dengan kedua orang tuanya yang dia anggap selalu bisa mengayomi semua anaknya itu.


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2