
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Fajar hanya menggeleng dan membuat video kondisi daddynya saat ini. “Dadd … daddy,” sapa Fajar pelan didekat Putra. Karena tak ada respon, terpaksa Fajar menepuk bahu Putra untuk menyadarkan lelaki tampan pujaan hati kelima anaknya itu.
“Kenapa Son?” tanya Putra saat tersadar.
“Kamu ada masalah apa?” Ilham segera bicara, takut Putra kembali pada lamunannya.
“Aku enggak tahu ada masalah apa. Semalam dia masih manis. Bahkan tadi pagi tak ada perubahan apa pun. Dia masih mengantar aku ke depan pintu. Sesampai di super market aku langsung laporan aku sudah sampai, tapi ponselnya sudah tidak aktiv. Sehingga siang aku langsung lari pulang karena tak biasanya Ririen seperti ini,” sahut Putra putus asa.
“Serius kamu enggak berantem?” tanya Ilham.
“Aku enggak pernah berantem dengan dia sekali pun. Yang sering dia marah. Tapi aku enggak akan pernah menjawab amarahnya. Tapi tadi pagi dia enggak marah dan kami enggak ada persoalan apa pun,” sahut Putra pasti.
“Apa kamu yakin enggak bikin istrimu cemburu karena kamu selingkuh?’ desak Ilham lagi.
“Astagfirullah Bang. Demi Allah tak pernah sekali pun ada niat dalam hatiku untuk berpaling. Mendapatkan cinta Ririen suatu perjuangan terberat dalam hidupku.”
__ADS_1
“Dan kalau aku berpaling, bukan hanya anak-anak yang akan aku lukai, tapi juga keluarga besarku yang sangat memuja Ririen. Aku akan langsung dipenggal oleh mama dan papa kandungku. Dan aku yakin mertuaku juga akan menggorokku bila itu terjadi,” desah Putra.
“Tapi yang pasti aku tak mau kehilangan Ririen. Aku tak akan pernah selingkuh bahkan berpikir untuk selingkuh saja tak pernah ada dalam otakku,” Putra memastikan dia tidak mungkin selingkuh.
“Ngapain kamu buka baju dikamar hotel dua hari lalu?” tanya Ilham tiba-tiba.
“Ada apa dengan aku buka baju? Abang tahu dari mana?” tanya Putra bingung.
“Kalau kamu mau Ririen kembali, kamu cerita selengkapnya kejadian dihotel dua hari lalu,” pinta Ilham. Dia tahu, seperti dirinya dan Kasih. Cinta kedua adiknya sangat besar. Mereka saling mendukung. Hanya banyak yang ingin menghancurkannya saja.
“Dua hari lalu seperti yang aku bilang ke Ririen, aku ada meeting di hotel dengan agenda laporan tahunan dan pemilihan pengurus baru periode tiga tahun kedepan. Entah mengapa saat voting pemilihan pengurus baru, terjadi perkelahian antar kandidat. Dan aku berupaya melerai mereka Bang,” Ilham dan Fajar mendengar cerita Putra dengan saksama.
“Sehabis keributan itu, kami masuk ke kamar salah satu kandidat. Saat diberi minum tanpa sengaja ada yang menumpahkan kopi ke kemejaku. Kalau hanya ke jas ku mungkin aku enggak perlu ganti baju. Tapi ini ke kemejaku.”
“Teman-teman entah pulang jam berapa. Tapi aku langsung pamit ketika tiba tengah malam. Aku sampai rumah jam satu kurang,” jelas Putra.
“Bagaimana menurutmu Mas?” Ilham bertanya pada Fajar. Dia yakin putra sulung Putra punya pendapat dari sudut pandangnya.
“Aku percaya Daddy. Tapi aku enggak nyalahin Mommy karena foto-foto itu memang real. Hanya bumbu foto yang bikin Mommy terluka,” jawab Fajar tegas.
“Apa maksudmu Son? Foto apa? Bumbu apa? Ada apa dengan Mommymu?” tanya Putra beruntun. Putra malah bingung Fajar sang putra sulung mengetahui permasalahan yang dia tidak tahu sama sekali.
__ADS_1
“Tadi pagi, sehabis kalian berangkat, Ririen membaca pesan dari seseorang yang dikirim tengah malam. Orang tersebut bilang kamu sudah tidur dengannya di hotel. Bahkan kamu pergi bersama ke Semarang. Ssttt … jangan putus cerita Abang,” Ilham memberi tanda dengan meletakkan jari telunjuk dibibirnya agar Putra tak menyela ceritanya.
“Lalu Ririen ingat, kemarin kamu kelelahan sampai tidak masuk kantor sehabis meeting itu. Ririen berasumsi kamu memang tidur dengan perempuan itu,” jelas Ilham sambil menyerahkan ponselnya untuk Putra lihat.
“Dasar pela-cur. Dia memang beberapa kali datang ke kantor dan kami bertemu di Semarang secara tak sengaja. Tapi aku enggak berpikir dia terobsesi seperti ini. Dari mana dia dapat nomor ponsel Ririen?” Putra tak habis pikir dengan kelakuan Sarah.
‘Aku akan menghancurkannya!’ dengan geram Putra berniat menghancurkan Sarah dalam semua bidang.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL BETWEEN QATAR AND JOGJA YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL BETWEEN QATAR AND JOGJA ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
__ADS_1
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta