
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Fajri yang sedang tidak latihan vokal, dan akan melihat latihan penari latar serta backing vocal, Fajri melihat sosok yang tadi dilihatnya.
‘*Oh ternyata dia pengganti Ina yang kecelakaan itu. Bagus juga, bisa main piano dan bersuara bagus*’, guman Fajri dalam batinnya.
\*\*\*
"Jangan rewel ya sayang. Bunda janji hari ini hanya akan sebentar aja," Alesha sedih ketika harus berangkat kerja pertama kali.
Alesha rasanya ingin resign saja. Akan dia katakan ada uwak Hilman dan kakek kalau dia lebih memilih tak bekerja saja.
Kalau hanya untuk makan dirinya dan Jingga hasil cafenya cukup. Bahkan lebih dari cukup.
Tapi Alesha ingat perjuangan daddy dan uwaknya bikin usaha ini. Dia tak mau mundur.
\*\*\*
"Astagfirullaaaaah. Daddy ngeselin! Kenapa enggak bilang dari kemaren? Kan jadi enggak perlu nangis ninggalin Angel di rumah!"
Alesha langsung menghubungi Ririen. "Assalamu'alaykum Mbak? Baru sampe kantor? Kamu yang tenang dan fokus ya biar Angel enggak rewel," Ririen langsung memberi nasihat ketika tahu siapa yang menghubunginya.
"Mbak lagi kesel ama pacar Mommy. Super kesel!" Sahut Alesha.
"Laaaah? Kesel ama daddy kenapa lapor Mommy? Kenapa enggak langsung ngomel ke dia aja?" Tentu Ririen bingung jadi sasaran tembak Alesha.
__ADS_1
"Mommy aja bilangin ke daddy. Mbak kezzzzelllll. Tahu gitu tadi berangkat kerja enggak perlu nangis ninggalin Jingga di rumah," keluh Alesha.
"Ada apa sih Mbak?" Ririen makin penasaran.
"Ya wis. Mommy tanya aja ama daddy apa yang dia bikin sehingga Mbak kesel. Bye Momm. *I love you*," Alesha menutup sambungan teleponnya.
Tak ingin penasaran, Ririen langsung menghubungi Putra.
"Ha ha ha," Putra tertawa ngakak ketika istrinya cerita Alesha membenci Putra.
"Daddy bikin kesel apa sih? Dia bilang tahu gitu dia enggak perlu nangis waktu berangkat kerja ninggalin Angel." Putra belum bilang apa yang dia buat.
"Daddy bikinin Jingga kamar di ruang kerja Alesha. Ada kasur berpagar kalau nanti Jingga udah mulai gulang guling bahkan berdiri."
"Pantes aja dia kesel. Kan tadi dia ritual nangis dulu waktu mau berangkat kerja. Kalau tahu ada kamar disana paling dia beli car seat buat Jingga."
Sesuai dugaan Ririen. Alesha langsung pulang dari supermarket bangunan yang dia pimpin. Dia langsung pergi ke toko peralatan bayi. Dia cari car seat disana tapi tak ada yang cocok.
Akhirnya Alesha ke toko yang menjual peralatan mobil. Dia sedang memilih warna dan bentuk ketika tak sengaja melihat sosok mantan suaminya.
Rezky terlihat sangat kurus dan lecek tak terawat . Tak ada gurat tampan lagi di wajahnya.
Alesha segera memilih dan membayar. Dia tak ingin bertemu dan bicara dengan mantannya itu.
__ADS_1
\*\*\*
Kemarin selesai latihan hari pertama, leader penyanyi dan penari latar mengantarkan sosok perempuan muda pada Fajri untuk berkenalan.
"Abang Fajri, ini mbak Lian. Dia yang menggantikan mbak Ina untuk penyanyi latar.
"Hai. Semoga kami bisa ikuti yang lain agar selaras ya. Selamat bergabung," sapa Fajri ramah. Fajri memang selalu seperti itu.
Ternyata nama gadis itu RIANI biasa dipanggil LIAN.
Malam ini, sudah tiga kali sosok itu ikut latihan.
“Namamu Riani, mengapa panggilannya Lian?” tanya Fajri.
“Mungkin ketika kecil saya tidak bisa menyebut huruf R, sehingga saya sebut L. harusnya saya bilang Rian tapi malah saya menyebut Lian.” jawab gadis itu.
Fajri memperhatikan Lian cepat mengikuti arahan sehingga bisa langsung klik dengan tiga orang backing vokal lainnya.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING itu ya.