
DARI SEDAYU NGAYOGYOKARTO YANKTIE INGETIN KALAU SAAT INI HARI SENIN. BERIKAN VOTE YANG KALIAN DAPAKAN DARI NOVELTOON/MANGATOON BUAT NOVEL INI AJA YA.
TERIMAKASIH DAN SELAMAT MEMBACA
\~\~\~\~\~
Panitia reuni sedang meeting di rumah Prayogi, saat menuju lokasi Putra tanpa sadar menengok rumah Ayu yang dilewatinya. Rumah yang menikam luka teramat dalam di hatinya. Rumah Ayu dan Herman memang bersebelahan, sedang rumah Prayogi beda 1 blok.
Panitia inti reuni SMA Mekar Jati Rangga mendata semua kerja yang mereka capai. Putra memberikan juga nomor pak Endang yang beberapa hari lalu dia dapatkan. “Waktu nikahan A’ Hilman gue dapat nomor kantor bunda Dewi nih,” lapor Prayogi.
“Emang dia datang?” tanya Edy, “Kita ‘kan berendengan mulu kaya perangko ama amplop, koq gue enggak liat lo ngobrol ama dia?”
“Pas lo salat dodol, gue liat dia lagi duduk nungguin teman satu kantornya, katanya dia udah enggak ngajar. Yang ngundang dia ‘tu kakaknya penganten perempuan, dia bilang kakak penganten perempuan ‘tu atasannya di kantornya. Dia lagi hamil tapi suwer cantik banget,” jelas Yogi merepet seperti petasan renceng.
‘Satu kantor ama kakak penganten perempuan trus lagi hamil? Apa yang gue liat dari jauh ya? Yang foto ama mas Agus, kakak perempuan teh Wiwied, pikir Putra,
‘Emang kayaknya sih cantik, mana banyak pengawalnya lagi’
“Dia cuma kasih nomor kantor doang? Enggak kasih nomor HP?” tanya Edy penasaran.
“Kagak, emang cuma nomor kantor doang, di kartu namanya enggak ada nomor HP nya,” jelas Yogi sambil memperlihatkan kartu nama ungu muda bertuliskan nama Dra Arienka Dewi Purbowisono dengan jabatan serta alamat kantornya di jalan Matraman Raya Jakarta Timur.
“Kebayang enggak, sekelas Branch Manager enggak punya HP?” penasaran Edy melihat kartu nama tersebut .
“Dia bukan enggak punya HP Edoooooooy, dia enggak mau banyak orang ngehubungin dia,” celetuk Sanih.
“Bisa jadi ‘tu,” jawab Putra setuju dengan pemikiran Sanih.
“Jadi inget ama bunda Dewi, segitu dibencinya dia ama para seniornya di sekolahan karena dia selalu beda cara ngajarnya juga pendekatan ke kita-kita ya,” Qiqy mengingat hubungan mereka anak Kemdur dengan bunda mereka. Anak-anak yang dekat dengan bu Dewi secara personal memang memanggilnya bunda.
“Iya Qy, mana waktu itu dia kan belum selesai kuliah, jadi selalu aja diejek ama guru-guru senior. Padahal kalo dia yang ngajar kenapa otak bebal gue bisa ngerti ya, tapi kalau di jelasin guru lain otak gue enggak nangkep,” balas Sanih yang sekarang telah selesai kuliah dan bekerja sebagai perawat di RS Bahagia.
“Gue mah keinget dia waktu kita cari nama sandi buat wide game, kita pakai nama Kembang Duren, lalu Lian cerita itu makanan favoritenya, bunda Dewi bingung kembang duren seperti apa dan rasanya gimana?” cerita Yusdianty pada teman-temannya.
__ADS_1
“Eh Lian kemana ya? Lia lho kan biasanya deket ama dia, udah dapat kontak dia belum,” tanya Nanang pada Lia gadis tomboy berlesung pipit.
“Ha ha haa kak Nanang bilang aja pengen ketemu ama gebetan lama,” goda Lia.
Mereka terus saja bercerita sambil mencatat semua keperluan yang di butuhkan, perincian biaya serta lain-lainnya. Sersan motto yang mereka pakai, serius tapi santai.
***
Saat ini tinggal Yogi pemilik rumah, Sanih, Edy, Putra, Qiqy dan Yusdianty. Selain Yusdianty semua 1 angkatan, tapi akhirnya Putra lompat menjadi lebih tinggi satu kelas dari teman-temannya. Yusdianty pulang belakangan karena Putra mengajaknya bareng dan akan mengantarnya pulang.
“Put, kita bakal undang Herman dan Ayu enggak?” tanya Sanih ragu-ragu.
“Emang ada alasan mereka enggak di undang?” tanya Putra.
“Kan jelas kita bikin reuni buat angkatan 1 sampai dengan angkatan 4. Jadi siapa pun ya kita kirimin aja undangannya, tinggal mereka bayar enggak, kalau enggak ada bukti pembayaran ya enggak bisa masuk gedung. Gitu aja. Kita ‘kan enggak cari untung, jelas-jelas nombok. Itu sebabnya kita akan bikin bazar serta pesta amal sebelum acara biar kita enggak terlalu defisit.”
“Ya kali lo masih sakit hati ama kelakuan mereka,” jelas Qiqy.
“Ih koq aku di bawa-bawa sih Kak?” Yusdianty bingung.
“Lo ‘tu deket ama Nuna, sering titip-titip novel lewat gue, makanya dia pikir kita punya hubungan khusus,” jelas Putra.
“Kan emang ada hubungan khusus, yaitu tukang pos,” canda Yusdianty.
“Bagus deh kalo lo berprinsip begitu, jadi kalau mereka datang lo enggak apa-apa kan Put?” Yogi memastikan pendapat Putra tentang Herman dan Ayu.
“Buat gue udah enggak ada tu namanya cinta, gue anggap semua perempuan pengkhianat!” ketus Putra berkata menjawab pertanyaan Yogi tadi.
Sanih dan Qiqy berbarengan memukul Putra. Dan Yusdianty pun langsung protes “Koq jadi semua perempuan pengkhianat Kak? Lha kak Ayu enggak bakal begitu kalau kak Hermannya enggak nyosor, laki-laki juga pengkhianat dong?”
“Gue kan enggak bakal jatuh cinta ama laki-laki, ya enggak bakal dikhianati kan?” jawab Putra enteng.
“Buktinya lo di khianati ama Herman” jawab Edy.
__ADS_1
“Dia bukan berkhianat, tapi nikam jantung!” sanggah Putra.
“Gue lupa Doy, souvenir buat para guru belum kita bahas berupa apa dan besar biayanya per piece berapa.” Qiqy tiba-tiba nyeletuk soal kenang-kenangan untuk para guru.
“Di catatanku masalah souvenir ada Kak, tapi emang rinciannya belum ada,” sahut Yusdianty.
“Gimana nih ada yang punya usul enggak? Biar besok kita bahas di pertemuan berikutnya,” Yusdianty kembali membuka catatannya.
“Buat nutup kekurangan dana gimana kalau kita bikin merchandise, payung, gelas serta gantungan kunci berlogo SMA kita, atau bertuliskan reuni pertama angkatan 1- 4 SMA Mekar Jati Rangga, kita enggak perlu ambil profit gede, tapi kalau banyak terjual ‘kan juga gede hasilnya,” Yogi mengusulkan pencarian dana.
“Gue setuju, gue yang akan nyiapin dana talangan buat pengadaan merchandise nya, kita pakai usahanya si Nanang buat nyetaknya biar dapat harga miring. Nanti modal bisa di balikin setelah acara reuni karena ‘kan penjualannya saat reuni,” balas Putra tentang usulan Yogi.
Akhirnya pukul 20.00 mereka baru membubarkan diri setelah makan mie ayam bakso langganan mereka saat SMA yang biasa keliling sampai di rumah Yogi pukul 18.00.
Putra sampai di rumahnya hampir pukul 22.00, karena sehabis ngedrop Yusdianty di rumahnya dia mampir ke rumah pamannya untuk memberi tahu bahwa besok butuh 1 team pekerja sejumlah 20 orang untuk mengerjakan proyek cluster yang dibikinnya.
***
\===========================================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE, MAMIR DAN KASIH FAVORITE NOVEL YANKTIE YANG BARU AJA NETES YAAA
=========================================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
__ADS_1