WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
KHAO SAN ROAD


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Sesuai rencana, habis salat Magrib Putra membawa keluarganya menuju Khao San RoadKhao San Road terkenal sebagai destinasi utama para backpacker, karena banyak penginapan murah, bar, dan restoran. Suasana tempat ini lebih terasa hidup ketika malam hari, karena banyak orang berpesta.


Mereka ingin menikmati street food khas Thailand.


Bagi wisatawan backpacker, Khao San Road bukan lagi nama yang asing. Jalanan dengan panjang 400 meter ini melegenda di kalangan wisatawan asing. Selama beberapa dekade, Khao San Khao San atau Khao Sarn memiliki arti gilingan beras.


Dahulu, jalanan ini pernah menjadi pusat perdagangan beras di Bangkok. Seiring waktu, jalanan ini bahkan pernah disebut "Jalan Beriman" karena di sepanjang Khao San banyak toko yang menjual perlengkapan keagamaan untuk para biksu. Baru pada 1980, sebuah penginapan kecil dibuka di Khaso San.


Dari sana, penginapan lain dibuka seiring dengan kafe, restoran, dan tempat lain yang mendukung kebutuhan wisatawan asing. Khao San semakin terkenal di kalangan wisatawan asing setelah diangkat di novel dan film The Beach yang dimainkan oleh Leonardo DiCaprio.


Daerah di keliling Khao San Road Jalan utama Khao San hanya 400 meter, tetapi disanggah dengan daerah lain di sekitar Khao San Road. Contohnya Soi Rambuttri, Chakrabongse Road, dan Phra Athit Road.


Khao San Road Pada malam hari, Khao San Road sangat ramai wisatawan. Hal ini dimanfaatkan oleh pencopet untuk mencari mangsa. Pedagang di Khao San Road juga terkenal menjual barang dengan harga tinggi, bahkan penjaja makanan dan minuman.


__ADS_1


”Kalian jangan pernah meleng dan pisah dari gandengan ya. Disana sangat ramai. Kita harus terus berpegang tangan, pesan Ririen pada ketiga anak gadisnya. Walau mereka tak buta bahasa Inggris, tapi tentu saja sebagai ibu dia takut bila salah satu putrinya terpisah walau sesaat.


“Yes Mom.”


“I will.”


“Niat kita mau makan malam. Tapi kalau kalian maau belanja jangan ragu. Ingat di satu tempat kita hanya akan satu kali datangi kecuali pasar CHAKTUCHAK. Karena di Chaktuchak pasar tanaman dan pasar baju beda hari,” Ririen memberitahu dua jagoannya.


“Oke Mom,” sahut Fajri.


“Dadd, itu udangnya besar-besar. Ayok kita pesan,” Alesha melihat udang bakar dan udang goreng yang ada di sebuah kedai.


“Kalian mau apa?” tanya Putra pada Leona dan Leoni.


“Sosis bakar dan ayam bakar no rice,” sahut sikembar bersamaan.


Sementara kedua jagoan berjalan sendiri memilih makanan mereka dan nanti akan kembali ke kursi dimana Ririen berada.


“Dadd, itu seperti martabak ya. Beli itu deh,” Ririen menunjuk gerai yang dia inginkan. Ada juga yang seperti serabi tapi kuahnya dengan pasta durian, itu sudah Ririen pesan.


“Aku sebenernya pengen itu, tapi kalau bukan ayam atau ikan aku takut beli Mas,” Fajri menunjuk menu yang dia inginkan.

__ADS_1


“Iya, disini jangan asal beli makanan. Kan kita sebagai muslim ada batasan. Ya kita yang harus waspada untuk diri sendiri,” sahut Fajaar yanag sedang memperhatikan kelapa muda yang dikupas ala Thailand. Memang sangat menjual sehingga banyak pembelinya.


“Andai penjual degan di Jogja melakukan seperti itu pasti laris ya Bang,” tunjuk Fajar.


“Bener banget,” sahut Fajri sambil meminum juice durian miliknya.


“Selama di Bangkok puas-puasin makan durian,” itu pesan sang mommy yang penggila durian. Sang daddy sampai terbawa gila durian padahal tadinya daddy hanya sekedar makan, bukan penggila seperti sang mommy.


Bahkan Ririen sebagai penggila durian lebih suka durian yang berasa agak pahit, yang tentunya kadar alkoholnya lebih tinggi dari yang rasa manis.


Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta


Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING  ya.



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING  itu ya.

__ADS_1


__ADS_2