
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Hari yang ditunggu tiba. Sejak pagi rumah Putra sudah heboh. Sejak dua hari lalu kedua orang tua Putra dan orang tua Ririen telah datang menginap.
Pasangan kakek nenek dan eyang akan diantar ke gedung konser menjelang Maghrib agar tak terlalu lama menunggu.
Putra sejak siang akan berada di gedung menemani Putra. Sedang Ririen dan semua anak serta menantunya akan ada di gedung menjelang sore.
Putra dan Fajri telah mempersiapkan ruang yang nyaman untuk para eyang dan kakek nenek menunggu serta Jingga tentunya.
"Bang. Sebelum Abang marah. Daddy mau bilang dulu ke Abang," Putra tak ingin ada dusta. Walau awalnya dia ingin Fajri mengira mereka dapat tiket karena membeli.
Tapi batin Putra tak menyetujui hal itu. Putra takut ketahuan entah berapa waktu lagi.
Bisa besok, minggu depan, bulan depan, atau bahkan tahun depan. Tapi pasti akan terungkap. Daripada ketahuan bohong lebih baik dia jujur sekarang.
"Kenapa Dadd?" Fajri jadi takut ada hal yang akan membuatnya sedih.
__ADS_1
"Daddy enggak ingin kamu tahu dari orang lain. Daddy ingin jujur padamu." Sedikit lama Putra diam. Dia menarik napas panjang. Membuat Fajri makin tersiksa.
"Daddy mengirim tiga tiket kelas satu untuk opa, oma dan papamu. Daddy tak ingin kamu jadi mara lalu komsentrasimu terganggu saat melihat mereka."
"Sengaja Daddy kirim tiket pada mereka agar mereka tahu bagaimana Daddy dan mommy menyayangimu dan membimbingmu sehingga bisa sukses seperti saat ini."
"Jujur, Daddy sangat membenci mereka melebihi bencimu! Daddy benci mereka karena mereka yang membuat perempuan yang Daddy cintai terluka!"
"Sebagai orang tua mereka tak mendidik anaknya dengan baik, dan sebagai suami lelaki itu sama sekali tak menghormati perempuan."
"Daddy tambah benci lelaki itu saat Alesha terluka karena karmanya. Maka pada kesempatan ini sengaja Daddy perlihatkan hasil kerja keras Daddy dan mommy."
"Haduuuu Dadd. Kirain mau ngomong apa. Abang enggak masalah koq mereka datang. Abang akan tunjukkan pada mereka siapa itu Fajri Purwanagara!"
"Daddy tenang aja. Ini selaras dengan misi Abang!" Fajri memeluk sang ayah dengan penuh syukur.
\*\*\*
Lagu pembukaan selesai di lantunkan. Belum dari Fajri. Baru dari para penyanyi latar.
__ADS_1
Masih dengan backing vocal berkolaborasi dengan angklung, Fajri naik ke panggung membuat histeris para pemujanya.
Penampilan pria muda sedikit gondrong dengan kaos biru dilapis jaket jeans biru yang digulung tangannya mempesona banyak gadis yang hadir di gedung konser malam ini.
"Mana nih pemujanya bang Fajri? Gimana kalau jangan tepuk. Kita ganti dengan yel yel ya." MC memandu anak muda di gedung itu dengan jenaka.
Dari atas panggung Fajri menatap satu persatu orang tercintanya. Semua keluarganya termasuk kakek nenek yang menerima dirinyà secara utuh menjadi bagian dari PURWANAGARA!
"Hallo sobat Fajri semua. Selamat malam dan Assalamu'alaykum. Dari panggung sederhana ini saya FAJRI PURWANAGARA mengucapkan terima kasih telah bersedia membeli tiket untuk memeriahkan konser dengan tajuk KONSER CINTA KELUARGA."
"Saya bisa ada disini, di titik ini karena cinta keluarga saya. Karena cinta mommy saya. Cinta daddy saya. Cinta kakak sulung dan istrinya dan cinta adik-adik saya. Juga cinta kakek dan nenek Purwanagara serta cinta pasangan eyang Purbowisono."
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.