
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Dokter udah angkat tangan kalau buat nyembuhin. Tinggal nunggu kekuatan tubuhnya dia aja bertahan. Tapi bukan itu yang jadi masalah Emak ama Ayah,” ibunya Galih berbicara.
“Ada apa Mak?” tanya Galih. Dia paling tak bisa melihat sang ibunda bersedih.
“Enda minta kamu nikahin Ina sebelum dia meninggal,” jawab sang emak pelan.
“Ina nya tahu?” tanya Galih.
“Udah tahu sejak satu bulan lalu. Saat itu Enda udah kasih Ina talak, jadi lima hari lagi masa idah ina udah habis. Enda minta kamu nikahin Ina didepan dia,” sahut Alamsyah Purwanagara.
“Ini berat buat A’a dan pastinya buat Rini. Ayah dan emak tahu kalau sejak kecil A’a cuma suka ama Rini. Enggak pernah ada perempuan lain,” jawab Galih.
“Itu sebabnya Ayah panggil kamu kesini. Dua-duanya anak Ayah. Ayah enggak mau berat sebelah,” jawab Alam pelan. Dia mencintai kedua putranya.
“A’a ngerti posisi Emak dan Ayah. A’a enggak janji bisa memenuhi permintaan Enda. Tapi A’a akan berupaya jujur ke Rini. Nanti A’a kasih tahu apa jawaban Rini,” Galih sungguh terjepit dengan persoalan ini.
***
“Ayah ama emak manggil A’a kenapa? Ada masalah apa?” tanya Rini melihat suaminya pulang dari rumah mertuanya dengan wajah muram.
“A’a enggak bisa ngejelasinnya. A’a pusing,” sahut Galih dengan wajah putus asa. Dia langsung masuk kamar dan mencoba tidur. Tapi hingga bedug Maghrib matanya tetap tak bisa terpejam.
Malamnya Rini mendesak suaminya menceritakan semua masalah yang dia hadapi. “A’a enggak ngerti dan enggak bisa cerita,” Galih menolak.
__ADS_1
“Kalau A’a enggak cerita, biar mama ke rumah emak, mama tanya ke emak langsung,” ancam Rini.
“Denger Ma. Papa bakal cerita. Tapi Mama jangan kepikiran. Karena mama lagi hamil. Kasihan tu orok dalem perut,” akhirnya Galih menceritakan perihal Enda yang sudah tak ada harapan hidup dan meminta dirinya menikahi Ina.
“Sebagai bakti ke orang tua, dan sebagai rasa cinta ke ade kandung, terima aja pernikahan itu. Kalau emang Papa mau serius ya gauli dia. Kalau hanya sebagai syarat agar Enda tenang ya jangan gauli. Nanti setelah semua tenang Papa bisa ceraikan dia,” sahut Rini dengan bijak.
Jujur Rini juga tak rela suaminya poligami dengan alasan apa pun. Tapi mengingat bakti suaminya terhadap sang ibu yang harus dia jalankan, maka Rini berlapang dada menerima nasib akan diberi adik madu oleh mertuanya.
“Besok kita ke rumah ayah biar mama dengar sendiri dan kita bisa atur kapan akadnya. Papa mau akad hanya dihadiri kita aja ama orang tua ina. Enggak boleh ada orang lain,” Galih tak ingin menyakiti hati istri tercintanya.
***
“Terima kasih Rin, kamu mau mempermudah jalannya Enda. Emak tahu enggak ada perempuan yang mau dimadu. Emak yakin idupmu akan berkah,” emak mertua Rini memeluk menantunya dengan penuh kasih. Memang sejak Galih meminta ia dan suaminya meminang Rini, dia sudah jatuh hati pada calon menantunya ( ketika itu ).
Menurutnya, Rini perempuan tegas, pintar, tangguh tapi lembut. Berbeda saat Hendra meminta ia dan suaminya meminang Ina. Dia tak punya rasa sayang sedalam pada Rini. Tapi juga tak menolak permintan Hendra.
“Jadi gimana rencananya Mak?” tanya Rini dengan tegar.
“Dan seperti yang A’a bilang tadi, kalau sesudah tenang A’a mau ceraiin Ina, itu enggak masalah. Biar dia berjodoh dengan lelaki lain yang bisa terima dia dengan seutuhnya. Bukan nikahin karena desakan Enda seperti ini,” lanjut Alam.
***
Esok paginya ijab kabul dilaksanakan. Galih menikahi Ina secara agama didepan Rini dan Enda selain kedua pasang orang tua mereka. Selain penghulu dan dua orang staffnya, tak ada yang hadir saat itu.
Satu minggu kemudian Enda meninggal, padahal semalam Ina baru memberitahu Enda dan Emak kalau dia hamil anak kedua. Sejak menikah Galih tak pernah tidur di rumah ina sama sekali.
Rini mengetahui kehamilan Ina yang berusia tujuh minggu selesai pemakaman Enda. Dia bersimpati pada adik ipar yang secara agama telah menjadi madunya itu.
__ADS_1
“Kamu koq enggak pernah nengokin Ina sih Pa, jangan cuma kasih nafkah lahir aja. Tetap harus ada nafkah batin. Tidak selalu nafkah batin itu berhubungan badan. Tapi attensimu sebagai suami.” Rini mengingatkan suaminya yang telah menikahi Ina dua bulan tapi belum pernah satu kali pun mendatanginya baik siang mau pun malam.
***
Karena dipaksa terus oleh Rini akhirnya Galih mendatangi Ina dirumah orang tuanya. Ina dan Hendra memang sejak awal menikah tinggal di rumah orang tua Ina karena dia anak tunggal. Orang tuanya tak membolehkan Ina pisah dari mereka.
“Saya mau bicara. Karena sejak kita menikah, kita belum pernah bicara. Kamu tahu, saya menikahi kamu bukan atas dasar suka apalagi cinta. Itu semua terjadi untuk membuat Enda tenang. Dan juga bakti saya pada emak agar tidak menyusahkan dia karena membuat Enda terjegal. Dan Emak tahu saya tidak akan berumah tangga sebenar-benarnya denganmu. Jadi kalau kamu punya pandangan lelaki lain silakan. Saya bukan suami yang akan menahanmu,” dengan jelas Galih berkata soal pernikahan mereka.
“Terima kasih A’. Saya juga tahu kalau Teh Rini adalah segalanya buat A’a. Saya tak akan mengganggu rumah tangga A’a dan teteh. Sampai saat ini saya belum berniat berumah tangga lagi. Biarkan saja seperti ini. Orang luar tahunya saya jandanya Enda. Tapi sebagai muslim saya sadar. Kalau A’a akan melakukan hak A’a sebagai suami, saya tak boleh menolaknya,” Ina mengatakan jujur keadaannya.
Sejak pacaran dengan Enda memang Ina tertarik melihat calon kakak iparnya yang lebih ganteng dan terlihat lebih mapan dari pacarnya. Tapi Ina sangat sadar kalau Galih sangat memuja Rini. Dan dia tak mau merebut suami orang.
Sekarang lelaki yang dia kagumi sudah sah secara agama menjadi suaminya. Apakah tak boleh dia merasakan sentuhannya?
“Maaf. A’a enggak pernah bisa menganggapmu istri. Karena dimata A’a, istri A’a cuma Rini. Saya pamit. Uang bulanan sudah rutin saya transfer ke rekeningmu sejak saya minta nomornya ketika kita menikah. Assalamu’alaykum,” Galih pamit tanpa basa basi lagi.
***
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL UNCOMPLETED STORY YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta