
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Enggak usah dipikir sedihnya. Berbahagialah dia sudah bisa menghadapi kehidupan," Ririen kaget ketika tiba-tiba suara Putra ada di telinganya.
Lelaki itu rupanya tahu yang Ririen rasakan sambil melihat pemandangan Alesha dan Jingga di kejauhan.
Ririen memang sejak tadi terpaku melihat Alesha gadis kecilnya sudah punya anak.
Alesha sosok perempuan yang sejak dia kecil tak pernah satu kali pun disentuh oleh ayah biologisnya. Tak pernah satu kali pun! Bahkan saat pertemuan beberapa tahun lalu pun Ricky tidak menyentuhnya sama sekali.
Alesha saat itu juga tak mau bersalaman dengan papanya
Sekarang putrinya itu sedang menggendong bayinya.
Bayi yang sama nasibnya dengan Alesha dulu. Yang sejak dalam kandungan sudah berpisah dengan ayahnya.
Seperti Alesha, Jingga juga tak diberi nama ayah biologisnya. Alesha memberi nama akhir Purwanagara untuk Jingga. Alesha tak mau menggunakan nama Malik yang di miliki Rezky.
"Enggak kerasa Dadd, anakmu sudah punya anak bayi." Balas Ririen sambil matanya tak berpaling dari Alesha dan Jingga.
"Anak kita," kata Putra.
__ADS_1
"Bukan anakku atau anakmu! Itu anak kita!"
"Benar Dadd, semoga saja dia selalu kuat untuk menghadapi semua gelombang kehidupan ini," tulus Ririen berharap agar Alesha kuat menerjang badai.
"Dia pasti kuat, lebih kuat dari mommynya. Daddy yakin dia punya jalan yang lebih terang dari hidupmu," cetus Putra.
"Hidup kami sudah sangat terang denganmu Dadd" kata Ririn.
"Cahaya penuh itu ada pada dirimu,' sambil memeluk dengan erat anak kecil yang dulu selalu dia bully, selalu dia ejek kalau anak itu terlalu bermimpi mendapatkan cintanya.
Ternyata lelaki muda itulah yang menjadi sandaran hatinya hingga kini.
"Buatku, kamu adalah cahaya bintang yang selalu ada dalam gelap. Selalu ada dalam pagi, tak pernah redup walau siang cahaya matahari menutupnya."
"Cahaya bintang walau kecil tapi selalu berguna karena punya pijar sendiri, bukan seperti bulan yang bercahaya karena memantulkan cahaya matahari," jawab Ririn lagi
"Kita akan selalu bersama hingga akhir hayat," jawab Putra.
"Kita akan melihat bagaimana anak-anak Fajar, Fajri dan juga anak si kembar Leona dan Leoni."
"Kita akan melihat perkembangan cucu-cucu kita dalam dekap hangat cinta," jawab Putra
__ADS_1
"Iya deh, Cinta seorang "anak kecil" yang dulu Mommy ragukan telah berkembang." Bisik Ririen.
"Cinta kita cinta yang tak akan pernah redup. Terima kasih telah selalu sabar menghadapiku. Terima kasih telah sabar menerima kekuranganku," kata Putra
"Bukankah seharusnya itu yang aku ucapkan untukmu? Kamu yang selalu sabar untukku, kamu yang menerima semua kekuranganku," jawab Ririn.
"Berarti kita sama-sama sabar dan sama-sama menerima," lanjut Putra lagi.
"*I love you mom*!"
\*\*\*
Ririn tersenyum melihat bagaimana telatennya Alesha. Tak perlu diajari. Semua itu insting seorang ibu. Ddlengan lembut dan kasih sayang Alesha mengurut lembut punggung Jingga dengan baby oil sambil dia jemur di belakang di halaman.
Alesha memijat dan urut kaki kecil Jingga dengan penuh kasih. Semua itu membuat mata Ririen menjadi berkaca-kaca.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita BARU karya yanktie dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.