
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
Dan sebelum makan siang Jane datang ke kantornya. “Hallo apa khabar kamu?” tanya Putra pada Jane saat Jane datang memeluknya dan mencium pipinya sebagai hal yang wajar bagi penduduk eropa ( biar cepet kita tulis bahasa Indonesia aja ya, lagian bahasa inggris yanktie cuma bisa es or no doang ). He he he padahal karena yanktie tidak bisa berbahasa Inggris.
Akhirnya Jane cerita, satu tahun lalu dia dan Joseph salah paham, lalu dia sering curhat pada sepupu Joseph yaitu Charles, tapi sayangnya hubungan yang awalnya curhat, menjadi lebih jauh sehingga saat ini Jane hamil.
Namun sekarang Charles dipindahkan oleh keluarganya ke Indonesia. Itulah sebabnya Jane berupaya mencarinya di sini. Jane mendapat nomor ponsel Putra dari Cindy yang memang masih berhubungan baik dengan Putra karena mereka memang masih satu team di pekerjaan Putra yang di London dan masih berjalan dengan baik walau Putra hanya mengontrolnya dari jarak jauh.
“Lalu apa maumu?” tanya Putra sambil memperhatikan maket pekerjaannya.
“Aku menghargai kebaikanmu, aku sangat senang pernah menjadi bagian hidupmu dan aku tidak akan pernah melupakan kisah manis antara kita saat di London. Karena itulah aku memintamu untuk selalu mendampingiku dan selalu membantuku agar aku bisa mencari Charles di negara yang sangat asing bagiku ini,” pinta Jane.
“Maaf, aku sudah bukan pria bebas lagi, aku tidak bisa penuh membantumu karena selain aku bekerja aku juga sudah punya keluarga yang harus aku utamakan terlebih saat ini istriku juga sedang hamil dan dia prioritas utamaku. Aku tak bisa mencuri waktu karena dia harus aku awasi 24 jam penuh,” jelas Putra. Sejak dulu saja dia tak ingin berhubungan dengan Jane, apalagi sekarang.
“Baiklah, bila kau ada info tentang Charles mohon hubungi aku,” pinta Jane.
“Akan aku upayakan, mari kita turun untuk keluar makan siang,” ajak Putra.
“Pak, ini tadi ibu datang, dia ke atas lalu turun lagi ninggalin ini,” lapor Yono memberikan makan siang yang Ririen bawa saat Irhan turun dengan Jane.
“Kapan? Udah lama belum?” tanya Putra sambil mengambil HP nya dan segera menghubungi nomor istrinya tapi tak mendapat jawaban.
“Jane sorry, I must go home now, I promise call you when I hear about Charles” Irhan langsung menuju mobilnya, dia memastikan, Ririen sangat marah hingga meninggalkan makan siang mereka di meja ruang bawah kantornya. Putra sedih karena Ririen belum makan siang saat keluar dari kantornya.
__ADS_1
FLASSH BACK OFF
Sampai pagi Ririen sama sekali tidak keluar kamar, saat didengarnya mobil Putra berangkat mengantar anak-anak dia langsung keluar rumah membawa koper dan taksi sudah menunggunya di depan rumahnya.
“Mbak, nanti bilang Bapak ya saya dinas ke Jogja tiga hari. Titip anak-anak yo,” pamitnya sambil mencium Alesha. Ririen langsung menuju kantor pusat Rawa Mangun karena takut Putra mengecek bahkan menyusulnya ke kantor atau ke rumah ibunya.
Ririen berpesan pada mbak Atin kalau ada yang tanya, dia berangkat dengan pesawat jam sembilan pagi ini.
***
Sehabis mengantar anak-anak sekolah Putra memang kembali ke rumah, dia ingin bicara dengan Ririen. Dia tenang saat sampai rumah dilihatnya mobil istrinya masih ada di garasi, dia masuk ke rumah dan dilihatnya pintu kamarnya sudah terbuka, dicarinya Ririen, tapi tak ditemukan di dalam rumah.
“Ibu kemana Mbak?” tanya Putra sambil sarapan.
Putra mencoba telepon ke kantor Ririen menanyakan kepastian keberangkatan Ririen, di dapat jawaban Ririen terbang dengan pesawat jam sembilan pagi ini.
Putra lemas, karena Ririen pergi dalam keadaan marah. Dia langsung menghubungi Jane dan memintanya jangan pernah menghubunginya lagi, apalagi telepon ke rumahnya dan juga jangan ke kantornya.
Putra tidak ingin karena membela sahabat, rumah tangganya hancur. Putra langsung menuju rumah mamanya untuk meminta saran. Ada yang berpendapat Putra terlalu cengeng, apa-apa lapor mama. Sebenarnya bukan lapor, tapi sekedar share agar dapat advise. Sama aja kita suka share ke teman, sahabat atau saudara yang kita percayai. Kebetulan sejak dulu Putra lebih sreg bila share ke sang mama.
“Ma, sepertinya saat ini Ririen sudah enggak bisa maafin A’a. Kemaren dia datang pas ada teman akrab A’a waktu di London, A’a enggak tau Ririen dengar bagian mana, yang A’a tau pas A’a turun ternyata katanya Ririen habis datang trus langsung pergi gitu aja ninggalin makan siang yang dia bawa. Habis itu dia pulang malam dan sebelumnya enggak bisa di hubungi,” keluh Putra dengan sedih.
“Nah semalam dia tau ‘tu perempuan telepon ke rumah, yang terima Fajar, itu perempuan bilang enggak bisa hubungi HP A’a, jadi minta A’a segera hubungi dia. Ririen denger itu langsung banting pintu kamar enggak dia buka sampe pagi. A’a pikir abis anter anak-anak sekolah A’a mau selesaiin masalah itu, taunya dia udah pergi ke Jogja tanpa pamit.”
“Emang tu perempuan ngapain mepet A’a terus? Dia pernah punya hubungan apa ama A’a dan seinget A’a kira-kira kata-kata apa yang bikin Ririen marah? Karena waktu ama Zaskia ‘kan Ririen bisa ngelawan?” cecar bu Rini.
__ADS_1
“Dia itu pacarnya teman A’a yang namanya Joseph, tapi pernah pas lagi apes A’a tidur ama dia, pas A’a sadar, A’a langsung ngejauh karena enggak pengen persahabatan A’a ama dia dan Joseph rusak. Sampe A’a balik ke Indonesia enggak pernah ketemu lagi ama dia,” sahut Putra.
“Artinya A’a tu udah enggak ketemu Jane empat tahun lebih Ma. Dan juga enggak pernah komunikasi sama sekali,” jelas Putra.
Putra melanjutkan ceritanya. “Kemaren Jane cerita, dia berantem ama Joseph lalu dia curhat kesepupunya Joseph yang namanya Charles, akhirnya karena sering curhat mereka kebablasan dan dia lagi hamil dua bulan, dia dengar Charles ada di Indonesia maka dia cari ke sini. Jane minta tolong A’a buat nemenin dia cari Charles karena enggak tau mau cari di mana kalau enggak di bantu A’a.”
“Tunggu … tunggu… tunggu, dia enak bener minta laki orang buat nemenin dia nyari pacarnya yang ngilang, mana dia lagi hamil. Dia enggak mikir laki orang punya tanggung jawab ama anak istrinya apalagi istrinya juga lagi hamil, dia enak aja minta segera dihubungi. Aduuuuuuh A’a, gimana Ririen enggak marah?” keluh bu Rini panik.
“Ririen belum tau ceritanya Ma, ‘kan sejak dia denger ada suara Jane di kantor Ririen langsung pergi,” bantah Putra.
“Kalau gitu pasti ada kata-kata dia yang bikin Ririen sakit hati waktu ngedengernya, enggak seperti kata-kata Zaskia yang bikin dia pengen ngelawannya” kilah bu Rini.
\======================================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK YANKTIE DENGAN JUDUL NOVEL UNREQUITED LOVE YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
__ADS_1