WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
ALESHA MENIKAH


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




“Mom, Dadd aku mau ngomong,” Alesha yang barusan mengetuk pintu kamar Ririen dan meminta izin masuk langsung bicara. Ririen baru saja menyiapkan baju ganti untuk Putra sehabis mandi sepulang kerja.



Sekarang tiga bulan sejak Alesha kembali ke Jogja.



“Kenapa Mbak? Daddy masih belum selesai mandi,” jawab Ririen. Ririen sudah menduga apa yang akan dibicarakan sang putri. 



Saat Putra selesai mandi, mereka duduk di sofa kamar tidur Ririen 



“Mom, Rezky bilang orang tuanya mau datang ngelamar aku,” Alesha memberitahu kedua orang tuanya tentang niat kekasihnya untuk melamarnya dengan resmi.



“Kamu sudah yakin atas pilihan kamu itu Mbak?” tanya Putra mewakili istrinya. Putra sengaja bicara karena sejak tadi dia menunggu Ririen bicara tak juga ada respon.



“Iya Dadd. Aku yakin” jawab Alesha pasti.



“Daddy dan Mommy enggak akan menghalangi. Semua pilihan itu pasti ada konsekwensinya. Seharusnya Rezky minta waktu ke kamu agar bisa ketemu kami. Lalu Rezky yang mengatakan akan serius mengikat hubungan denganmu."



"Kalau kami menerima, baru dia minta waktu, kapan kami bisa menerima kedatangan keluarganya meminang secara resmi."



"Bukan kamu menyampaikan seperti ini. Kalau orang tua nya datang lalu kami menolak lamarannya, apa mereka bisa terima?” tanya Putra menyesalkan kesalahan prosedur yang Rezky lakukan.



“Mungkin hal ini kalian anggap hal kecil. Tapi jujur dari sini saja Mommymu sudah menilai minus untuk Rezky,” lanjut Putra mewakili istrinya yang sejak tadi enggan berkomentar. 



Kalau soal sosok Rezky memang Ririen paling enggan berkomentar. Ririen tak ingin putrinya sakit hati bila dia melarang. Padahal menurut pandangannya, Rezky sosok yang tidak baik. Tapi apa mau dikata bila putrinya suka. 



“Sekarang karena sudah terlanjur salah, Mommy nyatakan aja, kapan mereka mau datang silahkan,” ketus Ririen menanggapi permintaan Alesha. 



Putra mencoba membujuk istrinya dengan mengusap lengan istrinya dengan lembut lalu menggenggam jemarinya. Putra tahu istrinya sangat kecewa terhadap pilihan Alesha.



Baru kali ini Alesha mendengar Ririen ketus seperti itu. Perempuan yang tak pernah marah ini tetiba naik pitam karena niat yang Rezky sampaikan. 



Alesha bingung. Mommy tak pernah seperti ini pada semua anaknya. Sesalah apa pun mereka. Tapi dia merasa tak ada yang salah dalam pilihannya. Rezky pemuda baik dan dia sudah bekerja. Cukup bila untuk menafkahi keluarga kecil. 

__ADS_1



Bahkan Rezky sudah pindah kerja ke Jogja. Kebetulan kedua orang tua Rezky sudah pindah ke Jogja sejak Rezky wisuda. Sebelum Rezky dan Alesha jadian.



“Yang perlu kamu garis bawahi, Daddy bukan ayah kandungmu, jadi secara agama Daddy tidak boleh menjadi walimu. Bukan Daddy enggak mau. Karena ayah kandungmu masih hidup maka sebaiknya kamu hubungi dia untuk menjadi walimu,”  nasihat Putra pada Alesha.



“Mbak tau soal Daddy enggak boleh jadi wali nikah Alesha, dan mbak enggak kecewa."



"Namun untuk menghubungi pak Ricky agar bersedia menjadi wali nikahku, enggak akan aku lakukan!” papar Alesha tegas. Dia tak akan mau Ricky menikahkan dirinya. 



“Oknum itu ke anak yang dia tau keberadaannya sejak dikandungan hingga lahir aja enggak pernah kasih attensi." 



"Mas dan Abang  yang dia tau aja,  dia enggak peduli. Lebih-lebih ke aku anak hasil perkosaannya."



"Dan sejak dia tau aku hidup diperut Mommy apa dia pernah satu kali aja kasih attensi buatku? Dia tanya kapan aku lahir dan apa jenis kelaminku serta siapa namaku? Enggak kan?" Alesha ketus bila bicara soal Ricky ayah biologosnya itu 



"Lalu sekarang aku harus menghormati oknum seperti itu?” Alesha berapi-api menyatakan pendapatnya tentang sosok ayah biologisnya.



“Enggak akan aku minta dia menjadi wali nikahku Dadd. Bahkan sekedar memberitahunya pun aku malas,” cecar Alesha lagi 



\*\*\*  



Walau tak suka, Ririen menyambut dengan baik calon besannya. Kedua orang tua Rezky asli Jawa Timur. Jember tepatnya. Mereka sangat agamis. Itu tampak luarnya. Kita tak bisa menilai kepribadian seseorang dari penampilan saja. 



Tanpa banyak rewel Ririen mengikuti semua kemauan Alesha. 



Ririen hanya melarang Putra memberikan rumah untuk pasangan pengantin baru nanti. 



Ririen juga melarang Putra memberi jabatan apa pun pada Rezky diperusahaannya atau perusahaan keluarga.



“Kenapa Mom? Enggak biasanya Mommy seperti ini. Lebih-lebih untuk anak sendiri,”tanya Putra.



“Feelling seorang ibu aja Dadd.  Mommy enggak yakin ama karakter Rezky." 



"Mommy enggak ingin dia numpang hidup pada kita. Dia wajib tinggal terpisah dengan kemampuannya sendiri. Dia juga wajib punya pekerjaan sendiri bukan dari perusahaan kita,” jawab Ririen  tegas.


__ADS_1


Empat bulan setelah lamaran, Alesha menikah dengan Rezky.  Fajar yang menjadi wali bagi dirinya.  



**PUTRA POV**  


Aku mengenang kembali saat pertama kali  melihat bayi merah yang langsung membuat diriku jatuh iba dan jatuh cinta. Bayi merah berusia 36 hari yang sejak dikandungan sama sekali tak berayah, yang keberadaannya diperjuangkan sendirian oleh Ririen dengan harus bed rest dan kehidupan sosial yang sangat berat karena hamil tanpa suami adalah sasaran empuk cibiran orang, termasuk mantan ibu mertua Ririen saat itu yang mengejeknya dia hamil setelah cerai dari Ricky. 



Aku  mengingat pertama belajar menggendong Alesha, lalu bagaimana sedihnya ketika melihat Alesha dirumah sakit. 



Aku ingat saat memijat Alesha bila bayi itu rewel.  Aku juga ingat ketika pertama mengantar Alesha sekolah. 



Semua kilasan pertumbuhan Alesha sejak bayi melintas jelas, membuatku tanpa sadar meneteskan air mata. 



Sungguh cintaku pada Alesha lebih besar daripada cinta pada kedua gadis kembarku. Dan dari ketiga anak gadisku, yang paling dekat hubungan denganku adalah Alesha.



Sosok dengan kebaya putih itu benarkah princessku? 



Bayi yang karenanya, aku bisa merasakan super bahagia mendengar panggilan daddy dari mulut mungilnya. Karena panggilan daddy dari kedua kakaknya bukan kudengar saat mereka pertama belajar bicara.



Fajar sudah usia empat tahun lebih dan Fajri sudah dua tahun saat aku mengajarkan mereka memanggilku daddy. Awalnya mereka memanggilku uncle karena Ririen mengajar mereka seperti itu.



Kulihat anak sulungku sedang menjadi wali nikah princessku. 



Sedih tentu itu yang kurasa, karena sebagai daddynya aku tidak berhak menjadi wali nikahnya. Aku menggenggam jemari istriku, kami saling menguatkan, aku tahu ada rasa takjub dalam hati istriku karena ini pertama kali mengantarkan anak kami ke jenjang kehidupan barunya. 



Walau kami yakin tak pernah ada tugas orang tua itu selesai! Sampai kapan pun, anak tetap harus dibimbing.


\*\*\*


**PUTRA END POV**



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.



![](contribute/fiction/5867678/markdown/10636434/1674191290522.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.


__ADS_2