WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
TIDUR DI KAMAR DADDY


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Wah bisa pas begitu ya? Baguslah. Jangan membuat bingung seperti anaknya Gilar, yang  semua dipanggil teteh, sehingga harus disebut namanya, teteh siapa yang dipanggil,” jawab Hilman.


“Aku baik Uwak, kuliah lancar,” jawab Fajar sopan.


Mereka sampai di rumah keluarga pak Kusumo Purbowisono. “Assalamu’alaykum,” secara hampir bersamaan Ririen, pak Galih, Fajar dan Hilman mengucap salam.


“Wa’alaykum salam,” pak Kusumo  dan istrinya yang memang menunggu kehadiran Ririen dan Fajar tentu kaget melihat ada besannya juga datang bersama putri dan cucunya.


“Wa’alaykum salam, monggo … monggo,” pak Kusumo mempersilakan besan dan ipar anaknya untuk masuk.


“Sehat Tung?” tanya Fajar pada atungnya.


“Alhamdulillah Mas, Atung dan Uti sehat,” balas pak Kusumo sehabis menerima salim dari cucunya.


“Kita langsung ke meja makan aja yok,” bu Purbo mengajak semua untuk langsung makan saja. Dia tahu anak dan cucunya akan segera ke Cilangkap untuk istirahat. Dan dia pun paham Ririen tak bisa lama di Jakarta karena meninggalkan anak-anak di rumah hanya dengan Putra.

__ADS_1


“Aku enggak bisa lama ya Bu, Yah,” Ririen pun pamit tak lama setelah mereka makan. Dia memang hanya menengok ibu dan ayahnya sebentar dan memberikan oleh-oleh yang dia bawa saja. Bahkan lusa dia akan langsung pulang dari Cilangkap tanpa bisa mampir ke rumah orang tuanya lagi. Apalagi menginap disini.


“Salam buat mamamu ya,” bu Purbo menitip salam untuk besannya.


“Iya, nanti aku sampaikan ke mama,” jawab Ririen sambil menciumi ibunya. “Jaga kesehatan ya Bu.”


***


“Neneeeeeeeeeeeeeeek,” Fajar lupa memberi salam, dia langsung berlari masuk rumah mencari neneknya tercinta. Bu Rini tersenyum bahagia melihat cucunya datang menghampirinya.


Fajar dan Ririen tentu tak bisa langsung tidur. Mereka ngobrol hingga larut malam. Sementara sejak tadi Hilman langsung pulang. Tadi memang dia dan papanya habis bertemu rekanan sebelum menjemput Ririen. Tak lupa Ririen memberikan oleh-oleh untuk mbak Wiwied istri Hilman


“Besok aku ke Bogor Pa, berangkat habis sarapan aja. Begitu pun hari berikutnya ke kebun anggrek Ragunan dan TAIP ( taman anggrek indonesia permai ) juga sehabis sarapan. Hari terakhir muter-muter Kebon Jeruk dan Rawa Belong. Sesudah itu baru pulang ke Jogja,” jawab Ririen.


“Jadi Mang Kusen enggak perlu diminta datang lebih pagi dari jam kerja dia ya,” sopir pak Galih biasa datang jam tujuh pagi bila tak ada keperluan khusus.


“Enggak usah Pa, paling nanti Papa kasih tahu aja mungkin dia pulang tidak pas jam lima sore,” jawab Ririen.


“Kalau soal pulang mah dia biasa, kadang bisa sampai malam kalau Papa ada keperluan malam,” bu Rini memberitahu Ririen. Memang sekarang mata pak Galih sudah kurang jelas sehingga anak-anak mengharuskannya diantar sopir.


“Owh gitu Ma?” Ririen tentu tahu dia akan memberi bonus pada mang Kusen sebelum pulang ke Jogja nanti.

__ADS_1


“Mas, kamu tidur bareng Mommy aja di kamar Daddy,” Ririen mengajak Fajar tidur dikamar Putra ketika bujangan dulu. Di rumah ini memang semua kamar masih tetap seperti saat pemiliknya ada.


Kamar Hilman dan Gilar pun masih terawat seperti dulu. Jadi ketika mereka datang, anak-anak dan istrinya tidak bingung mau tidur dimana.


Kamar Putra juga masih seperti dulu, bersih dan rapih. Banyak buku kuliah di rak kamar itu. Yang beda hanya isi lemari baju. Dulu saat baru menikah memang hampir semua baju Putra dia bawa pindah. Sekarang lemari itu cenderung kosong. Kalau pun ada tentu tak enak dipakai karena baju yang lama disimpan akan bau walau bersih sekali pun.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL THE BLESSING OF PICKPOCKETING  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETIN JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL  THE BLESSING OF PICKPOCKETING   ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2