
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Kita ke area apa dulu Yah? Tanaman langka atau anggrek?” tanya Ririen pada cinta pertamanya. Dia bergayut erat pada pak Kusumo. Leona digandeng Fajar dan Leoni digandeng Putra. Alesha dengan eyang uti. Kalau sudah soal tanaman dan ada mertuanya, Putra mah lewaaaaaaaaat! Ririen langsung lupa terhadap suaminya.
“Alesha sini sayank, sama Mommy,” Ririen sadar akan banyak pertanyaan dari Alesha yang pasti butuh penjelasan darinya.
“Sekarang lagi rame ini Yah, dulu ‘kan kita hanya kenal VINCA itu putih dan pink aja. Sekarang ada yang merah, orange, ungu bahkan ungu kehitaman selain putih bintik. Dan size nya juga besar enggak seperti yang lokal. Dan dia ada type gantung selain yang tegak konvensional dulu,” Ririen menunjuk aneka bunga vinca yang sedang rame saat itu.
“Sepertinya mudah tumbuh ya?” tanya bu Purbo. Dia hanya senang memandangi aneka bunga, tapi tidak suka merawatnya.
“Ibu coba lah, kali aja jadi jatuh cinta ama tanaman,” pancing Ririen.
“Ibu suka koq ngeliatin bunga. Hanya enggak telaten untuk ngerawat aja,” balas bu Purbo. Ririen membeli banyak pohon vinca dan juga bijinya. Dia akan menanamnya di Jogja.
Ini beberapa macam jenis Vinca yang Ririen beli
“Mommy, what plant is this? Cute shape. not pretty like an orchid?” Fajri sedang memandangi aneka tanaman pemakan serangga. Pemilik stand datang dari Kalimantan. Di stand itu juga terdapat banyak anggrek species Borneo. Stand yang sangat diminati oleh pak Kusumo dan Ririen tentunya.
“Ini Nephentes De’. tanaman pemakan serangga,” jawab penunggu stand.
__ADS_1
“Itu benar aneka tanaman pemakan serangga Bang. Yang itu Nephentes atau kantong semar. Ini Venus Fly trap. Dan yang itu masuk ke Sarracenia. Dan yang banyak jarumnya itu Drosera. Tapi ada juga Anggrek yang bunganya berkantung seperti Nephentes. Namanya anggrek kantung semar. Tapi kalau yang anggrek kantung semar tidak bisa memakan serangga. Hanya bentuknya saja yang mirip. Anggrek kantung semar disebut Paphiopedilum.
“I want it,” Alesha langsung menginginkan tanaman pemangsa serangga itu. Ririen mencari info tentang habitat yang cocok, penyiraman, pemberian pupuk dan semua yang berhubungan dengan perkembang biakan tanaman itu
Contoh beberpa jenis Nephenthes yang dibeli Ririen untuk Alesha
Setelah tahu semuanya Ririen pun membeli semua jenis masing-masing 2 pohon. Dia ingin satu dipelihara di Jakarta dan satu di Sedayu.
“Mommy lebih pengin Phapiopedilum, kamu malah sudah belanja duluan,” Ririn tak keberatan Alesha memiliki tanaman itu. Dia akan merawat tanaman itu berdua dengan Alesha.
Dibawah ini contoh Anggrek kantung semar atau Phapiopedilum, perhatikan bagian depannya juga mempunyai kantung seperi Nephentes.
“Mas mau beli sesuatu?” tanya Ririen pada anak sulungnya. Sementara pak Kusumo sedang melihat aneka kaktus.
“Belum ada yang tertarik Mom,” jawab Fajar. Wajah tampannya tak lepas memandang stand ular di kejauhan. Dia tak mau mendekat karena Ririen phobia dengan ular. Sang ibu jangankan melihat ular secara nyata, melihat gambarnya atau tayangan di televisi saja takut.
Oleh sebab itu Fajar membisiki Putra agar tidak menuju arah stand tersebut. Dia tak ingin Ririen lemas karena melihat hewan melata itu.
Ririen tak bertanya pada Fajri karena jagoan kecilnya sedang asyik dengan buklet dari paviliun daerah Jawa Barat yang berisi tentang alat musik angklung.
Ririen paham fokus Fajri memang pada musik dan aneka seni lainnya. “Ini untukmu honey,” Putra menyodorkan kerak telor pedas manis kesukaan Ririen.
__ADS_1
“Mas, tadi aku lihat rujak bebeg, kalau lihat belikan ya. Tadi aku pas lagi nerangin Nephy ke Alesha, pas aku lihat lagi ‘tu tukang udah pergi. Dia jualan dipikul, enggak mangkal,” Ririen menerima kerak telor panas dari suaminya. Mereka makan kerak telor itu berdua sambil memperhatikan anak-anak yang sedang melihat ondel-ondel berkeliling.
“Ibu capek?” tanya Ririen. Ririen tahu ibunya tak terlalu suka tanaman, dia takut ibunya bosan. Karena sejak dulu kalau ke Lapangan Banteng, Ririen hanya berdua ayahnya. Kali ini sang ibu ikut mungkin karena mereka pergi bersama anak-anak.
“Enggak, ibu kuat koq,” bu Purbo menjaga Leoni dengan saksama. Cucu terkecilnya itu memang paling dekat dengannya. Leoni sejak tadi anteng dipangkuan eyang utinya. Beda dengan Leona yang tak henti berlari kesana kemari.
Menjelang siang Putra meminta anak-anak dan bu Purbo segera diantar pulang oleh sopir papanya. Dia akan menemani ayam mertuanya dan Ririen terus menjelajah area pameran. “Mbak mau ikut Mommy aja,” Alesha protes tak mau ikut pulang. Dia paling suka dengan tanaman.
“Mbak ikut Mas pulang aja ya? Kan sudah dibelikan Nephy sama Mommy,” bujuk Fajar. Dia memang tahu kalau sang Mommy tak ingin diganggu.
Alesha memandang kakak sulungnya. Walau kata-katanya lembut, tapi itu adalah perintah. Dia tahu itu. Maka dengan berat hati dia mengangguk.
“Yah, itu Paphio,” Ririen memperhatikan aneka anggrek kantong semar yang sedang berbunga disebuah stand khusus anggrek. Stand beralamat Bandung itu membuat Ririen dan ayahnya betah berlama-lama disana. Ririen banyak membeli tanaman remaja bukan yang sedang berbunga. Karena dia suka proses perawatannya. Banyak jenis yang Ririen dan pak Kusumo beli.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI\, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL **UNREQUITED LOVE ** YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL UNREQUITED LOVE ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta