WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
TAK AKAN PERNAH ADA KESEMPATAN KEDUA


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Sudah hari ke empat Sarah melakukan permintaan maaf secara tertulis di media cetak. Arno belum bisa menemui putrinya itu. Sarah masih saja menghindar darinya. Esok hasil test DNA akan keluar. Tak ada yang tahu Arno melakukan test itu dimana, karena Arno berangkat sendiri. Dan yang tau pengambilan sample rambut Carol hanya asisten rumah tangga kepercayaannya. Jadi tak mungkin nanti hasil test diubah seperti banyak cerita novel.


“Apa kamu yakin bu Ririen akan maafin elo?” tanya Lucky. Lelaki ganteng ini kadang elo gue kadang aku kamu.


“Kalau lihat sosoknya, sepertinya dia enggak bakal bohong,” balas Sarah.


“Tapi soal memaafkan dengan pencabutan perkara kan dua masalah yang berbeda. Percuma juga dia maafin tapi perkara enggak dicabut,” balas Lucky.


“Dia bakal kasih nominal angka kalau gue udah lakuin permohonan maaf. Kalau gue enggak bikin permohonan maaf, ya dia enggak bakal kasih tau biaya pencabutan perkaranya,” sahut Sarah mulai bete. Suaranya mulai meninggi.


***


Sejak tadi Stefanus menanti jawaban dari pihak Putra. Dia meminta pertemuan diadakan tepat hari ketujuh. Karena surat khabar pukul 01.00 sudah beredar. Pemuatan permohonan maaf tentu sudah bisa dilihat saat itu.


“Bagaimana Pak, apa kami bisa bertemu lusa?” entah ini sambungan telepon yang keberapa.


“Pak Putra belum memberitahu saya. Karena dia ‘kan harus atur jadwal dengan istrinya. Istrinya itu lebih sibuk dari pak Putra,” sahut pegawai Putra.


“Nanti begitu ada jawaban dari pak Putra, saya akan segera hubungi Bapak. Tak perlu Bapak setiap lima belas menit menanyakan hal itu pada saya,” rupanya pegawai Putra juga sudah risih bolak balik dihubungi hanya untuk mendapat jawaban Putra.

__ADS_1


***


“Sudah jadi pesan tiket Mom? Hotel?” tanya Putra pada Ririen.


“Nunggu kepastian jadwal kegiatan Abang dan Mas. Mereka libur sekolah dan kuliah tapi kalau belum atur jadwal kegiatan ya sama juga bohong Dadd. Mereka baru akan libur aja tiga minggu lagi,” sahut Ririen. Dia memang sedang mengumpulkan semua pasport anak-anaknya sehingga Putra menanyakan kapan jadwal liburan mereka.


“Kirain ngumpulin pasport anak-anak karena sudah mau pesan tiket,” jawabPutra. Dia bersiap untuk berangkat ke supermarket bahan bangunan. Hari ini dia tidak kekantor real estate miliknya. Itu sebabnya sehabis mengantar anak-anak sekolah, dia kembali ke rumah dulu.


“Mom, tadi staff kantor bilang Stefanus minta waktu ketemu lusa bisa enggak?”


“Sehabis  jemput Alesha Minta jam tiga sore aja deh. Karena antar Alesha kan selesai jam dua. Dan minta mereka datang ke rumah aja. Mommy malas keluar lagi sehabis cape jemput anak-anak,” jawab Ririen.


***


Ternyata Ririen keluar sendiri. Dia mengurus putri-putrinya lebih dulu sebelum menerima tamu dan Putra belum tiba di rumah. Dia masih di supermarket bahan bangunan menerima tamu dari pabrik yang ingin menjadi supplier di supermarketnya itu.


“Silakan diminum,” Ririen mempersilakan tamunya untuk minum.


“Bisa saya lihat bukti pemuatan iklan permintaan maafnya?” tanya Ririen bicara to the poin.


Stefanus langsung memberikan sebuah map berisi koran yang diminta Ririen. Satu persatu dia cek, saat bersamaan mobil Putra masuk keparkiran.


“Assalamu’alaykum,” bisik Putra ditelinga istrinya. Ririen langsung mengambil tangan suaminya dan memberi salim.


“Wa’alaykum salam,” balas Ririen. Sarah dan Stefanus melihat perilaku mesra pasangan ini.

__ADS_1


“Daddy telat?” tanya Putra.


“Enggak koq,” Ririen langsung memberikan secangkir teh jahe sereh yang sudah dipersiapkan sejak tadi.


“Kita lanjut ya. Ini saya sudah cek, memang telah tujuh hari pemasangan iklan. Jadi dengan resmi saya memutuskan memaafkan perilaku buruk anda pada saya dan suami saya. Tapi bila sesudah ini ada perilaku serupa, atau lebih buruk lagi, maka tak akan pernah ada kesempatan kedua. Saya yang akan langsung bertindak,” jelas disini Ririen bukan hanya mengintimidasi.


“Sampai sini apa sudah jelas?” tanya Ririen.


“Jelas Bu. Kami mengucapkan terima kasih,” sahut Sarah dan Stefanus.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR  ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa.


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2