WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
STEMPEL UNTUK ANAK KECIL


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Sepulang menjemput si kembar dari sekolah, Ririen melajukan mobilnya ke kantor imigrasi untuk membuat passport bagi kedua gadis kecilnya. Dari kelima anaknya memang hanya twins yang belum pernah dia bawa ke luar negeri. Sehingga perjalanan liburan semester besok adalah perjalanan mereka pertama ke luar negeri.


Ririen mengisi formulir pendaftaran. Proses yang mudah dan tak berbelit Ririen lalui. Untung perut si kembar sudah dia ganjel dengan roti sehingga tidak rewel. Tak sampai dua jam, si kembar selesai di foto untuk passport-nya. Yang bisa diambil tujuh hari kerja sejak mereka daftar tadi.


“Mommy …,” Alesha berteriak ketika melihat Mommynya membuka pintu mobil.


“Hallo cantik,” Ririen menciumi putrinya. Putri yang tak pernah satu kali pun disapa ayah biologisnya. Untungnya sejak bayi dia selalu mendapat dekap dan peluk dari Putra.


“Kita beneran jadi ke kantor Daddy?” tanya Alesha. Memang sejak berangkat sekolah, Alesha dan twins dijanjikan akan makan siang dengan Putra di kantornya.


“Cepet Mbak,” belum sempat Ririen menjawab, Leona sudah teriak dari dalam mobil agar Alesha segera masuk. Biar mereka cepat sampai ke kantor ayahnya.


“Tuh, adikmu sudah enggak sabar. Ayok cepet biar mereka enggak bawel,” Ririen meminta Alesha segera masuk ke mobil.


“Daddy …,” tiga bidadari Putra langsung teriak ketika sampai di kantor sang ayah.

__ADS_1


Wajah Putra langsung bersinar melihat ketiganya. Dia sengaja berdiri di lututnya untuk menyambut pelukkan putri-putri kecilnya. Dikecupi pipi dan kening Aleshaa, Leona dan Leoni bergantian.


“Daddy aku habis di foto sama bikin stempel,” Leoni memperlihatkan jemarinya yang penuh tinta sehabis sidik jari di kantor imigrasi tadi.


“Wow bikin stempel? Koq Daddy enggak diajak?” tanya Putra dengan penuh perhatian.


“Daddy dan Mbak lama datangnya. Jadi aku tinggal,” jawab Leona.


“Yaaah, kalau gitu kita sekarang pergi berdua aja yok Mbak,” Putra menggoda Leona dan Leoni, seakan ingin pergi berdua Alesha.


“Kakak ikuuuuuuuut,” pekik Leona.


“Yang bikin stempel itu untuk anak kecil Dadd,” jawab Leoni polos. Karena tadi hanya dirinya dan Leona yang membuat cap jari sedang Ririen tidak. Putra dan Ririen hanya bisa tertawa mendengar celoteh kedua putri kembar mereka.


“Ya sudah, sekarang kita masuk yok,” Putra mengajak anak dan istrinya masuk ke ruangannya.


Sejak tadi Putra sudah menyuruh seorang pegawainya untuk membeli makan siang. Putra adalah ‘lelaki rumahan’. Dia lebih suka makan dengan keluarganya kapan pun. Hari ini Ririen membuat passport dekat dengan kantornya, maka dia meminta Ririen mengajak ketiga putri mereka untuk makan siang bersama dengan dirinya.


“Daddy nyuruh beli makan apa?” tanya Ririen.


“Nasi rames dengan lauk ayam goreng, bandeng presto dan perkedel jagung Mom,” jawab Putra. Big boss dengan dua perusahaan ditambah dengan supermarket bahan bangunan milik keluarga Purwanagara. Istrinya punya nursery. Makanan yang dipesan ‘hanya’ nasi rames!

__ADS_1


Itulah Putra. Bukan enggak mampu beli makanan mahal, tapi dia sudah mblenger saat tinggal lebih dari empat tahun di London. Dia lebih suka makanan Indonesia terutama menu Sunda daerah asal orang tuanya. “Wah asyiik ada bandeng presto dan perkedel jagungnya. Mommy suka menu pilihan Daddy”.


Saat makanan datang, Ririen langsung menyiapkan makan bagi ketiga putrinya terlebih dahulu, baru dia menyiapkan makan bagi Putra dan dirinya. Dia menyuapi Putra dan dirinya bergantian. Twins tidak aneh melihat daddynya makan disuapi ibu mereka.


“Nanti Mbak les lukis ‘kan?” tanya Putra pada Alesha.


“Hari ini kami bertiga les bahasa inggris Dadd,” jawab Alesha sambil mencuci tangannya. Dia sudah selesai makan terlebih dahulu.


Alesha dan kedua adiknya memang les Inggris di rumah. Ririen memanggil guru private ke rumah bagi ketiga putrinya. Sedang untuk Fajar dan Fajri mereka les di sebuah lembaga belajar terkenal tapi beda hari karena beda kelas.


“Wah, Daddy salah hari ya?” Putra lupa kalau hari ini hari Selasa bukan hari Senin.


\===========================================


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2