
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
Aku akan tetap melayaninya sebagai istrinya, dan aku juga akan membiarkannya dia bebas berpetualang dengan wanita mana pun, karena aku akan mematikan rasa untuknya. Aku menutup hati untuk rasa yang disebut CINTA!
Sore tadi kembali kulihat mantan suamiku menggandeng seorang perempuan yang berbeda dari dua perempuan sebelumnya. Jam segitu apa dia bebas keluar kantor? Hebat sekali dia, dan sebalnya dia mengatakan bahwa dia adalah ayahnya Fajri pada anakku, aku takut Fajri ketakutan seperti saat Fajar mengetahui Putra bukan ayah biologisnya.
Untungnya tak kulihat kegalauan di wajah Fajri. Namun tanpa aku tahu, dia lapor pada daddynya. Artinya Fajri sudah pandai memilah-milah, dia enggak ingin bertanya padaku, melainkan langsung bertanya pada daddynya.
Aku memang merasakan sedikit kram perut sesampainya di rumah, maka aku langsung berbaring agar tak terlalu terasa sakitnya, aku tidak ingin calon bayiku tersiksa bila aku kram. Malam ini aku kembali merasakan sakit dihatiku saat merasakan air mata Putra jatuh di perutku, dia menangis saat bercerita pada kedua anaknya di dalam perutku. Apa aku harus iba padanya dan membiarkan dia kembali menginjak-injak harga diriku dengan bermain perempuan di belakangku seperti yang Ricky lakukan dulu?
ARIENKA DEWI PURBOWISONO END POV
Hari ini anak-anak libur sekolah sehabis mendapat raport semester ganjil. Ririen melihat jadwal kerjanya tiga hari ke depan tidak padat.
“Mbak Tuti, tiga hari ke depan saya enggak masuk kantor ya, saya ingin ke lapangan aja sekalian bawa anak-anak liburan, kalau ada yang urgent bisa telepon saya di jam kerja,” perintah Ririen pada sekretarisnya. Besok dia ingin bawa anak-anaknya liburan ke bogor, ke kebun raya atau ke taman safari.
Esoknya karena tidak mengantar anak-anak sekolah Putra berangkat sendiri. Pukul 08.00 dia baru berangkat, bila antar anak-anak dia akan berangkat pukul 6.30. Sehabis Putra berangkat, baru Ririen memerintah dua asisten rumah tangganya menyiapkan baju-baju ganti ke dalam koper.
Saat ini dia tidak mengajak dua asisten rumah tangganya , dia ingin quality time dengan ketiga anaknya saja. Pukul 10.00 Ririen baru keluar rumah bersama tiga anaknya, mereka bersenda gurau dan bernyanyi bersama sepanjang perjalanan. Sesampainya di Bogor Ririen mengajak anak-anaknya ke kebun raya Bogor, dibiarkannya mereka bertiga berlarian sepuasnya, setelah lelah baru Ririen keluar dan mencari makan siang sekalian beli asinan Bogor di Sukasari.
***
“Mommy, kenapa kita bobo sini?” tanya Fajri
__ADS_1
“Kita liburan Bang, besok kita ke taman topi atau tempat lain ya, kalau Abang bosen kita bisa langsung pulang, kalau enggak ya kita nginep lagi” jawab Ririen. “Sekarang bobo dulu, nanti sore kita jalan-jalan cari jagung bakar depan villa.”
Di rumah Putra terpaku mendengar istri dan ke tiga anaknya pergi berlibur tanpa memberitahu dirinya. Dia makin yakin Ririen mencari gara-gara agar dia sampai batas kesabarannya dan memutuskan berpisah. Namun dia tidak akan memutuskan itu, dia tidak akan pernah melepaskan Ririen dari hidupnya.
Diteleponnya ponsel istrinya. Ririen yang sedang tidur tidak mengetahui saat Putra menghubunginya. Fajar yang kebetulan mendengarnya melihat yang menelpon adalah daddynya, maka dia memberanikan diri mengangkatnya, dia ke teras kamar untuk lebih leluasa berbicara dengan daddynya.
“Hallo Dadd” sapanya pelan. Fajar sudah merasakan keretakan hubunga kedua orang tuanya. Dia bicara pelan dan hati-hati agar mommynya tidak terbangun.
“Kak, kalian di mana?” tanya Putra. Dia seperti mendapat durian runtuh Fajar yang mengangkat telepon darinya.
“Kata Mommy kami akan nginap di sini karena kami sedang liburan. Tadi Kakak baca nama Villanya Harmony Dad, sebentar Kakak tanya alamat ke mamang yang tunggu di depan ya,” kata Fajar polos.
“Berika teleponnya pada Mamang biar Daddy langsung tanya mamang ya Kak,” Putra meminta Fajar membiarkan dia berbicara dengan penjaga villa untuk lebih memperjelas alamat villa yang mereka tempati.
Putra segera mengambil beberapa baju serta jacketnya, lalu dia segera menyusul istrinya. Tadi sebelum menutup telepon dia berpesan pada Fajar agar jangan cerita kalau dirinya nyusul, biar jadi surprise untuk sang mommy. Dan Fajar yang sangat pintar tentu bisa merasakan kalau antara kedua orang tuanya sedang tidak baik-baik saja.
***
“Sama, gigi Dede juga hitam,” goda Fajri pada Alesha.
“Mommy, gigi Dede enggak hitam ‘kan?” rengek Alesha.
“Ya hitamlah, tapi enggak apa-apa, nanti ‘kan kita sikat gigi sebelum tidur,” Ririen menenangkan Alesha. Saat itulah Ririen terkejut karena ada yang memeluk dan mencium pipinya dari belakang. “Koq liburan enggak ajak Daddy?”
“Daddy …, ” Alesha langsung berlari ke belakang Ririen dan memeluk daddynya, serta menciumi pipi lelaki itu dengan gemas.
__ADS_1
“Ha ha hha haaa, pipi Daddy cemong,” seru Fajri yang melihat pipi daddynya hitam akibat di cium Alesha.
“Kak, pesan lagi untuk Daddy,” perintah Ririen pada Fajar.
“Daddy …, ” pekik Fajar, lelaki kecil itu bahagia daddynya datang.
Putra duduk di sebelah Ririen dengan Alesha dalam pangkuannya, Ririen mengelap pipi Putra yang kotor oleh bekas jagung yang Alesha makan. Karena posisi wajah Ririen sangat dekat dengan bibirnya maka Putra langsung mengecupi pipi dan bibir Ririen, tak dilumat, hanya sekedar dikecup karena didepan anak-anaknya. Kalau hanya kecup di bibir mereka biasa melakukan dan anak-anak terbiasa melihat hal itu.
Dipeluknya tubuh istrinya yang sedang sangat menguji kesabarannya. “Kak, tadi di jalan Daddy beli sosis dan juga baso besar-besar. Besok kita bikin sate sosis lalu kita bakar ya, besok pagi kita ke pasar beli tusuk satenya. Karena tadi di supermarket enggak ada,” Putra memberitahu planningnya untuk besok malam, niatnya pagi dia juga ingin meminta penjaga villa membeli udang di pasar terdekat.
“Asyiiiiik,” teriak Fajri yang lebih dulu memberi respon. Ririen sudah masuk ke dalam villa, dia memasak nasi goreng karena yakin Putra belum makan malam, kebetulan tadi dia membawa corned serta sosis, dia juga membeli sedikit beras serta telur serta bumbu-bumbu instan serta roti dan susu untuk sarapan, di villa ini hanya disediakan teh serta gula saja itu pun semua harus masak sendiri. Kulkas kecil dan alat masak lengkap tersedia.
Dibawakannya ke depan nasi goreng sosis yang menggunakan toping omelet corned keju untuk Putra dalam porsi jumbo. Dilihatnya Putra sedang memetik gitar, entah dia dapat dari mana karena itu bukan gitar miliknya. Disodorkannya sesendok nasi goreng dengan potongan omelet ke mulut suaminya.
“Mommy, Daddy enggak bisa nyanyi kalau disuapin sepelti itu,” protes Fajri, lelaki kecil yang sangat suka seni itu menjadikan daddynya sebagai idolanya.
\===============================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA : MPHOON, DENGAN JUDUL NOVEL KEIKHLASAN HATI SEORANG ISTRI YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta