
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Ok, besok malam Daddy akan sampai di sana, dan lusa malam kita langsung pulang, sehingga enggak ada refreshing sampai malam dan membuat kita harus pulang hari berikutnya. Bilang Tuti pesan tiket lusa malam untuk nama kita ber tiga di penerbangan terakhir ke Jakarta sehingga tak terlalu terburu-buru!” Putra langsung memutuskan mendatangi istrinya di Makasar begitu mendengar cerita istrinya.
***
Pagi tadi acara kerja sama sudah dimulai, manager produksi perusahaan Ririen sejak kemarin sudah datang dan mulai memerintah anak buahnya untuk mulai bekerja. Sore ini Tuti dan Ririen sudah free. Mereka ingin mencoba wisata kuliner yang dekat dengan hotel mereka, karena Ririen tak ingin suaminya terlalu jauh mencarinya.
Siang tadi Putra sudah telepon saat akan menuju bandara Soeta. Baru saja Ririen selesai mandi terdengar ponselnya berdering dengan nada panggil special dari suaminya.
“Ya Honey,” jawab Ririen saat menerima panggilan telepon itu.
“Daddy sudah di bandara,” Putra memberitahu bahwa dia sudah berada di Makasar.
“Ya sudah, Mommy pesankan kamar dan pindahin barang Mommy ke kamar kita ya,” kata Ririen ceria.
“Mbak bantuin aku pindah kamar ya,” pinta Ririen pada Tuti.
“Lho kenapa Mbak?” tanya Tuti yang baru bangun tidur, dia tidak ingat kalau suami bossnya bakal datang menjemput kekasih hatinya ini.
“Ha haa haa, tu nyawa suruh pulang dulu jadi bisa inget. Kan suamiku datang ke sini, gimana sih?” canda Ririen.
“Ya ampuuuuuun, pak boss itu emang enggak bisa banget ya jauh dari bu boss, aku sampai lupa padahal yang kemaren pesan tiket pulang juga aku,” jawab Tuti yang baru ingat kalau Putra akan datang.
Ririen menunggu Tuti selesai mandi, mereka keluar kamar sekalian membawa koper dan tas Ririen untuk pindah ke kamar yang akan dia sewa berdua dengan suaminya.
“Mbak, ngerasa enggak sih pandangan dan perhatian pak Andi enggak seperti perhatian ke teman bisnis?” tanya Tuti saat mereka sedang menunggu bell boy mengambil trolly koper menuju kamar yang sudah dipesan Ririen.
“Itulah sebabnya aku minta suamiku nyusul ke sini Tut, aku enggak nyaman kalau di acara bebas besok cuma aku ama dia. Kamu pasti bisa disingkirkan dengan cara disuruh apa gitu. Aku juga lihat attensi dia bukan sekedar attensi rekan bisnis, itu aku rasakan sejak dia datang ke kantor di Jakarta. Aku sudah warning dia kalau aku ibu lima anak, dia malah ngakak, dia bilang kalau ngebohong jangan tanggung-tanggung, bilang aja aku sudah punya anak selusin katanya,” balas Ririen.
__ADS_1
“Owalaaaah, jadi Mbak sadar kalau ada yang enggak biasa dari sikap dia?” tanya Tuti penasaran.
“Sejak dia datang ke Jakarta, tapi waktu itu aku enggak mikir jauh. Nah pas kemaren dia kasih destinasi kunjungan aku mulai takut,” jelas Ririen.
“Malamnya aku telepon ayahnya anak-anak untuk ngejemput. Walau berat karena harus ninggalin anak-anak ke kakek, nenek serta eyang kakung dan eyang utinya. Tapi aku ngedepanin feelingku aja. Untungnya mas bojo ngertiin dan langsung pesan tiket. Aku kira dia pesan tiket malam, ternyata tiket sore yang dia dapatkan,” rinci Ririen.
“Alhamdulillah Mbak, artinya kita akan aman dan terhindar dari hal yang kemungkinan bisa terjadi,” jawab Tuti lega.
“Iya, kita meminimalisir kemungkinan buruk ‘kan,” balas Ririen sambil masuk ke kamar yang baru saja dibukakan oleh bell boy dan dia memberi tip pada bell boy tersebut.
Akhirnya malam ini Tuti kembali jadi saksi kemesraan ibu boss dengan mas bojonya. Tuti membayangkan, boss berikutnya akankah sebaik mbak Dewi? Yang tak mau dihormati berlebihan. Namun super tegas pada siapa pun tanpa mau kompromi.
Mereka makan di pantai Losari, ikan bakar beserta es palubutung adalah kuliner wajib bila sampai sini, mereka tidak pesan coto karena siang tadi sudah makan menu itu.
Jam enam pagi pak Andi dan sekretarisnya sudah sampai di lobby hotel tempat Ririen menginap, Tuti yang mendapat telepon segera turun menemui mereka di lobby, saat turun dari kamarnya Tuti memberi tahu Ririen yang belum siap turun.
“Selamat pagi pak Turno, selamat pagi pak Andi,” sapa Tuti ramah. “Bu Dewi sebentar lagi akan turun, mohon tunggu sebentar,” ujarnya tanpa memberitahu kalau Ririen akan turun bersama suaminya.
Pak Andi yang sedang memperhatikan HP-nya langsung otomatis menoleh mendengar suara renyah yang sangat dia sukai. Namun dia harus kecewa melihat penampilan bu Dewi beserta lelaki yang dipegang erat lengannya tersebut.
“Pak Andi kenalkan, suami saya, bapak dari kelima anak kami,” kembali suara renyah Ririen terdengar.
“Selamat pagi,” sapa Putra, dia segera mengulurkan tangannya pada Andi dan Turno.
“Andi, senang berkenalan dengan anda,” sapa Andi gugup.
“Putra,” balas Putra tegas.
“Kita sarapan di hotel ini saja?” tanya Putra.
“Tidak Pak, kita sarapan menu asli Makasar saja ya,” balas Andi cepat. “Mari kita ke mobil saja.”.
__ADS_1
Mereka sarapan nasi kuning berikut lauk komplitnya “Wah terima kasih pak Andi memberikan kenangan indah untuk istri saya diakhir masa kerjanya,” cetus Putra saat mereka sedang sarapan.
“Maksud Bapak apa?” tanya Andi penasaran.
“Istri saya dua bulan lagi resign, sudah sejak bulan lalu dia mengajukan tapi perusahaannya belum bersedia melepasnya,” jelas Putra.
“Wah benar begitu bu Dewi?” tanya Andi selanjutnya.
“Iya pak Andi, saya ingin focus pada anak-anak kami, kebetulan bungsu kami kembar baru berusia enam bulan. Suami saya tidak melarang saya terus berkarier, saya nya yang tidak sanggup bila berpisah dengan mereka. Si sulung juga sudah sangat banyak kegiatannya yang harus saya dampingi, sedang nomor dua dan tiga lebih senang bila berkegiatan dengan Daddynya,” rinci Ririen.
Andi hanya bisa meneguk teh hangat saja mendengar penjelasan rinci Ririen, dia sangat tak percaya pasangan muda di depannya sudah punya lima anak. Ririen memang sudah memberitahu dirinya kalau perempuan itu sudah menikah dan punya anak lima. Tapi Andi tak percaya.
Saat itu tiba-tiba ponsel Putra berbunyi. “Maaf saya angkat telepon dulu.” Putra minta izin mengangkat telepon tanpa berpindah tempat atau berdiri.
“Ya sayangnya Daddy, kenapa Son?” sapa Putra pada orang yang menghubunginya.
“Ya Daddy sedang bersama Mommy, kalian sudah siap berangkat sekolah? Bekal sudah dibawa?” tanyanya.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL CINTA KECILNYA MAZ YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
__ADS_1