WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
DADDY YANG DEG-DEG AN


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Kabari Daddy dua kali latihan terakhir sebelum GR Bang. Juga pas GR. Daddy koq jadi ikut deg-degan kayak Daddy yang akan konser tunggal," Putra meminta jadwal latihan Fajri.



"Siap Dadd," sahut Fajri. Tentu ada beberapa hal yang harus diatur Fajri agar sang suhu tak ngomel bila ada yang belum pas.



Walau secara garis besar mereka sama-sama perfectionis tapi Putra lebih keras. Lebih saklek. Sedang Fajri lebih fleksibel dan pengertian. 



"Sudah terima undangan kan? Jangan sampai enggak datang ya Ma, ini konser pertama Abang lho," Putra mewanti-wanti mamanya. Dia ingin semua orang melihat kemampuan anaknya!



"Uthi dan  Athung bisa rawuh kan?" Kali ini Putra menanyakan kesiapan mertuanya bisa datang atau tidak. 



"Terima kasih nak Putra," Fuad mengucapkan kata yang tak akan tergantikan itu. Kata sederhana dengan makna teramat dalam.



"Sami-sami Pak. Tapi maaf, itu tidak saya kasih di VIP apalagi VVIP. Saya tak ingin konsentrasi anak saya buyar karena marah mengetahui saya mengirimkan undangan untuk bapak ibu dan pak Ricky."



"Saya hanya ingin menunjukkan hasil didikan saya dan Ririen pada anda semua sebagai ayah kandung dan oma serta opanya saja," balas Putra.

__ADS_1



"Saya sangat mengerti hal itu. Masih diingat dengan dikirimi undangan saja kami sudah sangat senang dan bersyukur," Fuad mengerti soal empsi Fajri.



Siapa yang mau memaafkan seorang lelaki yang sering selingkuh seperti Ricky?



Tanpa diketahui siapa pun ternyata Putra mengirim undangan untuk opa dan omanya Fajri juga untuk Ricky. Tiga undangan saja yang Putra berikan untuk keluarga ayah biologis Fajri. 



Itu pun bukan VIP dan VVIP, Putra hanya mengirim tiket kelas I saja. Sehingga tak akan dicurigai Fajri. tiket kelas I kan mudah dipesan. Tak seperti tiket VVIP dan VIP.


\*\*\* 



Putra cukup puas melihat acara latihan siang ini. Dia tak tahu sebelum dia datang ada satu sekuel yang latihan lebih dulu. 




"Paling tiga kali si Dadd. Kan Tiga session. Tapi lihat kondisi di lapangan juga. Yang pasti Abang siapin beda warna agar ketahuan Abang tu ganti pakaian. 



"Bener. Jangan mentang-mentang suka warna hitam lalu di konser Abang gunakan tiga warna hitam walau ganti corak atau ganti gambar." Putra setuju dengan kebijakan anaknya.



"Daddy pulang dulu ya. Jangan kecapean. Jaga kesehatanmu," Putra pamit karena malam ini dia harus menemani sang ratu ke acara di rumah mbak Kasih dan bang Ilham. 


__ADS_1


Dua kakak angkat istrinya itu bisa ngamuk bila mereka datang tidak jauh-jauh sebelum acara. 



"Iya Dadd. Makasih. Dsn hati-hati. Jangan jelalatan udah tua," goda Fajri.



"Saat masih muda aja ogah jelalatan. Apa lagi sekarang!" Balas Putra.



"Justru sekarang yang rawan. Saat mommy tua dan Daddy masih gagah," Fajri rupanya mengutarakan apa yang selama ini mengganjal di hatinya. 



"Astagfirullah. Daddy enggak mau takabur. Tapi Insya Allah, cukup cinta dan tubuh mommy mu aja menemani Daddy hingga akhir hayat," Putra menepuk pundak anaknya lalu dia berlalu dari hadapan lelaki muda yang menatap punggungnya dengan penuh kagum. 



"Terima kasih ya Allah. Kau kirim dia untukku dan terutama untuk mommy. Dia yang terbaik untuk kami." Fajri bergumam pelan. 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.



![](contribute/fiction/5867678/markdown/10636434/1674755520644.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING itu ya.


__ADS_2