
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Mom, tadi A Gilar bilang sudah kirim bahan seragam buat pernikahan Inda." Putra memberitahu Ririen yang sedang menggoda Jingga. Istrinya mencolek-colek pipi cucu mereka.
"Iya Dad. Teh Risye juga udah ngasih tahu. Semoga cepat sampai agar penjahitnya bisa cepat bikin. Teteh bilang lupa kirim yang punya Icha. Jadi bahan Icha dikirim sendirian. Enggak satu paket ama yang lain," Ririen menjelaskan info dari kakak iparnya.
"Mommy usil banget sih. Wong dia lagi bobo diganggu aja, Alesha menepis tangan Ririen.
"Abis gemezz liat pipi bakpaow nya," jelas Ririen.
"Sudah dapat baby sitter untuk Jingga?"
"Aku koq enggak pengen pakai baby sitter yang resmi berpendidikan. Aku pengen pakai pengasuh seperti kami dulu saat masih aja. Yang konvensional," jawab Alesha.
\*\*\*
"Ini bagaimana Dadd?" Fajri menanyakan konsep yang ia ingin tuangkan pada konser tunggal perdananya.
"Kalau menurut Daddy biar enggak monoton di mix Bang.
"Abang nyanyikan lagu hits milik bintang tamu. Nah dia nyanyikan lagu Abang. Otomatis lagu Abang akan terangkat untuk pengemar fanatik penyanyi tamu tadi," Putra memberi saran pada Fajri.
"Begitu pun alat musik. Di lagu A, Abang main gitar full. Di lagu B, Abang main drum full, di lagu C, Abang msin piano full."
"Jadi orang akan tahu kehebatan Abang, karena Abang main dari awal hingga akhir. Bukan sepotong-sepotong."
"Pemilihan lagu Abang sesuaikan. Yang mana yang bagus drumnya, atau pianonya dan juga gitarnya.
__ADS_1
"Nah itu Abang setuju Dadd. Kalau sepotong-sepotong malah seperti asal bisa, tidak mendalami," sahut Fajri.
"Pilihan lagu juga harus diatur. Coba kita tonton konser tunggalnya Mr Deo yang terakhir kemarin. Disitu kita di bawa lompat- lompat.
"Dari lagu sedih, terus ke lagu ceria lompat kemudian ke lagu romantis. Enggak monoton."
"Di konser Jack dia bikin landai, orang harus sabar untuk sampai puncak. Tapi bikin bosen kakau bukan penggemar fanatik,"
Ririen membiarkan Putra sibuk diskusi dengan Fajri yang sedang berniat bikin konser tunggal.
Mereka memang satu jiwa. Seakan memiliki darah yang sama. Kalau tak tahu, mereka seperti ayah dan anak kandung.
Ririen mengantarkan pisang rebus dan wedang jahe gula merah untuk keduanya. Semakin bertambah umur, Ririen mengurangi asupan kopi untuk suaminya.
Tak perlu dilarang atau disuruh ngurangi. Ririen saja yang langsung mengurangi menyajikan kopi. Itu cara jitu Ririen membuat suaminya tak sadar bila konsumsi kopinya mulai dikurangi.
Ririen hanya menjawab dengan senyum dan meninggalkan keduanya. Tak mau mengganggu.
\*\*\*
Kegiatan pagi ini masih biasa saja, Ririen masih mempersiapkan sarapan tiga anaknya. Fajri, Leona dan Leoni.
Fajar sejak menikah tinggal di rumahnya sendiri bersama Icha sang istri. Alesha juga tinggal sendiri dengan putrinya.
Hari ini hari kumpul keluarga
Hari Sabtu memang sejak dulu hari yang ditunggu. Kegiatan akan dimulai pukul sepuluh pagi.
Semua karyawan sudah menyiapkan arena bebakaran. Hari ini selain udang, aneka sosis Ririen menyiapkan ikan bawal dan ikan kerapu untuk dibakar.
__ADS_1
Hari ini Icha sang menantu minta Ririen tak usah menyiapkan nasi. Dia akan membawa nasi bakar tuna.
Icha datang lebih dulu daripada Alesha yang rumahnya hanya satu langkah dari rumah Ririen.
"Angel pasti sengaja kan datang telat. Minta di jemput Pakde ya?" Fajri langsung mengambil Jingga dari gendongan Alesha.
ANGEL adalah panggilan untuk Jingga dari seluruh keluarga.
"Ha ha ha, biar semua mata tu tertuju ke aku Pakde. Kalau aku sudah duluan datang, kan aku di cueqin" Alesha menjawab mewakili sang putri.
"Aku pasang timer ya! Begitu timer bunyi, Angel pindah tangan. Jadi enggak boleh pada ribut bilang baru gendong sebentar. Aku bosan lihat kalian, terutama mommy ribut bilang baru sebentar gendong Angel!" Leoni memasang alarm sepuluh menit.
Ririen hanya nyengir mendengar dia diprotes si bungsu. Dan Putra mengacak-acak puncak kepala putri bungsunya itu.
"Dan Angel jangan di bawa ke belakang karena penuh asap!" Kali ini Leona yang bikin peraturan.
Begitulah mereka. Seakan mereka yang melahirkan Jingga.
Bila sudah berkumpul seperti ini, Jingga hanya butuh Alesha ketika mau minum ASI saja.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.q

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.