WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
MY FUTURE WIFE


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


\~\~\~\~\~


“Tu, dipanggilan keluar,” Ririen menyerahkan HP itu kembali pada pemiliknya. Putra langsung menyimpan nomor tersebut dengan nama my future wife.


“Mbak aku langsung pamit yo,” Dendy pamit sambil memakai jacketnya dan mengambil kunci motor di sakunya. “Matur nuwun ya cintaku yang paling cantik,” Dendy kembali mencium pipi Ririen dengan gemas yang dibalas Ririen dengan pukulan pada lengannya.


“He he he he,” Dendy terkekeh mendapat pukulan itu.


“Bang pamit ya, aku duluan,” Dendy pamit pada Putra yang dia yakin masih seumuran dengannya, karena menghormati kakak sepupunya dia memanggil dengan sebutan bang.


“Ati-ati yo De’, ojo ngebut!” Ririen memperingatkan adiknya, dia dan Putra mengantar Dendy sampai ke luar pagar.


“Aku juga enggak masuk lagi deh, pamit aja, makasih buat risol dan buntil parenya,” Putra mohon pamit pada Ririen. “Tapi aku akan pulang kalau sudah dapat jawaban lusa kamu berangkat jam berapa?”


“Aku enggak akan berangkat, jadi enggak perlu nganterin,” jawab Ririen ketus. Tadi selama ada Dendy dia bersikap ramah untuk menutupi kekesalannya pada kegilaan Putra saja.


“Fine, Assalamu’alaykum,” Putra langsung balik badan dan memasuki mobilnya tanpa menunggu jawaban dari Ririen.


Putra kesal mendapat jawaban ketus Ririen. ‘Aduuuuuh ngapain juga gue langsung jatuh cinta dan langsung nembak dia sih? Go-blok banget kan gue, dia pasti langsung ilfill ama gue,’ sesal Putra dalam hatinya. Dia memukul setir mobilnya dan mengumpat kebodohannya.


***


Ririen termenung di kamarnya. Dia kembali teringat saat pertama berkenalan dengan lelaki yang telah menggores luka yang sangat dalam pada dirinya. Ririen kembali mengingat masa lalu saat awal bertemu dengan Ricky. Flash back sebentar yaa.


Ririen mengakui saat itu dia sangat polos dan bodoh mau saja percaya rayuan Ricky. Dia ingat kenal Ricky di pesta ulang tahunnya ke 17 saat kelas 3 SMA, Ricky mengantar adiknya, Dira teman sekelas Ririen ketika di SMP.


Dari situ dia terbuai rayuan Ricky dan hampir tergelincir, untung ketahuan mbak Riries sehingga sebelum terjadi hal yang lebih buruk ibunya Ririen meminta Ricky menjauh dari Ririen atau melamarnya.

__ADS_1


Ternyata Ricky mengambil tantangan kedua yaitu menikahi Ririen yang saat itu baru semester 3 akhir, dan  berumur 19 tahun. Saat menikah Ririen sudah mengajar di daerah Sunter, Jakarta Utara tepatnya di SMA Metropolitan 1.


Walau masih semester 4 tapi kemampuan Ririen mengajar tak bisa diragukan lagi. Keluarga Ririen tidak menunda pernikahan, semester 3 akhir keluarga Ricky mengajukan lamaran, pas liburan semester mereka menikah. Saat awal menikah Ririen masih tinggal daerah Cempaka Putih Timur maka mengajar daerah Sunter tidak terlalu jauh.


Usia 20 tahun Ririen sudah mempunyai anak, dia tetap ngajar sambil kuliah walau sedang hamil. Kehamilannya bukan penghalang aktivitasnya, dia sama sekali tak terbebani.


Setelah anak pertama lahir Ririen dan Ricky pindah ke Kranggan-Bekasi, mereka membeli rumah BTN yang di over pemiliknya. Kranggan masuk wilayah Bekasi, dari arah Pondok Gede masih lanjut ke arah Ujung Aspal.


Saat mereka baru pindah angkutan ke perumahan hanya ada sampai jam 6 sore saja, selebihnya harus ngojek, lama kelamaan seiring makin ramenya penghuni perumahan, KOASI yaitu angkutan di sana pun sampai malam. Namun karena jauh dari Sunter yang berada di Jakarta Utara maka Ririen berhenti mengajar di sana.


Usia 20 tahun itu juga Ririen mulai mengajar di SMA MEKAR Jati Rangga,  waktu itu dia belum lulus S1.


Saat sedang sibuk dengan skripsi dan hamil anak ke dua usia kehamilan dua bulan, perkawinan Ririen mulai goyah karena sifat playboy Ricky. Mertua Ririen menjamin Ricky akan berubah dan meminta Ririen memaafkan Ricky dan mempertahankan pernikahan mereka.


Usia 22 tahun Ririen meraih gelar sarjananya dan seminggu sejak wisuda, anak kedua nya lahir. Teman-temannya di aula sangat heran Ririen santai saat wisuda padahal saat itu HPL nya sudah terlewat dua hari.


Saat wisuda Ririen dikawal mbak Riries yang membawa tas peralatan bersalin lengkap, benar-benar wisuda yang tidak akan terlupakan ( part yang ini beneran pengalaman pribadi yanktie lho heehee )


***


Ririen dan Teguh datang lebih dulu dari Ricky. Ternyata Ricky datang dengan Dira dan mamanya. Tak lama calon pembeli datang, pembicaraan awal dan melihat lokasi sudah di lakukan satu minggu lalu.


Hari ini tinggal menyerahkan surat rumah dan pembayaran saja, lalu selebihnya nanti penjual dan pembeli bertemu dengan notaris bila pembeli ingin langsung ganti nama kepemilikan.


Mbak Riries datang saat Ririen sedang menanda tangani kuitansi pembayaran setelah menerima uang yang sudah mereka lihat jumlah nominalnya di mesin hitung. Mereka memang bertemu di lobby bank agar mudah. Saat pembeli akan pamit, Ririen berdiri, saat itulah Siska Mahendra mama nya Ricky dan Ricky serta Dira melihat bahwa Ririen sedang hamil.


“Kamu hamil anak siapa?” teganya mama Ricky  bertanya seperti itu pada mantan menantunya itu. Saat itu Ririen dan Ricky  sedang membagi dua uang hasil penjualan rumah mereka ketika suara nyinyir mantan ibu mertuanya terdengar.


Ririen langsung melihat Ricky , dia ingat malam itu Ricky melakukan KDRT.  Ricky  memaksanya melayani keinginannya, dia diperkosa oleh suaminya sendiri. Saat itu Ricky  berdalih dia masih suami Ririen sehingga Ririen wajib melayani kebutuhan ****-nya, selain itu Ricky  juga mengancam akan menyakiti Fajri yang tidur di kamar Ririen karena masih minum ASI.

__ADS_1


Karena memikirkan Fajri maka Ririen tak melawan. Andai dikamar itu tak ada Fajri, mungkin Ririen bisa bertindak melakukan perlawanan.


Ririen berpikir, mungkin saat itu Ricky  butuh pelepasan, karena sudah tak ada Mona sebagai selingkuhannya.


Ririen menantap nanar wajah mertuanya. “Ibu ingat tanggal berapa saya cerai dengan Ricky  anak Ibu, dan Ibu silakan hitung kapan anak ini nanti lahir. Saya bukan tukang selingkuh seperti mantan suami saya. Yang pasti ini anak saya!” jawab Ririen sambil berlalu dari ruangan itu diikuti mbak Riries dan mas Teguh.


Namun dia sempat berbalik sebentar dan berkata “Oh iya Rick, mobil enggak perlu kamu jual, saya hibahkan bagian saya untukmu!” sarkas Ririen berkata sambil melengos, dia ingin mantan ibu mertuanya mendengar dia memberikan mobil secara cuma-cuma ke Ricky .


Itu akan selalu Ririen ingat. Mantan ibu mertua dan mantan suaminya memandang rendah dirinya tanpa bertanya lebih dulu.


Ada masanya nanti dia akan membalas perkataan mantan ibu mertuanya itu. Semoga Allah memberi dia kesempatan melakukan hal itu.


***


\====================================================


JANGAN LUPA BACA CERITA RECEH MILIK YANKTIE YANG BERJUDUL TELL LAURA I LOVE HER YAAA


TENTANG LAURA YANG HARUS BANGKIT DARI KETERPUTUKANNYA SEPENINGGAAL TOMMY YANG MENINGGAL DI RACE MOBIL SEBELUM PERNIKAHAN MEREKA



===================================================== 


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2