WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
KEDATANGAN RUBAH BETINA


__ADS_3

DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


 Sekarang sudah hari Kamis aja, dan Putra sudah empat hari tidak datang ke Cilangkap karena sejak hari Senin dia di Bogor dan baru kembali tadi malam. Karena penat dia langsung pulang ke Ujung Aspal sekalian menaruh baju kotor di mobilnya dan akan menggantinya dengan yang bersih untuk ditaruh di mobilnya.


Rencananya sore ini dia akan ke Cilangkap sepulang kerja. Ririen dan anak-anak juga tahu dia nginep di Bogor dan akan datang ke Cilangkap Kamis sore sepulang kantor, sebab tadi pagi sebelum anak-anak berangkat sekolah dia sempat telepon ke mereka.


Siang ini Ririen mendapat konsumen dekat dengan kantor Putra. Sehabis presentasi dengan konsumennya Ririen yang hari ini tidak ditemani oleh mbak Tuti mencoba mampir ke kantor Putra.


Masuk ke parkiran kantor Putra dia terpaku pada design minimalis kantor calon suaminya itu. Di dalam dia lebih terpukau lagi, karena di lantai bawah ruang kantornya sangat humanis, tidak kaku.


Begitu masuk terlihat sofa untuk menerima tamu, agak ke dalam terlihat dua ruang tanpa pintu yang masing-masing berisi meja tulis serta kursi pemilik ruangan dan dua kursi di seberangnya yang Ririen perkirakan untuk menerima tamu yang ingin bertukar pendapat dengan pemilik ruangan, ditambah meja gambar.


Lalu ada ruang dengan pintu kaca yang di dalamnya terlihat meja besar dengan satu kursi untuk pemilik ruangan serta dua kursi untuk tamunya, ada meja computer serta printer dan mesin fax. Sepertinya ruang bagian keuangan.


Ririen juga melihat arah petunjuk untuk toilet dan mushola serta pantry.


Di sudut satunya Ririen melihat tangga menuju ruangan atas. Tadi saat memarkir mobilnya Ririen melihat mobil Putra ada di depan serta dua mobil lainnya selain mobil dirinya.


“Eh Ibu, silakan masuk Bu,” sapa office boy di sana. Semua pegawai tentu tahu siapa Ririen walau belum pernah berjumpa, karena di dinding ruang atas ada beberapa pigura besar berisi photo Ririen dengan Putra mau pun Ririen dengan anak-anak dan Ririen, Putra dan anak-anak.


“Pak Putranya ada?” tanya Ririen sopan.


“Ada Bu, sejak minggu lalu Bapak bilang kalau Ibu datang kapan pun diminta langsung ke atas walau pas Bapak enggak ada di kantor sekali pun,” jawab si office boy lugas.

__ADS_1


Maka Ririen pun naik ke atas menuju ruangan Putra, lamat-lamat didengarnya ada orang bercakap-cakap tapi dia belum jelas, maka dia naik lebih tinggi lagi.


“Dari pertama Papi kasih tau photo A’a, Kia udah jatuh cinta ama A’a, jadi Kia seneng banget pas dijodohin ama A’a. Kalau sekarang A’a bilang A’a akan nikah ama teteh Dewi Kia enggak kecewa. Kia rela dimadu, bahkan enggak dinikah pun Kia enggak apa-apa asal bisa jadian ama A’a,” rayu Zaskia sambil berusaha memegang tangan Putra.


“Sayangnya saya tidak rela suami saya nanti punya istri ke dua apalagi selingkuhan tanpa nikah!” jawab Ririen tiba-tiba, membuat Putra dan Zaskia kaget.


Ririen maju mendekati Putra, yang langsung dipeluk Putra dan dikecup keningnya lembut.


“Kamu enggak bilang mau ke sini Mom?” sapa Putra manis.


“Punya feeling enggak enak aja, kayaknya ada rubah betina yang enggak tau malu, udah di tolak masih aja jual diri minta dijadiin selingkuhan!” sarkas Ririen. “Apa dia enggak denger ya kakek bilang enggak terima perjodohan?”


“Enggak usah dilanjut Mom. Kamu udah makan belum? Daddy belum makan nih, Mommy ada waktu buat temenin ‘kan?” tanya Putra. Pemuda itu tahu Ririen sedang sangat marah karena kata-kata yang keluar dari bibir perempuan itu sudah sangat tajam.


“Maaf ya Zaskia, saya mau keluar makan siang, kami enggak punya waktu untuk ngobrol dengan kamu!” Putra berkata sambil memeluk pinggang Ririen mengajaknya turun. “Mommy mau makan apa? Mau pakai mobilmu atau mobil Daddy?” tanya Putra sambil menuruni anak tangga.


“Min, saya keluar dulu ya, itu perempuan yang di atas lain kali enggak usah boleh masuk lagi ya, walau dia maksa seperti tadi, kalian yang ada di kantor geret aja dia keluar!” perintah Putra pada office boynya.


“Jadi dia tadi maksa masuk Mas?” tanya Ririen di mobil Putra.


“Sejak hari Senin dia selalu datang ke sini tapi Mas kan lagi di Bogor, dia enggak percaya walau anak-anak bilang Mas enggak ada di kantor dan mobil Mas enggak ada, dia maksa ketemu. Akhirnya sama office boy dia disuruh ngecek aja ke atas,” Putra menerangkan awal Zaskia datang


“Nah tadi dia datang liat mobil Mas, tapi karena Mas dapat laporan dia selalu datang, Mas tadi udah perintahin anak-anak enggak boleh kasih izin dia masuk. Tapi dia maksa langsung naik tangga. Di atas Mas juga udah bilang Mas enggak terima perjodohan apa lagi ngakuin dia tunangan Mas. Mungkin ujungnya kamu tau dia bilang bersedia menjadi selingkuhan Mas. Untungnya pacar Mas udah hebat, enggak langsung ngambeg!” cerita Putra pada kekasihnya.


Mereka turun di warung makan gudeg yang di request Ririen tadi. Sengaja Ririen memilih di lokasi lesehan agar santai. “Habis ini Mommy bakal balik kantor atau ke mana?” tanya Putra pada kekasihnya.

__ADS_1


“Langsung pulang aja lah, malas balik lagi ke kantor,” jawab Ririen santai. Baru menjawab seperti itu HP Ririen berbunyi, terlihat nomor kantor menghubunginya.


“Hallo,” sapa Ririen.


“Saya masih di Duren Sawit Mbak, baru aja selesai dengan Yayasan Prambanan, kayaknya kalau disuruh nunggu ‘tu tamu bisa kelamaan, saya paling cepet sampe kantor dua jam lagi, dan saya juga belum makan. Siapa suruh dia main datang aja tanpa janjian!” cerocos Ririen yang keqi ada tamu mau ketemu dia tanpa janjian.


“Besok enggak bisa Mbak, ‘kan kita mau ke Enim? Mbak lihat jadwal kosong saya minggu depan aja ya, dan tolong kasih tau hari Sabtu  kantor kita libur, jadi saya sebagai pegawainya pun juga libur, bahkan untuk terima order pun saya enggak mau kalau kantor enggak bayar hari libur saya dengan satu bulan gaji!” Ririen langsung menutup teleponnya.


“Jangan kebanyakan emosi gitu ah,” bujuk Putra sambil membelai tangan Ririen.


“Keqi aja, ada tamu langsung nyelonong ke kantor tanpa janjian, trus dia bilang mau nunggu sampai Mommy balik ke kantor, lha kalau sekarang Mommy balik kantor, ‘kan sampe kantor udah jam setengah lima? Udah mau jam pulang? Trus dia minta ketemu besok padahal besok jadwal Mommy kasih pelatihan di cabang Jakarta Utara di jalan Enim. Eh dia bilang minta janjian hari Sabtu.” jelas Ririen dengan sewotnya.


\=====================================================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL BETWEEN QATAR ANDA JOGJA  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2