
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Fuad bingung bagaimana dia memperlihatkan pesan ini pada Shintia. Perempuan itu sedang hamil. Tentu akan terluka mendengar kalau almarhum suaminya hanya pernah mencintai satu orang perempuan yaitu Ririen .
Mau dia hapus semua pesan itu juga rasanya tak pantas karena itu amanat orang yang telah meninggal. Diletakkannya ponsel Ricky dan dia keluar kamar.
Fuad melihat istrinya sedang sibuk membuat aneka makanan untuk persiapan pengajian malam nanti sampai tujuh hari.
Akhirnya Fuad duduk di teras bersama besannya. Mereka terlibat percakapan ringan saat terdengar teriakan dari dalam rumah.
"Tiaaaaa …!"
Fuad dan abahnya Shintia masuk ke dalam dan terlihat Shintia sedang di bantu untuk diangkat oleh beberapa perempuan disana.
Fuad dan besannya serta kakak lelaki Shintia mengangkat janda itu dan membaringkan tubuhnya di dipan atau bale yang ada disana.
Ada yang memberikan minyak kayu putih agar Shintia sadar.
"Kenapa bisa begini? Tanys absngnya Shintia.
"Nggak tahu, dia ke kamar itu cari isi staples. Keluar koq lemes dan udah pegangan pintu," sahut seorang perempuan kerabat Shintia yang membantu masak.
__ADS_1
'*Apa dia buka ponsel Ricky ya? Tadi ponsel aku taruh di meja*,' pikir Fuad.
\*\*\*
Alesha masih tak percaya membaca pesan dari nomor Ricky yang dilakukan oleh Fajar. Kata Mas nya sengaja dia mengirim menggunakan nomor papa mereka sebagai kenangan terakhir.
Alesha masih tak habis pikir bagaimana jenis cinta yang Ricky miliki. Cinta tapi selalu mengulangi menyakiti dengan cara selingkuh.
'*Koq ada ya orang seperti papa? Apa itu juga yang Rezky rasakan*?' pikir Alesha.
Alesha mengoreksi angka yang terlihat di kertas di hadapannya, lalu di cocokkan dengan tabel yang dia buat dengan excel di layar laptopnya.
Sambil bekerja, sesekali dia lihat putrinya masih tertidur nyaman.
"Pulang aja yok Yank. Bunda enggak bisa konsen kerja." Alesha telah mematikan laptopnya. Dia telah membereskan berkasnya dan bersiap membereskan keperluan Jingga untuk dibawa pulang.
"Mau pulang aja. Enggak bisa konsen kerja," jawab Alesha jujur.
"Mana kuncimu. Ayok Mas antar pulang. Di rumah langsung bobok aja. Biar Jingga sama Mas dan mbak Dwi," Garo kalau sudah seperti ini sangat tegas dan pemaksa.
Beda jauh dengan Rezky yang tak pernah bisa tegas pada Alesha. Mungkin takut dihajar singa betina ini.
Alesha tak perlu bertanya nanti yang bawa pulang motor atau mobil Garo dari supermarket bahan bangunan siapa. Itu hal yang sangat sepele untuk lelaki itu.
\*\*\*
__ADS_1
"Astagfirullah. Cepat bawa ke rumah sakit," Shintia sadar dan merintih dia merasakan perutnya sangat melilit dan keluar darah dari va-ginanya.
'*Apa ini firasat Ricky kalau sibayi akan menemaninya*?' Fuad hanya bisa mengira-ngira dalam benaknya saja.
\*\*\*
"Maaf, suaminya mana ya. Ada yang hendak dokter sampaikan," perawat memberitahu pengantar pasien.
"Suaminya baru kemarin meninggal, saya kakaknya," abangnya Shintia maju untuk menerima apa yang hendak dokter sampaikan.
"Saya sudah beberapa kali katakan pada bu Shintia. Dia tak boleh hamil lagi dan tak boleh lelah. Tapi bu Shintia bilang dia ingin hamil lagi. Siapa tahu dapat anak laki-laki," demikian dokter memberitahu abangnya Shintia.
Sekarang dia keguguran sekaligus kantung telur kanan harus diangkat. Bu Shintia sudah lama tahu tetapi selalu dia tunda," jelas dokter itu.
Semua pasrah. Mereka baru saja kehilangan Ricky dan besok Shintia harus di operasi tak bisa ditunda lagi.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.