
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
Ririen yang duduk di kursi di atas karpet yang ditempati Putra hanya memandangi kegiatan suami tercintanya yang sedang memijat lembut punggung Fajri.
“Kayaknya betis Mommy kalau diurut juga enggak nolak deh Dadd” ujarnya.
“Hhmm …,” balas Putra. Saat ini dia memang mengurut betis dan telapak kaki Fajri.
Putra memegang betis Ririen sambil tetap duduk di lantai, diangkatnya lalu diletakkan di pahanya. Dia urut pelan betis istrinya, tak lama dia menghentikan kegiatannya dan duduk di sisi istrinya.
“Sorry Mom, ju-nior langsung bangun. Urutnya nanti malam aja di kamar ya,” bisiknya.
“Omes!” sahut Ririen sambil mengambil kepala suaminya untuk diuyel-uyel dengan gemas.
“He he hee,” Putra hanya terkekeh karena perlakuan istrinya itu. Dia berbaring berbantal paha istrinya.
Ririen membelai kepala suaminya, sesekali dia menyugar rambut suaminya. “Daddy masih enggak boleh potong rambut ya Mom?” tanya Putra.
“Kenapa? Mau berubah penampilan?” tanya Ririen.
“Enggak apa-apa, takutnya Mommy malu punya suami yang enggak seperti bapak-bapak pada umumnya,” sahut Putra.
“Mommy kasih tau ya, suaminya Arienka Dewi Purbowisono itu Putra Pamungkas Purwanagara memang bukan bapak-bapak yang umum. Dia laki-laki special dan dia ganteng banget dengan kharisma rambut gondrongnya. Dan Arienka Dewi Purbowisono enggak peduli pandangan orang lain tentang suaminya, karena buatnya yang terpenting adalah pandangannya aja” balas Ririen.
“You are my everything Mom, you special woman, and only you in my heart!” balas Putra sambil memeluk perut Ririen karena dia tak bisa menggapai wajah Ririen untuk dia cium.
“Jadi enggak perlu Daddy mikir yang macem-macem. Mommy enggak pernah berpikir Daddy enggak pantas. Mommy malah takut Daddy yang berpikir Mommy enggak pantas untuk Daddy,” keluh Ririen.
“Please jangan mulai Mom. Mommy tau gimana cinta Daddy. Bahkan ada yang rela cuma jadi selingkuhan aja Daddy tolak. Dan ingat kita punya lima anak yang harus kita jaga agar jangan sampai mereka kena imbas perbuatan buruk kita,” Putra mengingatkan Ririen tentang kondisi mereka.
“Dad,” panggil Fajri yang terbangun. Dia masih belum memakai kaos , sejak tadi diselimuti oleh Putra agar tidak kedinginan.
“Anak Daddy sudah bangun, langsung pakai kaosnya ya, tadi mau Daddy pakein kamu lagi bobo. Daddy takut ganggu jadi cuma Daddy selimutin aja,” kata Putra sambil mengambil kaos Fajri untuk dipakaikan pada jagoan ke duanya itu.
__ADS_1
Ririen datang membawa secangkir wedang ronde yang hangat, harusnya sehabis diurut tadi Fajri meminumnya tapi karena anak itu tertidur maka wedang rondenya Ririen simpan di termos.
***
Hari ini jadwal Putra bertemu dengan manager marketing perusahaan besar yang akan mensupply lantai granit di supermarket bahan bangunannya. Putra dan Erick sudah menanti kliennya di rumah makan yang sudah mereka tetapkan.
Masih 30 menit dari waktu janjian mereka, jadi bukan kesalahan si klien bila Putra harus menunggu kedatangannya.
15 menit sebelum waktu yang ditetapkan datang tiga orang mengarah ke meja yang sudah diduduki Putra. Salah satu dari ketiganya seorang yang berperawakan bule.
“Selamat siang,” kata si bule dengan logat indonesia yang sangat kaku.
“Charles, how are you?” sapa Putra.
“Putra?” tanya sosok tersebut.
“Yes, its me!” jawab Putra dan mereka berpelukan erat.
Mereka berdua tidak menyangka bahwa calon rekan kerja yang mereka temui adalah rekan saat di London dulu. Memang mereka tidak satu kampus. Namun beberapa kali bertemu saat Putra sedang bersama Joseph, yaitu sepupu Charles.
Sekarang tinggal Putra berdua dengan Charles yang masih ingin berbincang mengobati rindu saat mereka muda dulu.
Putra bertanya sejak kapan Charles di Jogja dan bekerja di perusahaan yang bergerak di lantai granit terbesar itu.
“Aku sudah tujuh tahun di Indonesia,” cerita Charles
“Awalnya aku ditempatkan di daerah Cikupa Tangerang di pabrik lantai granit tersebut, lalu setelah dua tahun aku dipindahkan ke kantor Jakarta. Di Jakarta dua tahun dia dipindah ke Pontianak,dua tahun di sana lalu dipindahkan ke Jogja sejak setahun lalu.”
“Wah cukup lama. Mengapa kau tidak berusaha mencari nomorku?” tanya Putra penasaran.
“Aku lupa kalau punya sahabat asli dari Indonesia,” jawab Charles terkekeh.
“Empat tahun lalu Jane mencarimu di Jakarta. Dia bilang kalau saat itu sedang hamil anakmu.” cerita Putra. Dia kasihan pada bayi itu bila sang ayah tak tahu keberadaannya.
“Apa kau percaya pada bualannya?” tanya Charles berang.
__ADS_1
“Apa maksudmu?” tanya Putra bingung. Dia ingat saat itu mamanya dan Ririen memang mencurigai drama queen yang dimainkan Jane.
FLASH BACK ON
”Aku tak ingin engkau menyesal. Jane ini bukan perempuan baik-baik. Aku tahu semua kebohongannya. Jadi sebaiknya engkau menjauhinya,” malam itu Joseph mendatangi kediaman Charles,.Joseph tau saat ini Charles sedang dekat dengan Jane. Sebagai saudara yang baik tentu saja dia tak ingin sepupunya terseret masalah akibat ulah Jane mantan kekasihnya.
Awalnya tentu saja Charles menuduh Joseph iri padanya dan belum rela kalau Jane menendang Joseph dan lebih memilih dirinya. Joseph dengan sabar menjelaskan kalau bukan Jane yang menendangnya, melainkan sebaliknya.
Joseph yang sadar kalau Jane bukan perempuan yang lugu seperti yang selama ini dicitrakannya langsung mencari tau kebenaran siapa sebenarnya Jane. Setelah Joseph tahu keadaan sebenarnya maka Joseph lah yang menendang Jane.
Charles menceritakan pada Joseph, kalau Jane awalnya mendekati dirinya, Jane cerita sebal dengan kelakuan Joseph yang terlalu possessive dan mengekangnya. Akhirnya karena sering bercerita bersama Jane dan Charles pun jadian.
Sejak Joseph memberitahu siapa sebenarnya jati diri Jane yang sebenarnya, Charles pun memutuskan hubungan lalu dia diterima bekerja di perusahaan besar dan ditugaskan di Indonesia sejak tujuh tahun lalu.
FLASH BACK OFF
“Kalau kamu sudah di Indonesia sejak tujuh tahun lalu, bagaimana dia bilang padaku bahwa dia hamil anakmu empat tahun lalu?” tanya Putra bingung.
“Kalau pun dia mencariku tujuh tahun lalu dan bilang dia hamil anakku pun itu tak mungkin, karena sejak aku kecelakaan saat berumur sebelas tahun dokter sudah mengatakan bahwa aku akan mandul karena pabrik benihku sudah tak berfungsi. Itu sebabnya aku menjadi nakal sejak berumur enam belas tahun, karena yakin tak ada kemungkinan menghamili seorang gadis!” jawab Charles santai.
“Apa kau pernah bertemu dia di rumah sakit atau dia mengatakan keguguran lalu memintamu membantunya?” tanya Charles selanjutnya.
“Aku pernah sekali bertemu dia di rumah sakit saat mengantar istriku periksa kehamilan, tapi aku tidak bertanya apa yang sedang dia lakukan di sana. Saat itu aku hanya mengancamnya untuk tidak pernah lagi menemuiku dan kalau kami bertemu di jalan harus bersikap tidak saling mengenal,” cerita Putra menjawab pertanyaan Charles.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL UNCOMPLETED STORY YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
__ADS_1
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta