WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
PERJALANAN BERIBU KILOMETER TERJADI KARENA ADA LANGKAH PERTAMA!


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI. JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Kunjungan terakhir Putra adalah daerah Matraman. Putra benar-benar mengambil jalur berputar. Dari rumah mertuanya ke arena PRJ di Kemayoran lalu ke arah Proyek Senen makan kerang berlanjut ke Duren Sawit dan sekarang sambil berjalan pulang dia melewati daerah Matraman.


Sebuah bangunan sederhana tapi omset sangat besar. Kantor istrinya! Dulu Putra sering mendengar Ririen  memberi motivasi pada calon marketingnya dengan kata-kata sederhana yang langsung merubah mindset seorang pelamar saat melihat gedung kantornya : [ Kalian kecewa saat melihat gedung kantor yang kalian tuju hanya sebuah bangunan sederhana? Lalu kalian menganggap bahwa kantor ini tidak akan memberi kalian income besar? Kalian sangat salah!  Kalian tahu omset warteg yang kecil kadang lebih besar dari rumah makan besar yang sepi peminat?


Atau kalian tahu omset pedagang kaki lima lebih besar dari sebuah toko besar. Semua berpulang bagaimana kita sebagai marketing bisa menjual product! Bukan pada bangunan gedung kantornya!


Kalau kalian tak percaya, kalian bisa mencoba beberapa bulan karena sebelum kalian mempunyai prestasi kalian adalah marketing freelance. Sebagai marketing, kita yang menentukan besar kecilnya income kita. Kalau ingin income besar, ya jual banyak-banyak.


Hanya itu kuncinya. Saya bisa bicara seperti ini karena saya sudah melakukannya dan saya berhasil. Hanya butuh tiga bulan untuk saya fight dan saya menduduki jabatan Team Manager. Seorang perempuan dengan anak balita yang pastinya membutuhkan banyak perhatian, saya bisa berhasil. Masa kalian yang masih muda dan single kalah dari saya? ]


Atau Putra pernah mendengar Ririen menjawab pertanyaan seorang marketing yang mengeluh dia belum terbiasa untuk promosi dagangannya karena malu.


Istrinya ketika itu menjawab : [ Awalnya saya juga tak bisa berdagang. Dan jujur saya malu menawarkan product. Tapi saya berupaya menepis semua rasa malu dan keraguan itu. Prinsip saya perjalanan sejauh apa pun, dimulai dari LANGKAH PERTAMA. Kalau kita tak pernah mengawalinya, kita tak akan pernah berjalan. Kita diam ditempat! ].


“Kamu bikin aku baper Mas, jadi kangen kerja, kangen ketemu konsumen. Kangen merubah keraguan calon konsumen menjadi percaya terhadap mutu barang yang aku jual,” Ririen memandang gedung kantornya dari jauh.


“Aku pernah terdiam lama disini. Persis ditempat kita berhenti ini. Menunggu istriku terlihat keluar kantor. Saat itu dia marah karena kasus Jane,” Putra mengulas memori lama mereka.


“Bukan karena kasus di cafe?” tanya Ririen yang hampir lupa.


“Enggak lah. Wong saat itu Mommy sudah hamil. Bahkan ke Jogja enggak pamit,” cetus Putra. Sampai saat ini Putra sangat kesal pada Jane yang memang bertujuan tidak baik padanya. Dia mengetahui kelicikan Jane setelah bertemu Charles di Jogja.

__ADS_1


“Perjalanan cinta kita ribet ya Mas, bisa jadi bahan sinetron tuh,” cetus Ririen.


“Kalau sudah berlalu gini kita bisa tertawa, tapi saat kita pada masa itu, kita galau enggak jelas kan Mom. Dibilang ribet juga enggak terlalu sih. Tapi emang cerita kita enggak lurus-lurus banget,” jawab Putra.


Sekarang mereka menuju rumah orang tua Ririen dengan tak lupa membeli martabak telur untuk dikonsumsi besok pagi.


“Besok kita ke FLONA ya Mas. Kalau anak-anak mau ikut ya biar. Yang pasti aku ama ayah pengen hunting bareng,” Ririen mengusulkan acara besok pagi.


“Lusa kita bawa anak-anak ke Ancol sebelum kita on the way ke Bandung. Jadi mereka lelap di jalan aja.”


[ FLONA adalah acara tahunan yang diselenggarakan pemda DKI. Merupakan arena jual beli tanamam dan biasa berlangsung selama satu bulan. Yang berjualan disana adalah pekebun besar dan banyak yang dari luar daerah bahkan ada yang dari luar pulau.


Itu sebabnya sejak SMA Ririen dan ayahnya rutin mengunjungi pameran FLONA ini. Selain tanaman tentu saja banyak kuliner yang enak terutama KERAK TELOR, makanan khas betawi yang sangat Ririen suka ].


“Daddy manut,” jawab Putra sambil ngemil martabak yang disuapi Ririen. [ manut = menurut ].


“Masih bagus bisa ngerti omongan orang,” Putra memang sulit berbicara menggunakan bahasa Jawa. Entah mengapa. Orang tuanya asli Sunda tapi mereka juga lebih banyak menggunakan logat betawi Ujung Aspal yang berpadu dengan sunda kasar. Ujung Aspal memang wilayah abu-abu. Perbatasan Bekasi dan Jakarta Timur.


Untuk lusa Putra memang sudah menyewa mobil sejak pagi, dari Ancol mereka akan langsung ke Bandung tanpa balik ke rumah pak Kusumo. Mobil sangat dibutuhkan untuk bergerak di Bandung.


Sewa mobil tidak lepas kunci, jadi perjalanan ke Bandung nanti Putra tak terlalu lelah. Hanya selama di Bandung saja driver tidak ikut karena driver orang Bandung. Driver baru akan kembali bekerja saat akan ke Bandara.


***


Pagi ini Ririen menghangatkan martabak telur yang semalam dibelinya. Ibu telah membuat nasi goreng bumbu kencur juga ada kerupuk udang. Sarapan yang mantabs. Semua suka dengan menu kali ini. “Habis sarapan, Mommy dan Atung akan jalan-jalan ke pameran tanaman di Lapangan Banteng. Kalian mau ikut? Atau di rumah saja?” tanya Ririen.

__ADS_1


“Mbak ikut,” Alesha paling duluan menjawab ikut.


“Disana juga ada yang jual hewan, kelinci, marmut, kucing, anjing bahkan ular,” pak Kusumo memberitahu para cucunya. Dulu Fajar dan Fajri masih kecil saat ke FLONA.


“Mas ikut,” Fajar walau tak terlalu suka memelihara tanaman tapi dia suka memandang tanaman. Terlebih ketika melihat wajah mommynya yang terlihat bahagia ketika memandangi tanaman koleksinya. Untuk Fajar tanaman adalah keindahan dan kebahagiaan.


“Abang pasti ikutlah. Disana ‘kan ada ondel-ondel. Abang sering berpikir bagaiman ide itu tercetus sehingga tercipta ondel-ondel,” sebagai pecinta seni, Fajri malah berpikir jauh terciptanya ondel-ondel.


“Ya sudah, kalian habiskan sarapannya dan nanti kita berangkat pagi agar enggak terlalu panas. Jangan lupa pakai topi kalian ya,” bu Purbo mengingatkan para cucunya untuk menggunakan topi agar tidak kepanasan.


Untuk ke Flona kali ini Putra meminta Tetuko adik iparnya mengantarkan mobil papanya. Dia tahu kalau Ririen dan pak Kusumo hunting satu mobil bak bisa tidak cukup. Jadi Putra sudah antisipasi untuk menggunakan dua mobil. Itu juga agar anak-anaknya nyaman. Padahal Ririen bilang kalau soal mobil untuk tanaman tak perlu bingung karena pedagang bisa mengantar ke rumah pembeli.


Ririen mengoles cream anti nyamuk untuk anak-anak yang berbau sereh. Dia tak ingin ketiga gadis kecilnya digigit nyamuk di arena FLONA nanti. Fajar dan Fajri tentu bisa menjaga dirinya sendiri.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  UNCOMPLETED STORY  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL  UNCOMPLETED STORY  ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2